Malang, Tugujatim.id – Ratusan nara pidana mendapatkan kesempatan buka bersama keluarga di balik jeruji besi Lapas Kelas I Malang. Kesempatan itu menjadi obat rindu bagi napi dan anggota keluarga.
Sejak sore, keluarga napi sudah antre panjang mengular di depan meja registrasi. Mereka membawa hidangan spesial untuk bukber dari rumah masing masing.
Semua makanan harus diperiksa untuk menjaga keamanan maupun upaya penyelundupan barang terlarang.
Suasana hangat terasa saat ratusan napi akhirnya dapat duduk bersama keluarga untuk buka puasa bersama.

Sontak saja, hidangan sederhana yang dibawakan keluarga dari rumah menjadi terasa istimewa.
Bagi napi, kesempatan ini menjadi momen yang sangat berharga sebagai obat rindu keluarga. Ramadan terasa lebih bermakna meskipun harus dijalani dari balik jeruji besi.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji turut memantau langsung jalannya layanan kunjungan keluarga napi untuk bukber tersebut. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan beberapa warga binaan dan keluarga yang hadir.
“Ini bagian dari upaya menghadirkan pelayanan humanis dan memberi ruang kebersamaan bagi warga binaan dengan keluarganya di bulan Ramadan,” ujarnya.

Teguh mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan kunjungan sekaligus berbuka puasa bersama tersebut dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas I Malang, Eksa Rahnuzulian memastikan bahwa pelayanan kunjungan selama Ramadan kali ini menjadi perhatian penting agar pelaksanannya tetap berjalan tertib, aman dan kondusif.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian layanan kunjungan berbuka puasa ini berjalan lancar. Semoga momen kebersamaan ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti proses pembinaan dengan baik,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








