• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) memberikan penjelasan soal PPKM Level 4 di Kota Malang diperpanjang atau tidak, Senin (02/08/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) memberikan penjelasan soal PPKM Level 4 di Kota Malang diperpanjang atau tidak, Senin (02/08/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

Berakhir Hari Ini, PPKM Level 4 di Kota Malang Belum Jelas Diperpanjang atau Tidak

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berakhir hari ini (02/08/2021). Namun, Wali Kota Malang Sutiaji belum bisa memastikan apakah PPKM Level 4 di wilayahnya akan diperpanjang lagi atau tidak.

“Belum dapat pengumuman dari Presiden (terkait PPKM Level 4, red). Tapi, sudah ada evaluasi. Cuma belum ada pengumuman (perpanjangan PPKM, red), itu langsung dari Presiden, tunggu saja,” terangnya saat dikonfirmasi di Balai Kota Malang, Senin (02/08/2021).

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Sutiaji juga mengatakan bahwa pemerintah pusat juga belum memberikan evaluasi resmi terkini pelaksanaan PPKM Level 4 di Kota Malang.

“Belum ada ketentuan karena yang nilai dari sana (pusat). Saya sampaikan kontribusi kita terhadap penilaian adalah untuk PSBB-kan dari kami yang mengusulkan. Kalau ketentuan penilaian itu kan dari pusat, apakah kami ada di level 4, 3, 2, apa 1,” tuturnya.

Namun, Sutiaji mengatakan, agar penentuan level dalam PPKM agar tidak menjadi pembiasan dalam pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat ini. Dia melanjutkan, jadi level berapa pun, semuanya seperti peperangan di medan dan fisik, (apakah) ini aman dan tidak aman,” bebernya.

“Apa ini aman atau tidak. Begitu aman, orang-orang tidak taat prokes, ya sama saja. Jadi, penentuannya merangsang penanganan Covid-19 agar lebih baik. Tapi, penerapanannya bagaimana yang seharusnya hingga pemberlakuan jam buka atau mobilitas masyarakat yang penting,” sambungnya.

Saat ditanya apakah saat pelaksanaan PPKM Level 4 itu justru jumlah pasien positif Covid-19 meningkat, kader Partai Demokrat ini tak mau menjawab dengan pasti.

“Kalau mau lihat (peningkatan pasien positif Covid-19) itu ke Menko, itu fluktuatif. Sebab, hingga hari ini terpapar sekian, itu yang ter-update sekian, biasanya dari berapa hari yang lalu,” tuturnya.

Sutiaji melanjutkan, untuk data pasien positif Covid-19 itu diawasi oleh WHO.

“Perlu saya sampaikan, pengelola data itu dari pusat (NAR). Karena yang ngolah data di pusat itu ditaruh di Singapura karena pengawasan dari WHO,” imbuhnya.

Namun, Sutiaji menilai kalau dari pengamatan Pemkot Malang, selama PPKM Level 4 ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Malang ini menurun.

“Jadi, kalau dilihat saat ini, jumlahnya menurun. Jadi yang terpapar mulai menurun. Terus kami lihat dari BOR (bed occupancy rate, red) kemarin 80 bed, ya terus lagi 101, dan sekarang 124 bed yang kosong per kemarin,” paparnya.

Namun, yang menjadi persoalan di Kota Malang adalah berkaitan dengan pasien yang ada di IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang masih tinggi.

“Di ruang IGD itu masih tinggi. Kalau tempat tidur sebenarnya tadi masih ada 124 kalau gak salah, itu semuanya (yang ada di Kota Malang). Untuk BOR-nya kami saat ini 84 persen. Untuk isolasi, masih 120 yang ditempati. Termasuk (RS) Soepraoen itu tinggi. Karena yang di IGD itu yang penuh tinggal digeser-geser ke ruangan,” ujarnya.

Tags: Berita perpanjangan PPKMKota MalangPPKM Level 4Wali Kota Malang Sutiaji
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Ilustrasi rumah tak layak huni. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

160 Rumah Tak Layak Huni di Kota Batu Dibedah Agustus 2021

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID