JEMBER, Tugujatim.id – Berkah Ramadan! Santapan es buah maupun campur menjadi primadona di bulan Ramadan. Hal tersebut membuat sejumlah bahan es di Pasar Tanjung Jember mengalami kenaikan signifikan.
Seperti kolang-kaling menjadi komoditas yang paling terasa lonjakan harganya, naik hingga 50 persen dari Rp15.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.
Yeni Agustin, salah satu pedagang bahan es di Pasar Tanjung, mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut dipicu oleh naiknya harga dari tingkat petani. Di samping itu, permintaan pembeli juga mengalami kenaikan.
“Kolang-kaling dan rumput laut harganya melambung tinggi karena dari petani juga sudah dinaikkan seperti itu. Mungkin ini disebabkan banyaknya permintaan juga di bulan Ramadhan,” ujarnya saat ditemui Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, untuk bahan es jenis laut mutiara, harga terpantau masih stabil dan tidak mengalami perubahan sejak sebelum puasa hingga saat ini.
Di sisi lain, bulan Ramadhan justru berkah. Yeni justru menikmati lonjakan omzet yang luar biasa selama bulan puasa. Ia menyebut kunjungan pembeli meningkat hampir sepuluh kali lipat dibanding bulan-bulan biasa.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, ia menambah jumlah karyawan dari dua orang menjadi delapan orang selama Ramadhan. Tokonya pun beroperasi panjang, mulai pukul 02.00 WIB dini hari hingga pukul 22.00 WIB malam.
Yeni menambahkan bahwa tahun ini omzetnya diperkirakan lebih tinggi dibanding Ramadhan tahun lalu. “Insyaallah lebih ramai sekarang, karena ini panas. Kalau tahun lalu kan hujan,” tuturnya.
Setidaknya, ia memaparkan bahwa bahan es yang paling banyak diburu pembeli adalah cincau. Harganya terbilang terjangkau, hanya Rp4.000 per kilogram, menjadikannya produk terlaris di lapaknya.
Untuk pasokan cincau dan dawet, Yeni mengaku langsung mengambil dari pabrik di kawasan Gading Joyo, Tegal Besar, Jember, sehingga ia menjadi tangan pertama dalam rantai distribusi.
Sementara itu, Putri, seorang penjual es campur musiman di Kecamatan Arjasa mengaku tetap berbelanja meski beberapa bahan mengalami kenaikan.
“Namanya juga jualan, apalagi di bulan puasa ini permintaannya meningkat, sehingga kita tetep jual, selagi harganya tidak terlalu mahal sekali,” singkat Putri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








