Bulog Kediri Akui Tolak Gabah Petani Sekitar 30 Ton Setiap Hari

  • Bagikan
Kepala Pimpinan Cabang Bulog Kediri, Kamin Siregar (kanan) ketika ditemui Tugu Jatim, Senin (22/3/2021). (Foto: NOE/Tugu Jatim)
Kepala Pimpinan Cabang Bulog Kediri, Kamin Siregar (kanan) ketika ditemui Tugu Jatim, Senin (22/3/2021). (Foto: NOE/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Adanya wacana pemerintah pusat akan melakukan impor beras juga mendapatkan tanggapan dari petani di Kediri. Petani mengeluhkan adanya gabah dan beras yang sulit terserap di Perum Bulog Kediri. Bahkan, Bulog Kediri mengejutkan mengakui adanya penolakan gabah dan beras petani yang masuk ke Bulog sampai 30 ton per hari.

“Memang ada beberapa kegiatan yang masuk tidak sesuai dengan ketentuan, contohnya masih ada gabah hijau dan ada gabah yang terendam oleh air,” terang Kepala Pimpinan Cabang Bulog Kediri, Kamin Siregar, kepada Tugujatim.id, Senin (22/3/2021) pagi.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Ia mengakui ada sekitar 30-40 ton beras per hari yang ditolak Bulog Kediri karena ada spesifikasi atau ketentuan yang tidak sesuai dari petani. Sehingga, Bulog tidak menerima gabah dan beras dari petani secara langsung.

Meski demikian, Kamin menjelaskan sampai saat ini pihaknya sudah menyerap gabah sebanyak 150 ton dan beras 600 ton.

Sesuai Permendag no 24/2020, kata Kamin, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 4.200 per kg dan di tingkat penggilingan Rp 4.250 per kg.

Salah satu petani asal Kediri tengah mengeringkan gabah miliknya. (Foto: NOE/Tugu Jatim)
Gabah yang tengah dikeringkan oleh pemiliknya di Kediri. (Foto: NOE/Tugu Jatim)

Sedangkan HPP untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp 5.250 per kg dan di gudang Bulog Rp 5.300 per kg, sedangkan beras di gudang Bulog Rp 8.300 per kg.

Untuk kualitas GKP ditentukan kadar air maksimal 25% dan hampa kotoran sebesar maksimal 10%, sedangkan untuk kualitas GKG ditentukan kadar air maksimal 14% dan hampa kotoran sebesar maksimal 3%. Untuk kualitas beras medium ditentukan kadar air maksimal 14%, derajat sosoh minimal 95%, butir patah maksimal 20% dan menir maksimal 2%.

“Stok yang dimiliki Bulog saat ini sekitar 10.300 ton, kita terus melakukan penyerapan gabah dan beras. Sesuai target yang diberikan cabang kediri, serapan gabah beras 10.700 ton dan beras 19.700 ton. Kami bekerja sama dengan mitra di wilayah kami, gapoktan, poktan, dan petani langsung. Terkait penolakan mungkin petani bisa bekerja sama dengan petani agar harganya bisa naik,” imbuhnya.

Sementara itu, Suyitno, 48, petani asal Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mengakui adanya penolakan sekitar 11 ton gabah miliknya usai dipanen kisaran Februari sampai Maret ini.

“Waktu panen dikerjain saja, tapi ke depan gimana lagi. Biasanya hanya dijual ke Bulog, kalau bisa dikirim kan Bulog, bisa lab di sini, nanti bisa terjual,” pungkas Suyitno. (noe/gg)

  • Bagikan