JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember dilanda serangkaian bencana alam pada Senin, (15/12/2025). Intensitas hujan deras yang diiringi hembusan angin kuat sepanjang siang hingga petang hari memicu berbagai kejadian berbahaya. Puluhan titik terdampak badai mulai dari banjir bandang, robohnya pepohonan, pergerakan tanah, sampai rusaknya infrastruktur jembatan.
Data yang dirilis Pusdalops BPBD Jember pada pukul 17.11 WIB mengonfirmasi bahwa kejadian ini selaras dengan prediksi BMKG Jawa Timur. Lembaga tersebut sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan terjadinya fenomena hidrometeorologi berbahaya di kawasan Jember selama periode 11-20 Desember 2025.
Totalnya tercatat 21 insiden yang dilaporkan kepada BPBD Jember akibat kondisi cuaca buruk tersebut, antara lain sebagai berikut.
Pukul 13.03 WIB, robohnya pohon di area POM Jalan A. Yani menandai awal kejadian. Sekitar pukul 14.38 WIB, volume air Sungai Kalijompo mulai bertambah signifikan. Tidak lama kemudian pada pukul 14.55 WIB, terjadi pergeseran tanah yang menimpa pinggir jalan utama di Desa Sumberbulus, wilayah Ledokombo.
BACA JUGA: Hujan Deras di Jember Robohkan Atap Rumah Warga
Pada pukul 14.57 WIB, air Sungai Gila di Desa Sumbersalak, Ledokombo, melampaui batas normal dan menggenangi pemukiman penduduk melalui saluran irigasi tersier. Kondisi Kalijompo terus memburuk hingga mencapai ketinggian 120 cm di stasiun pemantauan Perkebunan Kalijompo sekitar pukul 15.05 WIB.
Lima menit berikutnya, Sungai Sumberkembang di Desa Kelungkung mengalami kenaikan permukaan sekitar 40 cm. Pukul 15.16 WIB, Sungai Rembangan yang terletak di belakang RS Paru mulai menggenangi pekarangan rumah penduduk.
Situasi semakin kritis ketika pukul 15.39 WIB, Sungai Gila benar-benar meluber hingga ke jalanan utama Kecamatan Ledokombo. Pada pukul 15.42 WIB, permukaan air di DAM Amsar yang mengalir ke Sungai Rembangan naik drastis mencapai 120 cm.
Bersamaan dengan itu pukul 15.45 WIB, pohon roboh menghalangi akses jalan di Desa Jatian, Pakusari. Di waktu yang sama, bantaran Sungai Gila di Dusun Karangrejo Bireh meluap hingga ke jalan raya. Tidak lama kemudian pukul 15.57 WIB, air Kalijompo sudah membanjiri kawasan pemukiman di Kampung Ledok.
BACA JUGA: BPBD Jember Gencarkan Pemangkasan Rutin, Cegah Pohon Tumbang
Pukul 16.06 WIB, longsor terjadi di jalur Rembangan, Desa Kemuningsari Lor, Arjasa. Seiring berjalannya waktu, pukul 16.07 WIB, genangan Sungai Rembangan mulai memasuki hunian warga. Volume air Sungai Bedadung di Kelurahan Baratan, Patrang, meningkat hingga satu meter dari bibir sungai sambil membawa material kayu pada pukul 16.09 WIB.
Kondisi terus memburuk dengan luapan Sungai Rembangan di belakang RS Paru yang makin melebar memasuki permukiman pada pukul 16.12 WIB. Tiga menit kemudian, naiknya permukaan Sungai Patemon di Dusun Krajan Selatan menyebabkan putusnya jembatan penghubung antarwarga.
Di Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, air dari Sungai Bedadung meluap ke halaman rumah pada pukul 16.10 WIB. Ketinggian banjir di Kampung Ledok bahkan mencapai setinggi pinggang orang dewasa pada pukul 16.38 WIB. Pukul 16.52 WIB, gardu listrik di Jalan Kasuari, Kelurahan Gebang, Patrang, ambruk. Terakhir pada pukul 17.00 WIB, Sungai Bedadung kembali meluap dan menggenangi kompleks perumahan.
BACA JUGA: Saat Siswa SDN Jember Lor 3 Simulasi Kedaruratan Bencana
Setidaknya dari pengamatan Tugujatim.id menunjukkan bahwa pada pukul 20.15 WIB, ketinggian air luapan di Sungai Bedadung di Kelurahan Antirogo, Sumbersari, hampir menyentuh bagian bawah jembatan.
Sampai publikasi ini diterbitkan, belum ada informasi terkini dari BPBD mengenai perkembangan kondisi setelah rangkaian bencana yang melanda berbagai lokasi di Jember tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








