YOGYAKARTA, Tugujatim.id — Dinas Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta dan Buddy Pekerti® melatih 300 Guru dan Siswa menjadi agen antibullying.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Maryono, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa bersama dengan gerakan #1MYouthsStopBullying, Kota Yogyakarta berkomitmen untuk zero bullying. Artinya, Kota Yogyakarta bebas kasus bullying di lingkungan sekolah (5/7/2025).
“Inisiasi gerakan antibullying berbasis pendekatan edukatif ini nantinya akan diimplementasikan pada pelaksanaan MPLS di beberapa sekolah di Kota Yogyakarta pada semester ganjil 2025/2026 mendatang,” kata Maryono dalam sambutannya pada sesi Training of Trainer (ToT) Buddy Pekerti® yang dilaksanakan di Joglo, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (5/7/2025).
Sesi ini merupakan rangkaian kegiatan dari gerakan #1MYouthsStopBullying Goes to Yogyakarta, yang dilakukan di empat kabupaten dan satu kota di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan aksi nyata dari Ruber Innovation Lab dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Yogyakarta dan Paragon Corp terhadap isu bullying di lingkungan sekolah.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta sangat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih peduli dan inklusif,” terang Mega Ainun Ayu Wulandari, Project Management Officer Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI) part of Paragon Corp.
Sesi yang dihadiri 300 peserta yang tergabung dari perwakilan kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), dan siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Yogyakarta ini juga turut mengundang dua psikolog ternama, yaitu Ratih Ratnasari, M.Psi., Psikolog yang merupakan psikolog dari Emina dan Oktarina Said yang merupakan psikolog, executive coach, talent advisor, dan juga HR practitioner.
BACA JUGA: ‘Buddy Pekerti’ Ajak Anak Muda Jogja Jadi Penggerak Stop Bullying
Keduanya sepakat bahwa sudah saatnya menormalisasikan zero bullying di lingkungan sekolah. Salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan menggunakan card game Buddy Pekerti®. Tools ini menggunakan pendekatan yang edukatif dan interaktif untuk menjawab permasalahan bullying di lingkungan sekolah karena tools ini mengajak pemain duduk melingkar bersama dan mengobrol secara mindfulness.
Tools ini memantik nilai percaya diri, growth mindset, dan nilai empati para peserta sehingga dengan demikian akan menumbuhkan sikap tangguh terhadap perilaku bullying di Sekolah.

Sementara itu, peserta yang hadir juga berkesempatan mengikuti sesi color analysis dari Wardah dan sesi grooming dari Kahf. Kedua sesi ini membantu peserta untuk tampil lebih percaya diri melalui pemilihan warna yang tepat dalam busana dan gaya berpakaian serta dalam merawat diri.
Selain itu, peserta juga mengikuti sesi art therapy bersama Tita Djumaryo, Founder Ganara Art untuk mengolah seni menggambar menjadi media terapi diri. Sesi ini menjadi pengalaman yang menarik karena membantu peserta lebih mengenal diri sendiri dari sisi penampilan dan ekspresi personal.

Angela Ratri, perwakilan Guru BK dari SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta mengatakan, “Sesi hari ini banyak menambah wawasan dan membantu kami, para guru, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas bullying. Tentunya juga tools Buddy Pekerti® ini mudah untuk diimplementasikan kepada siswa. Nantinya kami akan mengimplementasikan program #1MYouthsStopBulying ini pada sesi MPLS.”
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari instansi pendidikan, inisiasi gerakan #1MYouthsStopBullying menjadi langkah nyata menuju ekosistem sekolah yang lebih aman dan inklusif bagi seluruh siswa.
BACA JUGA: Rico Juni Artanto Bekali 150 Relawan di GIK UGM Jadi Buddies Sekolah Cegah Bullying
Diharapkan, melalui pelatihan kreatif berbasis media Buddy Pekerti® serta keterlibatan aktif guru dan siswa, pesan anti-perundungan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi mengakar kuat dalam budaya sekolah sehari-hari. Inilah momentum awal bagi Yogyakarta untuk menjadi pelopor gerakan pendidikan yang berani bersuara dan bertindak melawan bullying.
Ruber Innovation Lab adalah ruang aksesibel bagi generasi muda untuk memformulasikan inovasi di berbagai sektor dalam tujuan memberikan dampak yang luas terhadap permasalahan di lingkungan masyarakat dengan berkelanjutan. Fokus Ruber Innovation Lab adalah social product development, people development, open innovation & creative space, community engagament & collaboration, impact reporting. Bersama Tugujatim.id, Ruber Innovation Lab berkolaborasi dalam melakukan pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Achmad Rifqi
Editor: Darmadi Sasongko








