• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
bo liem tugu jatim

Karyawan Bo Liem Empunala memproduksi onde-onde. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Bo Liem Empunala, Toko Onde-onde di Mojokerto yang Sudah Bertahan 3 Generasi

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kota Mojokerto dikenal sebagai kota terkecil di Jawa Timur. Meski demikian, kota yang kini mempunyai tiga kecamatan itu menyimpan kuliner yang sudah bertahan selama tiga generasi. Kuliner tersebut sesuai dengan julukan Kota Mojokerto, onde-onde.

Nama gerai yang menjual onde-onde tersebut adalah Bo Liem Empunala. Gerai yang berlokasi di jalan Empunala, Balongsari, Magersari, Kota Mojokerto, itu berawal dari bisnis keluarga yang didirikan oleh The Bo Liem.

You might also like

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

30/06/2026 12:15 PM
Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM

“Kakek saya, The Bo Liem atau biasanya dikenal dengan Bo Liem bikin toko onde-onde bareng istrinya. Toko itu berdiri sejak tahun 1929. Outlet yang pertama berdiri itu di jalan Niaga,” terang pengelola Bo Liem Empunala, Elly Krisnayana, pada Jumat (24/2/2023).

boe lim tugu jatim
Karyawan Bo Liem Empunala memproduksi onde-onde. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Wanita kelahiran Surabaya itu merupakan cucu dari Bo Liem. Tercatat toko Bo Liem sudah memasuki generasi ketiga dari sisi pengelolaan.

Awalnya, Bo Liem merintis usaha toko onde-onde dengan satu varian saja yakni isi kacang ijo. Selanjutnya, bisnis itu dikelola oleh ayah dari Elly dengan menambahkan dua varian isi yaitu keju dan coklat. Terkini, setelah dikelola Elly, dia menambahkan varian lain yaitu durian, pisang, dan taro.

“Untuk awalnya, kakek (Bo Liem) menyediakan satu varian saja yaitu isi kacang ijo. Lalu, putranya, ayah saya, menambahkan dua varian yaitu keju dan coklat hingga Bo Liem memiliki tiga varian. Lalu kemudian bertambah durian, pisang, dan juga taro. Total sekarang sudah ada enam varian yang dimiliki,” jelasnya.

bo liem tugu jatim
Onde-onde Bo Liem Empunala. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Onde-one Bo Liem, kata Elly, menggunakan bahan ketan asli tanpa pengawet. Maka, onde-onde miliknya mampu bertahan hingga tiga hari.

“Biasanya kan ada ya onde-onde yang kena udara dikit kulitnya jadi keras. Nah punya kami masih empuk, bisa sampe satu hari empuknya. Dan bahkan bisa sampe tiga hari kalau dihangatkan lagi pake microwave, asal sebelumnya ditaruh di kulkas biar awet,” imbuh wanita alumni UK Petra Surabaya itu.

Maka tak heran dengan bahan baku yang digunakan, untuk onde-onde Bo Liem varian original yaitu kacang ijo dibanderol seharga Rp58 ribu, sedangkan varian campuran mulai keju, coklat, durian, dan taro dihargai Rp63 ribu.

Dari pengakuan Elly, kebanyakan konsumen Bo Liem berasal dari luar kota. Selain itu, juga dari dinas setempat ketika punya acara atau sedang mendapat kunjungan tamu dari instansi lain.

“Kebanyakan dari luar kota, ya. Biasanya karena mampir ke Kota Mojokerto lalu bawa pulang onde-onde kami sebagai oleh-oleh. Dinas-dinas sini juga sama. Karena makanan kamikan memang dikenal sebagai makanan oleh-oleh gitu,” tambahnya.

Karena mayoritas pangsa pasarnya adalah wisatawan, Elly mengakui ketika pandemi Covid-19 kemarin dia cukup terpukul. Pasalnya, pembatasan akibat PPKM membuat tokonya nyaris sepi pembeli. Meski begitu, ia memilih memasarkan produknya lewat jalur daring.

“Memang pandemi efeknya parah ya. Akhirnya saya bikin pengantaran yang order lewat WA (WhatsApp). Kebanyakan saya kirim ekspedisi yang punya layanan satu hari nyampe. Dan puji Tuhan kondisi saat ini sudah mulai membaik juga,” pungkasnya.

Tags: boe liemboe liem empunalaMojokerto
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Next Post
unim tugu jatim

Lantik Ormawa, Rektor Unim Mojokerto Ingatkan Marwah Kepemimpinan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID