• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Intarti, warga Trenggalek yang menekuni ramuan tradisional. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

Intarti, warga Trenggalek yang menekuni ramuan tradisional. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

Berawal dari Hobi, Warga Trenggalek Ramu Minuman Tradisional Anti Covid-19

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Bisnis, Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TRENGGALEK, Tugujatim.id –  Eksistensi minuman tradisional makin terkikis seiring perkembangan zaman. Namun, pandemi Covid-19 mengerek tren minuman tradisional naik daun lagi. Sebab, kunci agar terhindar dari paparan virus tersebut selain 5 M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas), juga menjaga imunitas.

Minuman tradisional memiliki kelebihan karena dinilai aman dan tak memiliki efek samping, meskipun dikonsumsi sehari-hari. “Aman saja kalau diminum tiap hari,” ungkap Intarti, salah seorang peracik minuman tradisional asal Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

Intarti adalah aparatur sipil negara (ASN), seorang pengajar anak-anak di TK Dharma Winata SD Widodo I. Karier ASN-nya pun dimulai sejak 1987 lalu. Namun di balik kariernya, ternyata Intarti memiliki hobi meracik minuman tradisional sejak kecil.

Menurutnya, tak ada alasan khusus bagaiamana dirinya bisa tertarik dengan minuman tradisional. Dia menepis, kalau kemampuan itu datang dari garis keturunan. Keluarga besarnya tak ada yang memiliki profesi atau hobi yang seperti itu. Sehingga, kata Intarti, hobi itu muncul ketertarikan saja.

“Sejak kecil itu suka meracik minuman tradisional,” ungkap owner Minuman Rempah tersebut.

Intarti mengaku, meracik minuman tradisional hanya mencari kepuasan pribadi. Sejak kecil, Intarti hanya suka bereksperimen dengan mencampur-campurkan bahan alami untuk minuman tradisional. Dan, tak sedikit orang di sekitarnya yang berkesempatan untuk menikmati jamu racikannya.

Minuman tradisional buatan warga Trenggalek yang diklaim sebagai minuman anti Covid-19. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)
Minuman tradisional buatan warga Trenggalek yang diklaim sebagai minuman anti Covid-19 karena dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh. (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

“Sering juga saya mengonsumsinya sendiri,” ujar Ibu satu putra ini.

Perempuan ramah itu pun tak mengira, hobi semasa kecilnya ternyata bermanfaat di usia 53 tahun. Kemunculan pandemi Covid-19 sekitar Maret 2020, menjadi titik awal yang menginspirasinya untuk memproduksi Minuman Rempah.

Mulanya, minuman tradisional Intarti hanya untuk membantu warga di sekitar lingkungan rumahnya. Siapa sangka, minuman tradisionalnya makin banyak diminati, sehingga pada Agustus 2020 Intarti mulai meningkatkan produksi minuman tradisionalnya untuk dijual.

“Dulu itu masih kemasan plastik, tapi kemudian saya ganti dengan botol plastik,” ujarnya.

Minuman tradisional Intarti tak jauh beda dengan minuman tradisional lainnya, sebab bahan yang digunakan kurang lebih sama. Misal, jahe, serih, cengkeh, kayu manis, pandan, gula aren dan gula batu. Sedangkan teknis meraciknya dimulai dari menumbuk jahe dan serih, kemudian mencampurkan semua bahan, hingga memanaskan dengan api lilin (api kecil) selama 30 menit.

“Didiamkan semalam, esok harinya baru bisa diminum, agar cengkeh dan kayu manisnya terasa,” ucapnya.

Karena tanpa menggunakan bahan pengawet, kata Intarti, minuman tradisionalnya hanya bertahan selama tiga hari dan seminggu lebih lama apabila di simpan di freezer. Di luar itu, dirinya mengkhawatirkan rasa minuman tradisionalnya berubah.

“Kalau untuk produksi, sekitar 60 botol per hari. Paling banyak sampai 150 botol,” ungkapnya.

Hobi sedari kecil pun kini dapat menambah penghasilannya, Intarti mengaku, dengan menjual minuman tradisional seharga Rp 3 ribu/botol, omzetnya mencapai Rp 3 juta per bulan.

Dari pengalaman para konsumennya, kata Intarti, banyak yang kesan setelah meminum minuman buatannya badannya terasa hangat, pegal-pegal mereda, dan melegakan tenggorokan.

“Ada yang mau pilek itu tak jadi. Yang kena batuk, lalu minum itu longgar,” ucap istri dari Sukarman tersebut.

Tags: jamuJamu tradisionalKabupaten TrenggalekTrenggalekUMKM
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
Kepala DP3AK Jatim, Andiyanto saat diwawancara usai meninjau SMA SPI Kota Batu, Rabu (2/6/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Jatim)

DP3AK Jatim Tinjau Dugaan Pelecehan Seksual dan Eksploitasi Ekonomi di SMA SPI Kota Batu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID