SURABAYA, Tugujatim.id – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI), warga mulai bersolek dengan pernak-pernik serba merah putih.
Menjadi bulan kemenangan bagi Indonesia, Agustus juga membawa keuntungan bagi produsen bendera merah putih di kawasan Darmo Kali, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Meski terbilang ramai, salah satu produsen bendera Bandung Jaya, Muhammad Aris mengungkapkan bahwa penjualan tahun ini tak begitu mengalami peningkatan yang signifikan.
“Tahun lalu bisa meningkat sampai 80 persen karena habis pandemi (Covid-19) jadi euforianya lebih terasa. Tahun ini mungkin 50 persen karena mungkin masyarakat ada yang ganti (bendera) ada yang tidak,” katanya, pada Minggu (4/8/2023).
Meski tidak mengalami peningkatan, omzet yang didapat Aris sejak Juli hingga Agustus ini dalam sebulan bisa mencapai Rp50 juta. “Kalau tahun kemarin mungkin sekitar Rp75 juta, tapi kalau tahun ini mungkin Rp50 juta, tapi itu belum final karena biasanya masih ramai sampai tanggal 18 Agustus,” ungkapnya.
Pernah-pernak yang dijual oleh Aris dibanderol dengan harga mulai belasan hingga puluhan ribu rupiah. Bendera, umbul-umbul, background, ronce, tiang, umpak, lampu, dan masih banyak lagi.
“Tahun ini paling laris ronce, kalau ngecer per 3,5 meter harganya Rp15 ribu,” imbuhnya.
Namun, untuk pernak-pernik atau aksesoris, Aris mengaku tidak semua jenis ia memproduksi sendiri. Sebagian barangnya Aris mengambil dari produsen lain. “Sebagian produksi sendiri, sebagian ngambil,” ucapnya.
Dibantu oleh belasan karyawannya, Aris dan keluarganya telah memproduksi bendera sejak puluhan tahun lalu. Kini, ia telah berhasil menggait sejumlah distributor untuk bermitra. “Kalau distributornya kebanyakan dari luar daerah. Tuban, Bojonegoro, Gresik, Lamongan, Surabaya banyak, terus Bandung sendiri, sama ada beberapa daerah lain,” pungkasnya.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti








