JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya di tengah efisiensi anggaran, termasuk di bidang pendidikan. Dia mengumumkan alokasi anggaran perbaikan sekolah yang terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember.
Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Fawait dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar bersamaan dengan Hari Otonomi Daerah ke-29 yang berlangsung pada Senin (05/05/2025).
Baca Juga: Pertimbangan Kesehatan CJH, Gus Fawait: Keberangkatan Dipusatkan di Tanggul
“Kami telah melihat anggaran pendidikan dalam 10 tahun terakhir dan memutuskan hari ini untuk mengalokasikan anggaran pendidikan, baik terkait peningkatan SDM maupun pembangunan sekolah. Insyaa Allah, anggaran tahun ini hasil efisiensi anggaran untuk perbaikan sekolah akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember,” tegas Bupati Fawait.
Efisiensi yang Bermanfaat untuk Masyarakat
Bupati Fawait menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti APBD disimpan di perbankan, melainkan dialokasikan ulang untuk kebutuhan yang langsung menyentuh masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan efisiensi anggaran.

“Efisiensi bukan berarti APBD-nya disimpan di perbankan, tetapi pada intinya efisiensi itu adalah realokasi kepada kebutuhan-kebutuhan yang langsung menyentuh masyarakat,” jelas Gus Fawait.
Semangat efisiensi juga tercermin dalam penggabungan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah dalam satu acara.
“Acara ini sengaja digabung sebagai bentuk semangat efisiensi,” ungkapnya.
Pendidikan sebagai Kunci Pengentasan Kemiskinan
Sebagai seseorang dengan latar belakang pendidikan S1 hingga S3 di bidang ekonomi, Gus Fawait menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalur utama pengentasan kemiskinan.
“Yang akan Allah angkat (derajatnya), salah satu faktor utamanya adalah pendidikan. Bahkan saya sebagai orang yang menempuh pendidikan S1 sampai S3 di bidang ekonomi, selalu diajarkan bahwa dalam jangka panjang untuk mengurai dan mengentaskan kemiskinan, jalur yang paling utama adalah pendidikan,” papar bupati yang juga berlatar belakang santri tersebut.
Keberpihakan pada Guru dan Dunia Pendidikan
Dalam sambutannya, Bupati Fawait juga menyinggung kebijakan yang memudahkan para guru dalam menjalankan tugasnya, termasuk kebijakan absensi.
“Kalaupun harus absen, bisa absen dari rumahnya masing-masing. Kalau ada guru yang dipersulit urusan absen, WA ke Wadul Gus’e, pasti saya tindak,” tegas Fawait.

Dia juga mengingatkan kebijakan yang diambilnya saat pertama kali dilantik.
“Hal pertama yang saya ambil adalah membuat surat edaran: kalau murid libur, maka guru juga wajib libur,” ujarnya.
Penyederhanaan Kegiatan Seremonial
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fawait juga menyarankan penyederhanaan kegiatan seremonial seperti upacara.
“Ke depan jangan sering-sering upacara. Kasihan saya lihat peserta upacara apalagi yang di plesteran ini, pasti yang paling panas. Ke depan ambil pokok-pokoknya saja. Ambil yang penting-penting saja, semua penting. Tapi yang prioritas terutama kalau 17 Agustus kita wajib upacara,” terang Bupati Fawait.
Tugas utama aparatur pemerintah sesuai dengan filosofi otonomi daerah adalah memberikan pelayanan publik yang terbaik dan cepat kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jember.
Baca Juga: PT Imasco Kembali Operasi, Bupati Fawait Tegaskan Jember Ramah Investasi
Komitmen bupati periode 2025-20230 itu terhadap dunia pendidikan juga ditunjukkan melalui program pelatihan untuk guru-guru pendidikan agama Islam.
“Ini bentuk dari keberpihakan kami sebagai pemimpin Kabupaten Jember kepada dunia pendidikan,” tambahnya.
Dengan alokasi anggaran perbaikan sekolah yang besar, Kabupaten Jember diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan yang akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








