Bocah 14 Tahun di Malang Ditemukan Tewas Tertutup Daun Singkong

  • Bagikan
Ilustrasi bocah tewas tertutup daun
Ilustrasi penemuan mayat. (Ilustrasi: Gigih M/Tugu Jatim)

Malang – Sungguh nahas nasib bocah berinisial AP (14) asal Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Ia ditemukan tewas dalam kondisi tertutup daun singkong dengan tubuh mulai membusuk di sebuah ladang singkong tak jauh dari rumahnya, Senin pagi (23/11/2020).

“Jadi memang kita temukan mayat seorang anak laki-laki usia 13 tahun berinisial AP di tengah ladang singkong di Kalipare. Sekarang jenazah sudah kami bawa ke RSSA untuk menemukan apakah ada unsur kekerasan di situ,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo pada Senin (30/11/2020).

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Kini Status Level II Waspada

Andaru menceritakan kronologi kejadian berawal pada Kamis malam (26/11/2020) ia dan kawan-kawannya diketahui sedang nongkrong di sebuah warung kopi. “Dia diketahui ngopi di warung, tapi setelah itu handphonenya mati. Lalu dicari keluarganya dia tidak ada,” bebernya.

Korban diketahui terakhir bisa dihubungi keluarganya pada Jumat dini hari (27/11/2020), sebelumnya akhirnya ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. “Pokoknya dia itu terakhir kontak pada (Jumat) dini hari, lalu waktu dicari tidak ada. Dan sekarang ditemukan kira-kira pukul 09.00 WIB,” tutur peraih Adhi Makayasa di Akademi Kepolisian ini.

Saat ditemukan oleh pemilik ladang, jasad korban diketahui sudah tertutup daun-daun singkong dan tertelungkup. “Saat dia ditemukan, dia sudah dalam keadaan tertutup daun singkong oleh pemilik ladang,” ucapnya.

Andaru juga belum bisa memastikan apakah ada luka dari benda tumpul atau tajam dari tubuh korban. “Lalu karena posisi hujan, sehingga kondisinya agak membusuk. Jadi kita tidak bisa menentukan lukanya dimana,” terangnya.

Baca Juga: Ruang Isolasi Corona di RSSA Kota Malang Penuh, Banyak Tampung Pasien Luar Daerah

“Oleh karena itu harus dilihat di RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, red) dulu hasil otopsinya,” imbuhnya.

Terakhir, Andaru juga belum bisa memastikan apakah korban ini meninggal karena dibunuh atau lainnya. “Penyebab meninggalnya ini apakah wajar atau tidak wajar masih menunggu hasil otopsi di RSSA,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, handphone korban juga belum ditemukan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). (rap/gg)

  • Bagikan