BMKG: Fenomena Thunderstorm Bikin Dentuman Misterius di Malang Raya Masih Terdengar! - Tugujatim.id

BMKG: Fenomena Thunderstorm Bikin Dentuman Misterius di Malang Raya Masih Terdengar!

  • Bagikan
Ilustrasi fenomena petir atau thunderstorm yang terjadi di Malang Raya. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi fenomena petir atau thunderstorm yang terjadi di Malang Raya. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Hingga Kamis dini hari (04/02/2021), suara dentuman misterius masih terdengar di wilayah Malang Raya. Meski frekuensinya sudah tak sebanyak sebelumnya. Namun hingga saat ini, sumber suara tersebut belum dapat dipastikan mengingat tidak terdeteksi dalam alat sensor mana pun.

Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Karangkates-Malang Makmuri pun masih mendalami terkait sumber suara itu. Dugaan sementara suara itu bersumber dari aktivitas petir. Mengingat, kondisi cuaca ekstrem yang tengah berlangsung sampai saat ini.

“Kalau dilihat dari cuacanya kan hujan turun cukup lebat disertai angin kencang. Bisa jadi, dugaan kami, cuaca ekstrem itu yang menimbulkan petir dan menghasilkan suara seperti dentuman,” terangnya saat dihubungi Tugu Malang, partner Tugu Jatim, Kamis (04/02/2021).

Dia menambahkan bahwa cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Jadi, fenomena alam itu juga artinya masih akan dialami.

Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat  Daryono jaga berpendapat yang sama. Suara dentuman itu muncul dari fenomena thunderstorm alias badai petir di tengah cuaca ekstrem ini.

”Soal itu kami sudah pegang peta datanya. Jelang tengah malam sekitar pukul 01.00-04.00 WIB. Pada pukul 01.00 WIB itu peta (intensitas) petirnya memang banyak,” ungkapnya.

Rinciannya, gelombang petir mulai terjadi pukul 00.00 WIB di timur laut sekitaran Bangil, Jatim. Pada pukul 02.00 WIB, petir juga berada di wilayah Lawang, Kabupaten Malang, Kota Malang, hingga Mojokerto.

Dia mengatakan, terkait sebab gelombang petir hingga menimbulkan suara gema dentuman itu akibat cuaca ekstrem. Saat ini adalah puncak-puncaknya. “Kalau malam itu kan hening. Itu kalau dari kondisi cuaca dan jarak tertentu memang bisa terjadi dentuman petir. Jadi lebih jelas, apalagi dari jauh terdengarnya seperti dentuman yang menggema,” paparnya.

Dia menambahkan, memang ada kemungkinan lain. Tapi, dipastikan dari kemungkinan yang ada itu bukan jawaban. Mulai meteor jatuh, letusan gunung, gempa dangkal, hingga bahan peledak militer.

“Meteor jatuh seperti pernah terjadi di Bali, itu ada lintasannya terlihat di seismograf. Gempa dangkal juga pernah di Jogja pada 2006 dan di Merbabu tahun 2014. Yang paling sering memang karena petir,” tegasnya.

Sebab itu, Daryono mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan khawatir. “Itu sudah pasti badai petir (thunderstorm). Ada aktivitas kelistrikan udara. Jadi, masyarakat tidak perlu cemas,” ujarnya. (azm/ln)

 

  • Bagikan