• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ibu Sunarsih (57), sosok di balik kelezatan Sego Banting Cak San. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Ibu Sunarsih (57), sosok di balik kelezatan Sego Banting Cak San. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Berburu Sego Banting Cak San di Malang, Kuliner Murah Seharga 3 Ribuan

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pilihan Redaksi, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Namanya biasa saja, tapi rasanya dijamin di luar ekspektasi. Ya, Sego Banting Cak San namanya. Bisa jadi alternatif makan enak, terlebih jika malam hari menjelang. Makanan modelan nasi kucing ini bisa ditemukan di Jalan Jombang Gang 1, Kota Malang. Lokasinya tersembunyi, menyusuri gang-gang kecil kampung.

Bisa dibilang, kuliner satu ini cukup legendaris dan dikategorikan hidden gems kulinernya Malang. Cak San mulai populer dari mulut ke mulut. Dan ternyata, kuliner ini sudah ada sejak 1989 dan eksis hingga kini. Jika dilihat dari antreannya, jelas makanan ini bukan kaleng-kaleng.

You might also like

Jatim Park Group.

Liburan Lebih Hemat! Promo Spesial Tiket Online Jatim Park Group Berlaku hingga 26 Juli 2026

20/07/2026 7:09 PM
Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

20/07/2026 3:10 PM

Warung ini bukan seperti warung umumnya, karena bertempat di dapur rumah si empunya. Namanya Ibu Sunarsih, yang kini sudah berusia 57 tahun. Dulu, kuliner ini dipopulerkan sang suami, Ikhsan Bukhori atau akrab dipanggil Cak San. Namun, Cak San sudah berpulang di usia 67 tahun sekira pada 2020 lalu.

Sego Banting Cak San, menu sederhana namun tetap gurih dan lezat. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sego Banting Cak San, menu sederhana namun tetap gurih dan lezat. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ibu Sunarsih (57) tengah sibuk membungkus sego banting yang telah dinanti banyak pelanggan. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ibu Sunarsih (57) tengah sibuk membungkus sego banting yang telah dinanti banyak pelanggan. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Praktis, kini hanya Sunarsih yang meneruskan usaha ini bersama anak-anak dan keponakannya. Jangan heran kalau ketika anda kesini harus rela antre agak lama karena memang pelanggannya bejibun. Mulai dari mahasiswa hingga kelas pekerja. Porsi kecil dihargai hanya Rp 3 ribu saja.

Konsep Sego Banting ini tak ubahnya seperti nasi kucing kalau di Jawa Tengah, namun beda lauk dan porsi. Komponennya sederhana, hanya nasi dengan porsi sekepalan tangan, oseng tahu dan tauge, bihun dan sambal terasi otentik. Akan semakin paripurna jika ditambah gorengan tepung telur, bakwan atau tahu goreng.

Begitu kombinasi lauk-lauk ini mampir di lidah anda, dijamin anda seolah terhipnotis dan tidak sabar untuk membuka bungkus kedua. ”Rasanya enak, tapi relatif sih ya, affordable. Mungkin disajikan fresh pana-panas itu yang bikin enak. Gurih, nagihi dan ngangeni,” begitu menurut seorang pelanggan, Nikita (25) pada reporter, Minggu (1/8/2021).

Kepada reporter, Ibu Sunarsih cerita kalau dulunya dia berawal dari jualan ketan bubuk di emperan Jalan Terusan Surabaya. Hingga akhirnya, para pelanggan ada yang minta dibikinkan makanan buat pengganjal lapar.

Sejumlah pelanggan rela mengantre demi sebungkus Sego Banting Cak San yang menggugah selera. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sejumlah pelanggan rela mengantre demi sebungkus Sego Banting Cak San yang menggugah selera. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Dulu ganti-ganti, kadang masak bumbu bali dan masakan sederhana lain. Sampe akhirnya anak-anak cocok sama oseng tauge itu dan minta jualan itu aja. Biar jadi ciri khas katanya,” kisah ibu dari 3 anak dan 2 cucu ini.

Dari situ, kuliner ini seolah menjadi ikon dan populer dari mulut ke mulut, kira-kira mulai tahun 2000-an. Hingga kemudian, seorang pelanggan berinisiatif menamai makanan ini dengan istilah Sego Banting.

Ceritanya begini, jadi karena penyajian makanan ini fresh, si ibu bakal sibuk bungkus-membungkus nasi. Karena pesanan yang banyak dan biar cepat, maka setiap nasi yang selesai dibungkus akan dilempar-lempar kecil, seolah dibanting ke dekat pelanggan.

”Ya dari situ istilah Sego Banting itu muncul, ya dari pelanggan sendiri. Akhirnya ya saya menamainya begitu juga,” tutur perempuan asal Jodipan ini.

Soal harga, kemurahannya tak pernah berubah. Awal dulu berjualan dihargai mulai Rp250 hingga kini mentok di angka Rp3 ribu. Namun pelanggan juga bisa memesan nasi sesuai selera dari harga Rp5 ribu, Rp8 ribu dan Rp10 ribu. Lauknya tetap sama, hanya beda porsi.

Suasana dapur yang terus mengepul demi memenuhi permintaan pesanan sego banting yang begitu khas dan melegenda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Suasana dapur yang terus mengepul demi memenuhi permintaan pesanan sego banting yang begitu khas dan melegenda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Suasana dapur yang terus mengepul demi memenuhi permintaan pesanan sego banting yang begitu khas dan melegenda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Suasana dapur yang terus mengepul demi memenuhi permintaan pesanan sego banting yang begitu khas dan melegenda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

”Tapi kebanyakan pelanggan beli yang Rp3 ribu sama Rp5 ribu. Kata mereka itu sedikit-sedikit tapi nagihi. Biasanya 1 orang itu beli 2 sampai 4 bungkus. Kadang pelanggan juga ada yang beli sampai 20 bungkus,” ungkapnya.

Sebagai informasi, untuk mencari lokasi dapur Sego Banting Cak San ini, anda cukup masuk ke Jalan Jombang Gang 1. Nanti tak jauh dari gapura, anda akan menemui plang nama TPA Al-Ihsan. Di sisi kanan, terdapat gang kecil. Jika masih tak jelas, bisa ditanyakan ke warga sekitar.

Sego Banting Cak San hanya buka khusus di malam hari mulai pukul 21.00 – 01.30 WIB. Disarankan untuk datang lebih awal atau anda akan merasakan sensasi mengantre disana. Pasalnya, banyak per orang disana memesan hingga 20 bungkus.

Sebagai alternatif, anda bisa menggunakan jasa driver online. Jangan lupa kasih uang lebih ya karena antrenya bisa berjam-jam. Tentu, ini bisa jadi pilihan tepat berburu kuliner jika harimu sudah kelewat malam.

Tags: Kota MalangKulinerkuliner di MalangMalangrekomendasirekomendasi kuliner
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Jatim Park Group.

Liburan Lebih Hemat! Promo Spesial Tiket Online Jatim Park Group Berlaku hingga 26 Juli 2026

by Dwi Linda
20/07/2026 7:09 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Jatim Park Group kembali menghadirkan promo spesial bagi wisatawan melalui program "Gratis Masuknya, Liburan Hemat" yang berlaku...

Jatim Park.

Dark Ride Mystery of Dungeon Jatim Park 1 Batu, Sensasi Jelajahi Lorong Misterius dengan Efek Visual Spektakuler

by Dwi Linda
20/07/2026 3:10 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Atraksi seru yang beragam dimiliki Jatim Park 1, Kota Batu, terdapat sebuah wahana yang menghadirkan pengalaman berbeda...

Gunung Penanggungan

Mengapa Gunung Penanggungan Disebut Miniatur Mahameru? Ini Sejarah, Bentuk, dan Keistimewaannya

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:45 AM
0

Tugujatim.id – Di antara deretan gunung di Jawa Timur, Gunung Penanggungan memiliki julukan yang cukup populer, yakni Miniatur Mahameru. Sebutan...

Mata Air Jawa Timur

20 Mata Air Jawa Timur Terbesar yang Menjadi Sumber Kehidupan Warga

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:24 PM
0

Tugujatim.id – Jawa Timur dikenal memiliki banyak sumber mata air yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari kawasan pegunungan hingga...

Next Post
Andry Dewanto Ahmad kenakan jas berwarna hijau/tugu jatim

Laku Anti Aku

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID