Bupati Kediri Minta DKPP Awasi Lalu Lintas Hewan Ternak dengan Suspect PMK

Bupati Kediri Minta DKPP Awasi Lalu Lintas Hewan Ternak dengan Suspect PMK

  • Bagikan
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (kanan), bersama Kepala DKPP untuk mengawasi lalu lintas hewan. (Foto: Dokumen)

KEDIRI, Tugujatim.id – Kasus PMK yang mulai muncul di Kabupaten Kediri menjadi kewaspadaan Pemerintah Kabupaten Kediri. Hal ini membuat Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, tancap gas dalam pengawasan lalu lintas hewan ternak. Terlebih ada hewan ternak di beberapa kecamatan yang sudah terindikasi gejala PMK.

“Lalu lintas hewan harus dijaga ketat, karena penyebaran awal dari lalu lintas ini. Apalagi ini mendekati Idul Adha,” terang Dhito.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menambahkan, keseluruhan kasus suspect PMK ada 76 kasus untuk sapi dan 2 ekor kambing yang tersebar di delapan desa yang ada di Kecamatan Kandangan, Puncu, Kepung, Kayen Kidul, Kandat dan Ngadiluwih.

Sementara untuk lalu lintas hewan ternak dari daerah yang ditemukan kasus suspect itu di tutup. Sebab diakui, yang paling penting dalam penanganan PMK yakni menjaga mobilitas ternak. Pihaknya menghimbau bilamana ditemukan tanda-tanda PMK untuk segera dilaporkan supaya dilakukan pengobatan.

“Kami dorong kalau ada gejala jangan dijual karena itu bisa menyebarkan, tapi laporkan ke petugas terdekat biar kami obati,” ucapnya.

Lebih detail diterangkan, untuk penanganan hewan ternak yang suspect PMK yakni desa yang ditemukan kasus suspect itu tidak diperbolehkan ada hewan ternak yang masuk maupun keluar. Kemudian, dilakukan penyemprotan massal di seluruh kandang peternak.

“Mekanisme penyemprotan tidak petugas yang keliling karena ini juga rawan penularan. Sesuai kesepakatan kepala desa dan kasus peternak wajib menyemprot sendiri-sendiri dengan pengawasan,” terangnya.

DKPP diakui Tutik, telah membagi desinfektan untuk penyemprotan kepada seluruh peternak. Kemudian untuk untuk sapi yang sakit telah diobati oleh dokter hewan dan membaik. Pun begitu diakui kasus itu cepat menyebar ke sekitar terutama di daerah yang padat populasi hewan ternaknya. (Adv)

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan