Berhutang Budi pada Kadinkes Kota Surabaya, Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana Lakukan yang Terbaik untuk drg Febria Rachmanita - Tugujatim.id

Berhutang Budi pada Kadinkes Kota Surabaya, Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana Lakukan yang Terbaik untuk drg Febria Rachmanita

  • Bagikan
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dan Kadinkes Surabaya drg Febria Rachmanita dalam acara sharing komunikasi dan motivasi.
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dan Kadinkes Surabaya drg Febria Rachmanita dalam acara sharing komunikasi dan motivasi. (Foto: Dokumen)

SURABAYA, Tugujatim.id – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana berhutang budi pada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) drg Febria Rachmanita. Sejak Juli 2021 lalu dia telah banyak memberikan bantuan tanpa pamrih kepada Dr Aqua.

Terkait dengan itu maka pembicara laris tersebut berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada Feny, panggilan akrab Febria Rachmanita. Juga memprioritaskan jika ibu dua anak itu sewaktu-waktu membutuhkan bantuannya.

Dr Aqua mengungkapkan hal itu  mengawali Sharing Komunikasi dan Motivasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohamad Soewandhie Surabaya sebanyak 20 sesi selama lima hari, Senin sampai Jumat (1-5/11/2021). Acara yang bertajuk Bincang Motivasi Berkomunikasi dan Melayani itu dihadiri seluruh pegawai rumah sakit tersebut yang jumlahnya sekitar 1.200 orang.

Acara Sharing Komunikasi dan Motivasi itu dibuka oleh Feny yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD dr Mohamad Soewandhie. Turut mendampingi Wakil Direktur Pelayanan dr Billy Daniel Mesak, Sp.B, Wakil Direktur Umun dan Keuangan  Dra Ec Christina Elisabeth M T, serta Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr Arief Setyawan.

Dr Aqua melanjutkan sejak pertama kali komunikasi melalui WhatsApp (WA) dengan Feny pada Juli 2021 lalu sampai sekarang telah banyak bantuan yang diberikan Feny kepadanya. Semua itu sangat bermanfaat buatnya.

Bantuan pertama adalah saat teman akrab Dr Aqua yang menjabat General Manager (GM) Cluster Hotel Pesonna Surabaya dan Gresik Cucun Mansur meninggal pada Jumat (9/7/2021) di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya karena terpapar Covid-19.

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dan Kadinkes Surabaya drg Febria Rachmanita dalam acara sharing komunikasi dan motivasi. (Foto: Dokumen)

Keluarga almarhum Cucun dan karyawannya sempat bingung dan kaget. Setelah mendapat informasi dari petugas Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya bahwa jenazahnya tidak bisa dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya karena Kartu Tanda Penduduk (KTP)nya dikeluarkan di Bandung, Jawa Barat.

Setelah Feny turun tangan akhirnya masalahnya tuntas. Jenazah Cucun bisa dimakamkan di TPU Keputih Surabaya pada Sabtu (10/7/2021), sekitar pukul 02.30.

Sebelumnya, begitu mendapat kabar dari petugas Rumah Sakit Primasatya Husada Citra, keluarganya berpikir dan berencana membawa jenazah Cucun pakai mobil ambulance ke Bandung. Dimakamkan di sana.

Cuma karena sedang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali di jalan bakal banyak hambatan. Meski bisa dijelaskan dengan menunjukkan surat kematian.

Selain itu kasihan jenazahnya. Begitu meninggal karena Covid-19, tidak segera dimakamkan. Jika tidak cepat ditangani sesuai protokol Covid-19 bisa membahayakan orang di sekitarnya.

Kedua, bantuan Feny kepada mantan Wakil Pemimpin Redaksi harian Jawa Pos Fuad Ariyanto yang terkena serangan stroke. Pria yang biasa dipanggil Cak Fu itu adalah teman akrab Dr Aqua. Hubungan mereka sudah seperti saudara.

Dr Aqua Dwipayana saat memberikan materi. (Foto: Dokumen)

Jumat sore (6/8/2021) saat salat Ashar di rumahnya di Surabaya, pada rakaat kedua, Cak Fu tiba-tiba terjatuh. Kena serangan stroke. Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit swasta yang dekat rumahnya.

Begitu masuk ICU rumah sakit tersebut, dokter langsung memutuskan mengoperasi Cak Fu. Setelah lebih dulu minta izin keluarga.

“Persiapan operasinya hanya sekitar 10 menit sejak kami tiba di rumah sakit itu. Untuk memulihkan kesehatan Cak Fu yang kena serangan stroke, saya mengizinkannya. Terpenting kesehatan suami saya segera membaik,” ujar istri Cak Fu, Anisah Fuad sambil mengusap air matanya.

Pada Sabtu dini hari (7/8/2021) operasinya selesai. Siangnya Cak Fu sudah sadar. Sorenya bisa video call dengan keluarga. Termasuk lima cucunya: Aeesha Qanita Azzara, Arsyfa Anindita, Azka Reynand Alkhalifi, Qalesya Sachi Setiawan, dan Qiana Sachi Setiawan.

Cak Fu dan istrinya Anisah tergabung dalam rombongan umrah The Power of Silaturahim (POS) III yang dipimpin wartawan senior Nurcholis MA Basyari. Mereka berangkat pada April 2019 yang diprakarsai dan didanai  Dr Aqua. Oleh jamaah dari Surabaya-Sidoarjo dan sekitarnya Cak Fu diangkat sebagai ketua mereka.

Cak Fu bersama Nurcholis menjadi editor dua buku “super best seller” karya Dr Aqua yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”. Sampai sekarang buku itu telah terjual sebanyak 36 ribu eksemplar.

dr Angela Puspita bersama suami Aditya Primatika.
dr Angela Puspita bersama suami Aditya Primatika. (Foto: Dokumen)

Setelah keluarga berunding, pasca operasi diputuskan Cak Fu pindah perawatannya ke ruang stroke unit lantai 3 RSUD dr Mohamad Soewandhi Surabaya. Tujuannya untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Belakangan saat ketemu Anisah dan putrinya Betta Yustisia Istikhar, mereka menginfokan bahwa pemindahan itu sepenuhnya dibantu Feny. Salah seorang putranya Aldi adalah teman baik anak bungsu Cak Fu, Chairina Okta Wardani yang biasa dipanggil Okky.

Sedangkan untuk semua urusan teknis pemindahan Cak Fu dibantu secara optimal oleh Kepala Bidang Pelayanan dan penunjang Medik RSUD Mohamad Soewandhi Surabaya dr Arif Setiawan.

Begitu mendengar nama Feny, Dr Aqua teringat kejadian pada Jumat malam (9/7/2021) saat Feny membantu mendapatkan makam di Tempat Pemakaman Umum Keputih Surabaya buat Cluster GM Hotel Pesonna Surabaya dan Gresik, Jawa Timur, Cucun Mansur.

“Ibu Feny selama ini dikenal sebagai pejabat Kota Surabaya yang suka membantu. Saya akan kontak beliau untuk minta izin membesuk Cak Fu,” ujar Dr Aqua kepada Anisah dan Betta saat silaturahim ke rumahnya.

Bantuan ketiga Feny mengizinkan Dr Aqua membesuk Cak Fu yang sedang dirawat di RSUD dr Mohamad Soewandhie. Setelah dia tahu bahwa Cak Fu teman akrab dr Aqua.

Pada Rabu (18/8/2021) setelah dua jam ketemu keluarga Cak Fu, Dr Aqua berhasil komunikasi sama Feny. Kemudian mengutarakan niatnya membesuk Cak Fu dan minta izin agar diperkenankan melakukan itu.

“Pak Fuad teman akrab Pak Aqua? Sudah lama kenalnya? Putra saya Aldi memang teman putrinya Pak Fuad, Okky. Silakan kalau Pak Aqua mau membesuk beliau. Nanti di RSUD dr Mohamad Soewandhi ditemani dokter Arif Setiawan,” kata Feny sambil mengirimkan nomor telefon genggam Arif.

Begitu mendapat izin dari Feny untuk membesuk Cak Fu, Dr Aqua sangat bersyukur dan lega sekali. Keyakinannya bahwa Tuhan memberikan jalan atas semua niat baik, terbukti. Hal seperti ini sudah sering dirasakannya.

Kamis siang (19/8/2021) ditemani Arif, Dr Aqua membesuk Cak Fu. Begitu tiba di ruang stroke unit lantai 3 RSUD dr Mohamad Soewandhi, di samping Cak Fu ada Anisah.

Keduanya kaget sekali saat melihat Dr Aqua datang. Cak Fu langsung menangis. “Bro Aqua ini motivator hebat. Beliau teman akrab saya,” ujar Cak Fu kepada dokter Arif. Selama ini Cak Fu biasa memanggil “Bro” kepada dr Aqua.

“Alhamdulillah pemulihannya sangat cepat. Selama ini Cak Fu baik pada semua orang, sehingga mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Cepat sembuh Cak Fu,” tutur Dr Aqua memberi semangat.

Cak Fu dirawat di RSUD dr Mohamad Soewandhie lebih dari dua minggu. Dia dan keluarga sangat terkesan dengan pelayanan dari semua pegawai di rumah sakit itu terutama para tenaga kesehatan (nakes)nya.

“Saya menjalani rawat inap di Unit Stroke RSUD dr Mohammad Soewandhie lebih dari dua minggu, yakni 8–26 Agustus 2021. Layanannya sangat baik. Saya dan keluarga terkesan sekali atas semua kebaikan itu,” ujar Cak Fu.

Bantuan keempat Feny menyiapkan dokter bedah mulut terbaik di RSUD dr Mohamad Soewandhie yakni drg Okky Prasetio untuk “menangani” akar gigi Dr Aqua yang bermasalah. Itu dilakukan Feny setelah Dr Aqua menyampaikan tentang kesehatan giginya kepada Feny.

Saat minta izin untuk membesuk Cak Fu, Dr Aqua sekaligus mengutarakan tentang rencananya periksa giginya yang bermasalah. Itu disampaikannya karena tahu Feny adalah dokter gigi.

Feny yang pekerja keras langsung merespon. Menanyakan detil masalahnya. Setelah Dr Aqua menjelaskan mengenai keluhan giginya, spontan Feny menyebut nama Okky.

“Nanti saat Pak Aqua tiba di RSUD dr Mohamad Soewandhie akan ditemani dokter Arif untuk periksa giginya. Saya akan kontak dokter gigi Okky untuk membantu bapak sampai tuntas urusan giginya,” terang Feny.

Semua ucapan Feny terbukti. Ditemani Arif, Dr Aqua ke ruangan pemeriksaan gigi. Dilayani secara optimal oleh Okky dan timnya hingga tuntas.

“Saya banyak berhutang budi pada Bu Feny. Beliau baik sekali kepada saya. Semua kebaikan itu ingin saya balas. Salah satunya dengan menjadi pembicara pada Sharing Komunikasi dan Motivasi di RSUD dr Mohamad Soewandhie,” kata Dr Aqua yang disambut tepuk tangan seluruh yang hadir. Sedang Feny yang duduk di depan tersenyum mendengar itu.

Optimalkan Kepercayaan

Kemudian Dr Aqua menyampaikan terima kasih kepada Feny atas amanah yang diberikannya untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak 20 sesi kepada sekitar 1.200 pegawainya di RSUD dr Mohamad Soewandhie. Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu tahu amanah tersebut tidak diberikan kepada sembarang orang.

“Di luar sana banyak motivator hebat. Meski begitu mereka tidak seberuntung saya yang mendapat amanah untuk menyampaikan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak 20 sesi kepada sekitar 1.200 pegawai di RSUD dr Mohamad Soewandhie. Saya akan mengoptimalkan kepercayaan itu agar Bu Feny yang mempercayai saya tidak kecewa,” tegas Dr Aqua.

Mantan wartawan di banyak media besar itu melanjutkan merasa sangat bersyukur dan terhormat sekali karena mendapat amanah melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para nakes yang merupakan pahlawan kemanusiaan bagi masyarakat. Jadi berbicara di depan orang-orang yang sangat berjasa terutama selama pandemi Covid-19.

“Merupakan kehormatan besar buat saya bisa Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para pahlawan kemanusiaan bagi masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semua pengabdian dan pengorbanan para nakes,” tutur Dr Aqua dengan serius.

Selama lebih dari satu setengah tahun, tambah bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta itu, para nakes telah berjuang tanpa lelah. Berusaha secara maksimal menyelamatkan nyawa mereka yang terpapar Covid-19. Sementara nyawa semua nakes dan keluarga mereka setiap saat terancam.

Setelah kondisinya reda, jumlah orang yang terpapar Covid-19 turun drastis, menurut Dr Aqua, kinilah saat yang tepat untuk memulihkan semangat semua nakes. Meyakinkan mereka bahwa seluruh aktivitas kemanusiaan yang dilakukan sangat mulia dan bermanfaat sekali buat orang banyak.

“Bersyukurlah para nakes yang selama pandemi Covid-19 bisa membantu sesama dan sampai sekarang tetap sehat. Sementara ribuan nakes termasuk banyak dokter yang meninggal selama pandemi. Enam orang diantaranya pegawai RSUD dr Mohamad Soewandhie,” ujar Dr Aqua.

Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik itu mengingatkan kepada semua yang hadir untuk tidak menyia-nyiakan amanah mulia yang selama telah diperoleh dari Feny. Apalagi sampai menyalahgunakannya. Sekali saja melakukan itu akan merugikan diri sendiri.

“Kepercayaan itu nilainya mahal sekali. Tidak bisa digantikan dengan uang berapa pun. Sekali saja menyalahgunakannya akan rugi sendiri, bahkan bisa selamanya mengalami kerugian,” papar Dr Aqua.

Untuk itu kepada semua pegawai tanpa terkecuali, pesan Dr Aqua agar selalu fokus, serius, sungguh-sungguh, tekun, dan bertanggung jawab setiap melaksanakan tugas-tugasnya. Hindari kesalahan terutama saat melayani para pasien.

Penguasaan Komunikasi

Anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu menjelaskan bahwa salah satu kunci sukses para nakes dalam melaksanakan tugas-tugasnya adalah pada penguasaan komunikasi dan mengimplementasikannya secara konsisten. Hal itu dapat dirasakan langsung oleh orang yang diajak berkomunikasi.

Menurut Dr Aqua kemampuan para nakes di Indonesia di bidang medis tidak kalah dibandingkan nakes di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Bahkan di beberapa bagian lebih hebat dari mereka. Namun untuk komunikasi masih banyak yang mesti diperbaiki dan ditingkatkan.

Penulis buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim ini kemudian menceritakan pengalamanya berkomunikasi dengan banyak nakes. Kemampuan komunikasi mereka beragam, bahkan ada yang membuat pasiennya makin cemas setelah ketemu nakes.

“Harusnya komunikasi para nakes menyejukkan, membuat semua pasien tenang. Bukan malah sebaliknya. Asal ada keseriusan dan kesungguhan serta mau terus-menerus belajar, hal itu bisa diwujudkan,” terang Dr Aqua.

Motivator laris yang sering berbicara di depan para nakes baik di berbagai rumah sakit maupun banyak Fakultas Kedokteran itu kemudian menguraikan bahwa efektivitas komunikasi dapat dijalankan dengan rumus REACH Plus A+C. Hal ini berlaku secara universal di mana saja berada termasuk di rumah sakit.

Aspek pertama adalah sikap menghargai orang lain tanpa kecuali yang diwakili dengan kata “Respect”. Dr Aqua menegaskan di mana pun kita berada, jangan pernah menganggap remeh siapa pun. Hormati dan hargai semua orang.

“Salah satu contohnya saya paling respect sama sopir yang  mengemudikan mobil yang saya naiki. Kenapa, karena ketika saya di mobil, maka keselamatan dan “nyawa” saya dalam perjalanan ada di tangan sopir,” terangnya.

Dr Aqua menunjukkan contoh nyata yang masih aktual yaitu artis sinetron Vanessa Angel dan suaminya Bibi Ardiansyah meninggal dalam kecelakaan maut di Tol Nganjuk, Jawa Timur, pada Kamis (4/11/2021). Penyebab kematian mereka adalah karena sopirnya Tubagus Muhammad Joddy yang gegabah mengemudikan mobilnya.

“Memang itu sudah takdir mereka, tapi penyebabnya adalah sopir yang tidak hati-hati mengemudikan mobilnya. Akibatnya dua nyawa pasangan suami istri melayang. Itu bukti nyata bahwa peran sopir besar sekali saat mengemudikan kendaraan,” tegas Dr Aqua.

Selain sopir, jangan menyepelekan profesi lainnya seperti petugas keamanan dan karyawan kebersihan. Tugas mereka strategis sekali.

“Meski sampai sekarang masih banyak orang yang meremehkan mereka karena profesinya. Itu sama dengan melawan Tuhan yang menciptakan manusia,” tutur Dr Aqua.

Kedua adalah sikap empati (empathy). Sebagian besar orang yang datang ke rumah sakit ada masalah pada kesehatannya. Saat berkomunikasi agar berempati pada mereka.

“Tunjukkan perhatian yang besar pada kesehatan mereka saat berkomunikasi. Itu merupakan upaya agar mereka gembira dan semangat untuk segera sembuh. Jadi belum disentuh bagian tubuhnya yang sakit, pasien telah merasakan perubahan yang signifikan pada sakitnya,” kata pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 23 Januari 1970 ini.

Ketiga adalah “audible” atau dapat dipahami dan dimengerti. Semua pesan yang disampaikan kepada setiap orang  dapat mereka terima.

“Semua pesan yang kita sampaikan kepada setiap orang diupayakan secara maksimal dapat dipahami penerima pesan. Ini sangat penting agar mereka tidak salah memahaminya sehingga umpan baliknya sesuai dengan yang diharapkan,” ungkap penulis buku “super best seller” yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” ini.

Aspek selanjutnya adalah “clarity” atau kejelasan pesan. Tujuannya agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran atau multi interprestasi. Kesalahan dalam menafsirkan sesuatu dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Bahkan bisa fatal.

“Clarity” juga menunjukkan keterbukaan dan transparansi. Saat berkomunikasi sebaiknya kita bersikap terbuka, tidak ada disembunyikan atau ditutup-tutupi.

“Dengan begitu dapat menimbulkan rasa percaya penerima pesan. Tanpa keterbukaan bisa menimbulkan rasa  saling curiga,” papar Dr Aqua.

Terakhir adalah “humble” atau rendah hati. Jangan pernah tinggi hati dan sombong karena itulah awal dari keterpurukan kita sebagai manusia.

“Contohnya adalah jabatan seseorang. Itu ibarat kapas di ujung telunjuk. Begitu ditiup bisa langsung hilang. Sebagai manusia tidak ada yang perlu kita sombongkan. Semuanya milik Tuhan. Kita hanya dititipkan saja. Setiap saat yang kita miliki bisa diambil pemiliknya dan kita diminta pertanggungjawabannya,” tegas Dr Aqua yang sangat rendah hati.

“REACH” menurut laki-laki yang hobi silaturahim ini tidak ada artinya jika tidak dilengkapi dengan huruf ‘A’ dan ‘C’ yakni Action dan Consistency atau Tindakan nyata dan cepat serta Konsistensi dalam pelaksanaannya. Jadi yang paling penting adalah implementasinya pelaksanaannya terus-menerus.

Komunikasi itu lanjut Dr Aqua kelihatannnya sederhana. Bahkan sampai sekarang tidak sedikit orang yang menyepelekannya. Apalagi mereka merasa sejak lahir setiap hari telah berkomunikasi.

“Padahal komunikasi itu vital sekali. Jika tidak hati-hati dalam berkomunikasi dampaknya bisa fatal. Telah banyak contoh mengenai hal ini termasuk di rumah sakit. Salah berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya dapat membuat mereka emosi,” ungkap penulis banyak buku “super best seller” ini.

Kemudian Dr Aqua menyebutkan para nakes dalam aktivitas sehari-hari biasanya melaksanakan komunikasi internal dan eksternal. Keduanya sama pentingnya dan saling terkait.

Dalam melaksanakan komunikasi internal ujar pria yang hobi silaturahim ini yang sering terjadi adalah hambatan komunikasi antara atasan dan bawahan. Itu karena ada dua perbedaan mendasar yakni pengalaman dan pengetahuan.

“Untuk mengatasi masalah itu, setiap atasan sebaiknya dengan rendah hati mau “turun” menyesuaikan dengan kemampuan komunikasi para bawahannya. Hal ini tidak membuatnya dinilai rendah, tapi sebaliknya para bawahan akan respek kepada atasannya yang mereka nilai rendah hati,” ujar Dr Aqua.

Jika semua pimpinan dapat bersikap seperti itu, kata Dr Aqua maka komunikasi di satuan yang dipimpinnya selalu baik dan lancar. Tidak ada hambatan komunikasi antar personil yang bertugas di institusi itu.

“Kalau komunikasi internalnya lancar insya Allah komunikasi eksternalnya baik. Tidak ada hambatan dalam berkomunikasi. Secara signifikan berpengaruh positif pada seluruh aktivitas di rumah sakit,” jelas Dr Aqua.

Menangis Tersedu-sedu

Pada sesi kedua di hari pertama, saat menampilkan slide yang isinya enam foto nakes RSUD dr Mohamad Soewandhie yang meninggal karena terpapar Covid-19, Dr Aqua dan sebagian peserta yang hadir kaget ketika salah seorang peserta perempuan menangis tersedu-sedu. Kejadian itu sama sekali tidak diperkirakan mereka bakal terjadi.

Kemudian Dr Aqua mendatangi peserta yang menangis tersebut sambil menyerahkan wireless. Memintanya mengenalkan diri dan menyampaikan alasannya menangis.

Awalnya peserta itu sulit berkomunikasi karena tangisnya masih terisak-isak. Masker yang dipakainya basah dengan air matanya.

Dr Aqua dengan sabar menunggunya tenang dan berhenti menangis. Butuh waktu agak lama. Sepertinya salah seorang dari yang ada di foto itu sangat terkesan baginya. Mendalam sekali.

“Nama saya Angela. Menjabat sebagai Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD dr Mohamad Soewandhie. Saya merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya kolega saya, dr Berkatnu Indrawan Janguk yang terpapar Covid-19,” tutur dr Angela Puspita, Sp.Em sambil sesenggukan.

Almarhum dr Berkatnu Indrawan Janguk. (Foto: Dokumen)

Selama pandemi Covid-19 di RSUD dr Mohamad Soewandhie ada lima orang nakes dan satu orang pegawai bagian keuangan yang meninggal terpapar Covid-19. Selain dr Berkatnu Indrawan Janguk, lainnya adalah dr Lawu Soekarno, Sri Wahyuni, Dyah Prima Retnani, Suhartatik, dan Haris Prasetyono.

Sedangkan secara nasional hingga Sabtu (30/10/2021) dikutip dari nakes.laporcovid19.org, sudah 2.032 orang nakes meninggal terpapar Covid-19. Paling banyak dokter 730 orang dan perawat 670 orang.

Masih dengan nada terbata-bata, Angela bercerita tentang Indra, panggilan akrab Berkatnu Indrawan Janguk yang meninggal pada Senin (27/4/2020). Setelah dua tahun lebih, tepatnya Selasa (26/2/2019) mulai bekerja di RSUD dr Mohamad Soewandhi.

Angela dan teman-temannya menduga Indra yang bertugas di IGD, terpapar Covid-19 karena menular dari pasien yang tidak jujur terkena penyakit itu. Akibatnya nakes tersebut jadi korban.

Banyak kenangan manis Angela pada salah seorang bawahannya itu. “Dia anak baik, rajin, pintar, lucu, rendah hati. Tidak banyak yang tahu bahwa kedua orangtuanya pejabat di salah satu kabupaten. Bapaknya menjabat sebagai kepala dinas dan ibunya jadi asisten bupati,” terang Angel yang di IGD membawahi 108 nakes termasuk 29 dokter.

Menurut Angel meski kedua orangtuanya pejabat namun sehari-hari Indra tampil sederhana. Kemana-mana pakai sepeda motor butut.

Setiap berangkat kerja, lanjutnya, Indra selalu mampir di Indomaret untuk membeli Sari Roti dan air mineral botol yang dingin.

“Indra suka kumpul bareng teman-teman. Juga senang video call group. Orangnya lucu. Dia pernah menyampaikan keinginannya kepada saya untuk menjadi internist. Katanya ajarin saya dokter Angela,” papar Angela mengutip permohonan Indra.

Perempuan yang berasal dari Sumatera Barat itu menceritakan pengalamannya yang pernah menegur Indra dengan keras karena melakukan suatu kesalahan. Saat melihat mukanya, dia terdiam.

“Indra meminta maaf kepada saya. Dia berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya itu. Indra konsisten memenuhi janjinya. Hingga dia meninggal kesalahannya tidak pernah diulang,” ungkap Angela pelan.

Selama bertugas komunikasi Indra kepada semua orang termasuk ke pasien dan keluarganya bagus sekali. Hal itu membuat dia disukai banyak orang.

Angela bersama timnya di IGD, seminggu beberapa kali berkumpul khusus.untuk berdoa bersama buat Indra. Itu sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada koleganya tersebut.

Almarhum dr Berkatnu Indrawan Janguk (paling kanan) bersama teman-temannya. (Foto: Dokumen)

Angela sangat kehilangan Indra. Sesaat setelah kepergian Indra  dia menuliskan perasaannya itu di beranda Facebook-nya. Isi lengkapnya di bawah ini.

One man down….!!!! One man down….!!!!

Dan dia adalah adek kami lho.. dialah yg berhadapan dengan pasien covid yg g jujur itu…

One doctor down…!!!  One doctor down…!!!

Dan dia adalah salah satu anggota Tim Saya lhoooo.. salah satu sniper kami lhoooo…

Tau nggak sih.. sakit lho kehilangan Salah satu anggota Tim.. shock lhooo kehilangan adek.. drop lhooooo lihat kondisi dia..

Indra anak yang tangguh,
Indra punya jiwa juang yg tinggi,
Dia petarung handal.. Jeli dalam menganalisa kondisi pasien… Dan mampu meresusitasi pasiennya dgn baik..

Saat sakitpun dia masih berusaha tersenyum dan selalu merespon kami dengan baik..

semua selang yg ada di tubuhnya, kabel2 dan pipa alat bantu nafas tidak membuatnya melepas “good response” setiap kami datang memberi support… Selalu angkat jempol, selalu mengangguk ketika kami memberikan injeksi semangat…

Engkau memberikan ragamu untuk menyelamatkan raga yang lain, dengan adanya bantuan screening darimu, banyak masyarakat terbantu dan terselamatkan dari virus covid-19 di pasien tersebut agar tidak menyebar ke orang lain..

Seandainya masyarakat mau jujur, mungkin hal ini bisa dicegah..

Weeeeell…

Akhir kata untukmu dek..

We love you dek..

Perjuanganmu memang telah selesai, tapi semangatmu tetap terasa bersama kami..

Kamu pejuang..
Kamu pahlawan..

Rest in peace dr. Berkatnu Indrawan Janguk, salah satu sniper andalan kami..

Sebelumnya di saat Indra sedang terbaring lemah melawan Covid-19, Angela meluapkan isi hatinya di beranda Facebook. Lengkapnya di bawah ini.

Kami adalah petarung.. kami seperti anggota tubuh yang utuh..

Tapi di saat salah satu Tim kami, salah satu adekku saat ini sedang tersungkur.. rasanya seperti salah satu anggota badan terbelah..

Saaaakiiiiit…..saaakiiit sekali rasanya…

Heeeeey adek kecil… Ayoooooo…!!!! Bangkit.. Ayo semangat…!!! Kami masih menunggumu d battle yang sama…

Kami tunggu di tempat kita biasanya bertemu..

…..

Untuk semua org di luar sana.. jujurlah kepada kami.. jujurlah terhadap apa yang Kalian rasakan.. kami adalah calon korban atas ketidak jujuran kalian.. Kalian tidak tahu apa yang kami rasakan disaat anggota keluarga Kita jatuh terjerembab.. Kalian tidak tahu apa yang keluarga Adek Saya saat ini rasakan..

Stay at home… Flatten the curve.. Ayo.. Kita bisa kok.. semua ini pasti bisa jika Kita mau bekerja sama..

…..

Teruntuk semua keluarga yang mengalami hal yang sama, baik yang mengalami keluarga yang sudah gugur maupun yang sedang berjuang melawan sakitnya.. Kalian hebat diberi kepercayaan oleh Allah mempunyai keluarga yang bekerja sebagai pahlawan, kalian hebat karena dianggap mampu menghadapi cobaan ini..

Salut Saya, salut kami untuk panjenengan2 sedoyo..
Hanya doa terbaik dan tertinggi kami yang bisa kami haturkan untuk saudara seperjuangan..

Kita pasti bisa kalahkan Covid-19 ini… !!!!
Kita pasti bisa survive…!!!

Salam hangat dari salah seorang pejuang Garda Depan..

Cak Fu Tamu Kehormatan

Pada hari kedua di sesi keenam, saat sedang berlangsungnya kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi, seluruh peserta dikagetkan dengan kehadiran Cak Fu, panggilan akrab Fuad Ariyanto. Dia datang ke tempat acara sesudah kontrol sakit strokenya. Hadir sebagai tamu kehormatan*

Begitu berada di ruangan, Cak Fu yang didampingi keponakannya Irfan Ismanu dan menantunya Saiful Agus Setiawan memilih berada di tempat paling belakang.

Dr Aqua yang sedang asyik memaparkan presentasinya begitu melihat ada Cak Fu, langsung memintanya ke depan. Sedangkan mata semua peserta tertuju pada Cak Fu.

Mereka bertanya-tanya tentang laki-laki yang ada di kursi roda itu. Sama sekali tidak menyangka kehadiran Cak Fu.

Dr Aqua Dwipayana bersama Cak Fu (di kursi roda), Kebag Perencanaan dan Evaluasi drg Mohamad Junaedi, Sp.pros. M.Kes (paling kiri) dan perawat di Unit Stroke Erike yuliana Setyowati (dua dari kiri). (Foto: Dokumen)

Dr Aqua bertanya kepada peserta apakah ada yang mengenal Cak Fu? Ada seorang karyawati yang tunjuk jari. Dia adalah perawat di Unit Stroke Erike yuliana Setyowati.

Kemudian Dr Aqua memintanya ke depan. Bersama Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi RSUD dr Mohamad Soewandhie drg Mohamad Junaedi, Sp.pros. M.Kes dan Cak Fu mereka foto bersama.

Selama Cak Fu dirawat di RSUD dr Mohamad Soewandhie, Erike dan teman-temannya dengan totalitas merawat Cak Fu. Hal itu membuat bapak tiga anak tersebut memiliki kesan mendalam.

Begitu terkesannya Cak Fu dengan semua pelayanan yang diterimanya sehingga selalu berpesan kepada keluarganya agar membawa makanan setiap ke RSUD dr Mohamad Soewandhie untuk diberikan ke nakes yang bertugas di Unit Stroke.

Hanya sebentar Cak Fu menghadiri acara itu. Kemudian dia pamit untuk kembali ke rumah buat istirahat.

Setiap kontrol kesehatannya di RSUD dr Mohamad Soewandhie, Cak Fu selalu ditemani keluarganya. Selain Irfan dan Saiful, juga turut mendampingi istrinya Anisah Fuad, putri sulung Betta, dan cucunya Qiana Sheza Setiawan.

Sambutan Feny

Di awal acara Sharing Komunikasi dan Motivasi dalam sambutannya, Feny menyampaikan bahwa acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di
RSUD dr Mohamad Soewandhie merupakan hasil pembicaraannya dengan Dr Aqua pada Agustus 2021 lalu di kantornya Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pemikiran mereka sama yaitu kegiatan ini sangat penting buat seluruh nakes.

“Setelah hampir dua tahun semua nakes berjuang melawan Covid-19, kini saat yang tepat melaksanakan kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Apalagi orang yang terpapar Covid-19 jumlahnya menurun drastis,” ungkap ibu dua putra itu.

Kepada semua peserta Feny meminta untuk menyimak seluruh yang disampaikan Dr Aqua. Dia menilai acara itu sangat penting termasuk yang terkait dengan komunikasi.

Menurut Feny hal yang paling krusial dan mendasar dalam pelayanan di rumah sakit adalah komunikasi. Baik di internal maupun di eksternal terutama dengan para pasien dan keluarganya.

Terkait dengan itu, menghadirkan Dr Aqua sebagai pembicara sangat tepat karena motivator kondang ini adalah pakar Komunikasi. Saat acara Sharing Komunikasi dan Motivasi dapat ditanyakan berbagai hal yang terkait komunikasi.

“Silakan para peserta bertanya pada Pak Aqua jika ada masalah terkait komunikasi. Insya Allah beliau yang memiliki jam terbang tinggi dapat menjawabnya hingga tuntas,” kata Feny.

Perempuan yang tegas dalam memimpin itu menyinggung tentang kesiapan jajarannya mendukung program Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk melaksanakan layanan wisata medis (medical tourism). Untuk mewujudkan itu Pemerintah Kota Surabaya menggandeng berbagai elemen.

“RSUD dr Mohamad Soewandhie termasuk yang dilibatkan untuk mewujudkan jenis wisata yang disebut Surabaya Medical Tourism (SMT) itu. Kita harus siap untuk mensukseskannya,” tegas Feny.

Kunci sukses pelaksanaannya, lanjut Feny, semua pegawai harus bekerja profesional dan menguasai tugasnya masing-masing secara komprehensif. Tidak kalah pentingnya adalah kemampuan di bidang komunikasi.

Dia memperkirakan terkait SMT itu wisatawan yang datang ke Surabaya dari berbagai provinsi. Untuk itu komunikasi nakes harus baik dengan semua pasien dan keluarganya.

Soft launching SMT telah dilaksanakan pada Senin (27/9/2021). Disertai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama tentang penyelenggaraan layanan wisata medis di Kota Surabaya.

Menurut Eri, potensi Surabaya sangat besar untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik, terutama buat  warganya dan yang tinggal di wilayah Indonesia Timur. Medical tourism akan menyuguhkan pelayanan kesehatan terbaik yang ada di Kota Surabaya.

“Jika kami bisa melakukan pelayanan ini, secara otomatis akan menggerakkan ekonomi, pariwisata, perhotelan, restoran, dan semua yang ada di Kota Surabaya,” ujar Eri dalam rilis yang dikirimkan ke berbagai media pada Senin (11/10/2021).

Di akhir sambutannya Feny mengucapkan terima kasih kepada Dr Aqua yang telah berkenan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak 20 sesi di RSUD dr Mohamad Soewandhie.

“Terima kasih banyak kepada Pak Aqua yang telah berkenan selama lima hari memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Semoga semua itu bernilai ibadah. Apalagi beliau menggratiskan semua acara ini,” pungkas Feny yang disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.

Sebagai kenang-kenangan, Feny  memakaikan udeng Jawa Timuran di kepala Dr Aqua dan memberikan plakat yang ada logo Kota Surabaya. Dilanjutkan foto bersama.

Tetap Semangat

Dr Aqua pada Jumat sore (5/11/2021) tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Setelah mengakhiri sesi terakhir dari 20 sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi di RSUD dr Mohamad Soewandhie.

Selama lima hari, Senin sampai Jumat (1-5/11/2021), setiap hari Dr Aqua melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak empat sesi. Jumlah pesertanya rata-rata 60 orang per sesi. Dimulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00.

Meski acaranya marathon, namun Dr Aqua tetap semangat menyampaikan materinya. Sama sekali tidak kelihatan lelah. Hal itu “menular” ke para peserta.

“Setiap melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi, saya selalu antusias menyampaikannya. Sama sekali tidak merasa lelah. Bahkan energi saya bertambah. Apalagi jika melihat para pesertanya semangat,” ungkap Dr Aqua.

Selama Sharing Komunikasi dan Motivasi saat sesi tanya-jawab, banyak yang bertanya. Mulai dari urusan kerja hingga rumah tangga. Dengan sabar Dr Aqua menjawab seluruh pertanyaan mereka.

Beberapa pejabat RSUD dr Mohamad Soewandhie mendukung penuh kegiatan tersebut. Mereka mendapat tugas dari Feny untuk mensukseskan kegiatan Sharing  Komunikasi dan Motivasi yang disampaikan Dr Aqua.

Mereka adalah Kepala Bidang Pelayanan Medik dr Arief Setyawan, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha, Humas, dan Hukum Marhaeni Yuniati, Kasubag Perlengkapan dan rumah tangga Queen Azizah, dan Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi drg Mohamad Junaedi Sp.pros. M.Kes, dan Kepala seksi Pelayanan Medis dr Suprapto.

Mereka semua kompak untuk mensukseskan acara Sharing Komunikasi dan Motivasi itu. Saling membantu dan masing-masing telah ada tugas dan tanggung jawabnya.

  • Bagikan