MOJOKERTO, Tugujatim.id – Sektor wisata di Kabupaten Mojokerto tersebar di beberapa titik. Berdasarkan data Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, ada sembilan desa wisata. Yaitu Desa Bejijong, Kesiman, Kebontunggul, Penanggungan, Ketapanrame, Ngembat, Claket, Gumeng, dan Selotapak. Lalu bagaimana dengan daerah lain, seperti wisata Dlanggu Mojokerto?
Wisata Dlanggu Mojokerto menjadi topik yang menarik untuk ditelusuri. Dlanggu sebagai salah satu daerah dengan lahan pertanian yang subur tentu memiliki panorama alam yang indah. Ternyata, Dlanggu memiliki satu tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Salah satu wisata tersebut adalah wisata desa BMJ Mojopahit. Rute untuk menuju lokasi wisata desa ini sangat mudah dicapai. Bila calon pengunjung berangkat dari arah Mojosari, cukup menuju ke arah Bangsal. Setelah sampai perempatan Pasinan, Anda silakan belok kiri sejauh 6,8 kilometer. Tepat setelah menemui perempatan dan terlihat jalan cor beton, selanjutnya tinggal lurus lalu dapat dijumpai penanda jalan menuju wisata desa BMJ Mojopahit. Perjalanan tersebut kurang lebih sejauh 17 kilometer.
Namun, bila calon pengunjung berangkat dari arah Kota Mojokerto, calon pengunjung perlu menuju jalur arah ke arah Bangsal. Setelah melewati perempatan by pass Mojokerto, pengunjung perlu lurus saja hingga perempatan Pasinan. Perjalanan ini kurang lebih berjarak sekitar 10 kilometer.

Sebagai objek wisata, fasilitas yang berada di dalam wisata desa BMJ Mojopahit cukup lengkap. Di dalamnya ada kantin, taman bermain anak-anak, kolam renang untuk anak dan dewasa, flying fox, rest area, musala, hingga toilet. Tidak hanya itu, beberapa sekolah di Mojokerto juga cukup sering mengunjungi wisata desa BMJ Mojopahit dengan memanfaatkan area outbound untuk beragam kegiatan seperti pelatihan atau agenda lainnya.

Selain wahana, pengunjung dapat berswafoto dengan memanfaatkan sudut-sudut area wisata desa yang bergaya Mojopahitan. Lalu, tersedia juga kolam ikan yang bisa dijadikan ajang interaksi pengunjung. Dengan merogoh kocek sebesar Rp3 ribu saja untuk membeli pakan, pengunjung dapat memberi makan ikan tersebut.
Menariknya, lokasi wisata desa BMJ Mojopahit berdekatan dengan wisata edukasi lainnya yaitu pabrik pengolahan kakao Cokelat Mojopahit. Dari pabrik pengolahan cokelat tersebut, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana petani yang termasuk Kelompok Tani Mulyo Jati merawat tanaman kakao. Selain itu, dari pabrik tersebut pengunjung disuguhi cara mengolah tanaman kakao hingga menjadi makanan seperti cokelat batangan, bubuk cokelat, keripik cokelat, dan lain-lainnya.
Selain pabrik pengolahan cokelat, wisata desa BMJ Mojopahit juga terkenal dengan adanya patung Gajah Mada raksasa. Patung yang mendapat penghargaan sebagai patung Gajah Mada tertinggi di Indonesia itu mempunyai tinggi 17 meter.

Meski demikian, patung Gajah Mada tersebut nampak kurang berwibawa seperti patung Gajah Mada lainnya. Nampak patung Gajah Mada di wisata desa Dlanggu itu mempunyai mata dan bibir yang lebar. Lalu tangan kanannya dilipat ke dada dengan mengacungkan jempol, kemudian tangan kirinya memegang senjata palu gada. Patung raksasa yang diresmikan oleh Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan pada 8 Desember 2019 ini didominasi dengan warna gelap.
Untuk tiket masuknya, pengunjung perlu membayar Rp15.500 per orang untuk kalangan dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, harga tiket dibanderol sebesar Rp13.500. Namun, harga tiket menjadi berkurang bila sudah berlangganan. Cukup dengan Rp10.500 saja, pengunjung dapat mengunjungi wisata desa BMJ Mojopahit.
Demikian view wisata Dlanggu Mojokerto yang dapat dikunjungi. Jangan lupa mengajak sanak saudara, teman, hingga pasangan untuk melancong dan berwisata ke Mojokerto.








