• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Butet Kartaredjasa.

Seniman Butet Kartaredjasa saat konferensi pers di Surabaya, Rabu (06/12/2023). (Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim)

Geger! Seniman Butet Kartaredjasa Ungkap Kronologi Intimidasi Polisi Tak Boleh Bicara Politik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
2 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Belakangan, geger soal seniman Butet Kartaredjasa yang mengaku mendapat intimidasi dari pihak kepolisian, tidak boleh memuat unsur politik dalam pentas teaternya.

Butet Kartaredjasa sebelumnya menggelar pentas teater berjudul “Musuh Bebuyutan” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (01/12/2023).

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Pentas tersebut merupakan agenda tahunan, memasuki tahun ke-41 yang digelar oleh Forum Budaya Indonesia Kita. Tema dalam pentas seni tersebut adalah pertarungan politik yang terjadi di antara dua pihak yang sebelumnya bersahabat.

“Dua hari yang lalu saya mencicipi peristiwa, kronologi tentang intimidasi dari pertunjukan teater saya,” kata Butet Kartaredjasa dalam mengawali penjelasannya di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, Rabu (06/12/2023).

Butet mengklaim jika intimidasi tersebut terjadi kali pertama terjadi lagi setelah 1988, setelah Indonesia mengalami masa reformasi.

“Sejak 98 ketika rezim militer itu selesai, setiap saya bikin seni pertunjukan, siapa pun, bukan hanya saya, tidak ada lagi insiden, semua berjalan normal. Saya main monolog, main dengan teater Gandring, Kma, program Indonesia Kita tidak ada masalah,” ucapnya.

Menurut dia, sejak dahulu izin mengadakan pertunjukan seni menggunakan SKB (Surat Keputusan Bersama) yang berkaitan dengan kebebasan berpendapat. Dalam surat keputusan tersebut, seniman boleh mengadakan pertunjukan asal tidak mengganggu ketertiban umum.

“Izin sejak dulu itu pakai SKB, dasarnya dalam negeri kepolisian. Izin dari polisi itu seharusnya hanya untuk kesenian yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Pria yang berprofesi sebagai aktor tersebut juga mengatakan jika selama ini para seniman tidak pernah mengadakan pertunjukan atau pentas di tempat terbuka dan berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Tapi kenapa kesenian mainnya di Taman Seni, Taman Budaya Komunitas Seni, cukup pemberitahuan saja karena tidak ada gangguan ketertiban umum,” beber putra fotograper senior Bagong Kussudiardja tersebut.

Menurutnya, tugas dan tanggung jawab polisi adalah mengantisipasi adanya ancaman yang dapat mengganggu ketertiban umum. Tapi dalam kasusnya, Butet mengungkapkan jika dirinya mendapat intimidasi secara tertulis. Bukan ancaman verbal maupun fisik.

Dalam penuturannya, Butet mengaku jika sebelum pentas dimulai, dia dipaksa untuk menandatangani surat penyataan yang menegaskan jika dalam pertunjukannya tidak boleh memuat unsur politik, pemilu, atau hal-hal yang berbau kampanye.

“Tetapi, dalam pertunjukan kemarin Indonesia satu seminggu sebelumnya, saya harus menandatangani surat, yang salah satu itemnya berbunyi, ‘saya harus mematuhi tidak bicara politik. Acara saya tidak boleh untuk kampanye, tidak boleh ada gambar, tidak boleh urusan pemilu’,” tegasnya.

Menurut seniman berusia 62 tahun tersebut, surat penyataan itu merupakan salah satu intimidasi yang ditujukan kepada para seniman agar tidak berbicara politik di depan publik.

“Saya tidak boleh bicara politik, ini pertama kali sejak 98. Dan saya menandatangani. Itulah menurut saya intimidasi. Intimidasi tidak harus pertemuan langsung, ada pernyataan verbal dari polisi, datang marah-marah tidak begitu,” ujarnya.

Writer: Izzatun Najibah

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniKota Surabaya hari iniPentas seniman Butet KartaredjasaPolisi intimidasi seniman Butet KartaredjasaSeniman Butet KartaredjasaSeniman Butet Kartaredjasa diintimidasi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Butet Kartaredjasa.

Polisi Klaim Tak Ada Unsur Intimidasi, Butet Kartaredjasa: Saya Tidak Menuduh!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID