• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tantangan Digitalisasi Batik di Kediri di Tengah Badai Pandemi Virus Corona

Proses mencanting batik di Wecono Asri, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. (Foto: NOE)

Batik Kediri dan Tantangan Digitalisasi di Tengah Badai Pandemi Virus Corona

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Featured, News, Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

Kediri – Pandemi virus corona menyerang semua sektor. Tak terkecuali industri rumahan seperti batik. Sempat terhenti beberapa bulan, Kasiana, pebatik asal Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, harus memutar otak untuk melanjutkan bisnisnya. Pasalnya, selama pandemi ini ia telah merumahkan beberapa karyawan.

Pemilik rumah batik Wecono Asri ini akhirnya juga menjual peralatan batik, sehingga tidak hanya mengandalkan produk batiknya saja. Perempuan 70 tahun ini mengakui hal yang paling dibutuhkan saat pandemi ialah peranan digitalisasi.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM
Gambar batik motif garuda di Galeri Wecono Asri.
Gambar batik motif garuda di Galeri Wecono Asri. (Foto: NOE)

Baca Juga: Hobi Menyaksikan Video Binatang Lucu dan Imut Baik untuk Kesehatan, Studi Membuktikan

“Sebelum pandemi 10 karyawan, tapi sekarang tinggal 5 saja,” kata Kasiana. Ia mengawali kegiatan batik-membatik ini sejak tahun 2006 silam.

Ketika sebelum pandemi, ia dalam sebulan bisa menjual sekitar 20 helai batik dengan khas Kediri. Seperti motif unggulan Kilisuci, Panji Galuh, Jaranan, Garuda dengan menggunakan warna alam. Sekarang hanya sekitar 10 helai saja. Ia menjelaskan untuk menjalankan pemasarannya tak bisa semudah dahulu. “Banyak pesanan yang dibatalkan dan ditunda karena Corona,” imbuh ibu lima anak ini.

Sekarang, ia berusaha membuat website sendiri untuk memperkuat pemasaran batik miliknya. Meskipun sudah ada produknya yang masuk dalam beberapa platform digital. Kasiana mengakui perlu adanya dorongan pembuatan website, agar pemasarannya semakin cepat berkembang.

Ia menyadari banyak hal yang dibutuhkan untuk memaksimalkan pemasaran dengan digital. Seperti, teknik foto produk, pengunggahan produk, hingga pembuatan caption untuk produknya. “Ini kan perlu tim sendiri, kalau dikerjakan sendiri sudah nggak bisa,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Terus Meningkat, Khofifah Bakal Realisasi RS Lapangan Darurat di Malang

Selain faktor usia, Kasiana merasa perlu bantuan generasi muda dalam mengembangkan bisnis batik miliknya secara digital. Kendalanya, kata Kasiana, ialah memberi gaji untuk pengembang websitenya. Sehingga, sementara ia masih menggunakan media sosial saja.

“Sebenarnya pingin banget buat digital seperti itu,” pungkasnya. (noe/gg)

Tags: batikcorona viruscovid-19gambar batikHari Batik NasionalKediriKota Kediripandemivirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Wilfred Zaha dimungkinkan besar bakal turun dalam laga Chelsea vs Crystal Palace nanti malam (3/10)

Chelsea vs Crystal Palace: Pemain yang Jadi Ancaman Barisan Pertahanan Chelsea

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID