TUBAN, Tugujatim.id – Menyadari Indonesia bukan negara pengekspor minyak bumi, membuat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berupaya memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk menghemat BBM.
Kali ini, giliran Muslimat NU Tuban yang mendapatkan sosialisasi tersebut di salah satu restoran di Tuban, pada Kamis (27/7/2023).
BPH Migas ingin masyarakat paham penghematan energi gas dan minyak yang berasal dari fosil tidak bisa diperbarui.

“Alhamdulillah ibu-ibu tadi paham dan antusias. Bahwa negara kita untuk memenuhi kebutuhan BBM dengan mengekspor dari luar,” ucap Analis Humas BPH Migas, Narcicy Makalew.
Narcicy menyebutkan bahwa dalam sosialisasi ini, ada salah satu ibu-ibu dari Bangilan yang mempertanyakan adakah SPBU untuk petani, sedangkan bagi nelayan diperuntukan khusus di SPBUN.
“Kalau dari payung hukumnya tidak ada khusus untuk petani. Hanya ada untuk nelayan. Yang petani memiliki lahan pertanian di bawah dua hektare bisa menggunakan surat rekomendasi dari camat atau dinas terkait,” jelasnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari yang menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut mengapresiasi kegiatan ini.
“BPH Migas sebagai mitra kami di komisi VII DPR RI, meminta kami untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat, terutama dapil kami, agar tahu dan paham dalam pemanfaatan BBM,” ucapnya.
Reporter: Rochim
Editor: Lizya Kristanti








