Bepe Gondol Motor Tak Dikunci Stang di Matos Malang - Tugujatim.id

Bepe Gondol Motor Tak Dikunci Stang di Matos Malang

  • Bagikan
Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri saat konferensi pers kasus curanmor di Matos, Jumat (11/06/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri saat konferensi pers kasus curanmor di Matos, Jumat (11/06/2021). (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Bepe, 23, pemuda yang bekerja di sebuah bar di kawasan Dieng, Kota Malang, ini telah menggondol sepeda motor tak dikunci stang di parkiran Malang Town Square (Matos), Jalan Veteran. Diketahui, aksinya pun terekam CCTV pada 27 Mei 2021.

Aksi kriminal itu diungkap Satreskrim Polsek Klojen Malang Kota usai korban melaporkan peristiwa tersebut. Pemuda asal Donomulyo, Kabupaten Malang, ini ditangkap di tempat kerjanya keesokanharinya, yaitu pada 28 Mei 2021.

Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri mengatakan, pengungkapan kasus curanmor ini diketahui dari kamera pengawas CCTV di parkiran mal tersebut. Caranya pun cukup cerdas. Awalnya, dia datang menggunakan motor merek Mio.

Bepe pun kebetulan menemukan target motor sasaran yang bertipe sama persis. Lalu dia memarkir motornya di dekat target sasaran. Kebetulan, motor sasarannya ini tidak dikunci stang.

”Joknya juga dalam keadaan terbuka, karcis parkir juga ada di dalam jok,” ungkap Nadzir saat gelar konferensi pers pada Jumat (11/06/2021).

Lalu , bagaimana cara dia melewati petugas parkir? Dia mendorong motor tersebut. Kali ini pelaku kembali beruntung karena petugas tidak menaruh curiga sama sekali dan tidak menanyai alasan pelaku mendorong motor tersebut.

”Karena dia punya karcis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pelaku memarkir motor curian ini di sekitar TMP dekat Matos. Lalu dia berpura-pura kehilangan kunci dan memanggil tukang kunci. Sementara itu, dia kembali ke parkiran Matos untuk mengambil motor miliknya.

Usai tindakan tak terpuji itu, rupanya pelaku langsung menjual motor hasil curian itu dengan mem-posting di media sosial. Kebetulan, ada seseorang yang berminat membeli motor bodong tersebut seharga Rp 4,5 juta.

Pembelinya ini adalah AYD, 24, warga asal Kebon Jeruk, Lowokwaru. Tapi, AYD akhirnya ikut ditangkap polisi karena terbukti sebagai penadah. Dia mengaku mau membeli motor bodong tersebut untuk keperluan moda transportasi bekerja sehari-hari. Harganya pun cukup murah.

Akibat perbuatannya, Bepe terancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Kendaraan Bermotor. Ancaman hukumannya penjara maksimal 7 tahun. Sementara itu, AYD terancam Pasal 480 Ayat 1 KUHP karena terbukti sebagai penadah. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara.

  • Bagikan