Tugujatim.id – Belakangan, dried flowers atau bunga kering semakin populer di kalangan pencinta dekorasi dan seni estetika. Tidak hanya digunakan sebagai hiasan rumah, tetapi juga menjadi pilihan utama untuk hampers, dekorasi pernikahan, hingga properti foto yang memberikan kesan klasik dan elegan.
Melansir dari jurnal Studies on Comparative Techniques For Dry Flower Production dalam International Journal of Pharma and Bio Sciences, industri dried flowers atau bunga kering berkembang pesat, termasuk di India yang mengekspor lebih dari 500 varietas bunga ke 20 negara. Segmen potpourri saja bernilai Rs. 55 crore, sementara Amerika Serikat menjadi konsumen terbesar dengan impor mencapai US$ 2,4 juta per tahun.
Berbagai metode pengeringan digunakan, mulai dari pengeringan udara yang ekonomis, pengepresan klasik, oven udara panas, hingga penggunaan boraks dan gel silika. Oven udara panas memberi hasil bunga kering berkualitas tinggi, sedangkan gel silika cocok untuk bunga halus. Pengepresan juga masih dipakai untuk persiapan herbarium dalam studi botani.
Keunggulan Dried Flowers
Keunggulan utama dried flowers terletak pada daya tahannya. Jika dirawat dengan baik, bunga kering dapat bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Selain itu, bentuk dan warnanya yang lembut memberi nuansa rustic dan vintage yang kini sedang digemari anak muda di media sosial seperti Instagram dan Pinterest.

Tidak hanya indah, dried flowers juga dinilai lebih ramah lingkungan. Karena bisa digunakan berulang kali, penggunaannya mengurangi limbah bunga segar yang sering terbuang setelah acara berlangsung. Beberapa pelaku UMKM bahkan menjadikannya sebagai produk kreatif bernilai jual tinggi, mulai dari rangkaian buket, hiasan dinding, hingga suvenir pernikahan.
Kekurangan Dried Flowers
Meski menarik, dried flowers juga memiliki beberapa kekurangan. Proses pengeringan membuat bunga menjadi mudah rapuh, sehingga lebih cepat rusak akibat kelopak yang kering.
Selain itu, waktu pembuatan dried flowers relatif lebih lama. Metode alami, seperti menggantung dan mengubur bunga, bisa memakan waktu lebih dari dua minggu. Sementara itu, penggunaan oven memang lebih cepat, kurang dari satu hari, tetapi membutuhkan suhu rendah yang dijalankan selama berjam-jam, sehingga konsumsi listrik menjadi lebih tinggi.
Bunga Apa yang Terlihat Paling Bagus jika Dikeringkan?
Kebanyakan bunga dapat dikeringkan, namun beberapa bunga lebih rapuh daripada yang lain. Saat dikeringkan, beberapa jenis bunga menjadi sangat rapuh, yang dapat menyebabkan kelopak bunga rontok.
Berikut beberapa jenis bunga dan rumput terbaik untuk dikeringkan:
- Bunga Baby’s Breath
- Mawar
- Bunga Kapas
- Tanaman Gandum
- Tanaman Ilalang
- Bunga German Statice
- Bunga Amaranth
Cara Membuat Dried Flowers
1. Menggantung Bunga
Cara ini paling mudah dilakukan, tetapi membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Bunga dipisahkan dari daun yang tidak perlu, dibiarkan sebagian daun yang dekat kuntum bunga. Kelompokkan bunga 3–5 batang, ikat pangkal batang dengan tali, lalu gantung terbalik di tempat yang sering terkena sinar matahari. Setelah kering, semprotkan hairspray agar bunga tetap awet.
2. Menindih Bunga
Cocok untuk bunga kecil seperti melati atau lavender. Bunga ditata rapi di atas kertas koran, ditutup kertas lagi, lalu ditindih dengan buku tebal. Cara ini lebih cepat, hanya sekitar satu minggu.
3. Mengubur Bunga di Pasir
Siapkan kardus, pasir halus, dan garam. Isilah sebagian kardus dengan pasir dan campur garam, letakkan bunga di atasnya, tutup dengan pasir tanpa menutupi bunga sepenuhnya agar tetap mendapat udara. Proses ini lebih lama, sekitar 20 hari. Bersihkan pasir yang menempel dengan kuas kecil, lalu semprot hairspray.
4. Meng-oven Bunga
Hanya bisa dilakukan dengan oven konveksi. Gantung bunga menggunakan kawat halus, oven dengan suhu rendah (38⁰C/100⁰F) selama beberapa jam, kemudian biarkan bunga kembali ke suhu ruang. Gunakan hairspray sebagai pengawet.
5. Dengan Silica Gel
Untuk bunga halus, gunakan wadah kedap udara dan lapisan silika gel. Letakkan bunga di atasnya, tutupi dengan lapisan gel lainnya, dan diamkan 3–7 hari. Setelah kering, keluarkan bunga dengan hati-hati dan bersihkan sisa gel dengan kuas.
Dengan tampilan alami dan maknanya yang romantis, dried flowers kini bukan sekadar dekorasi, tapi juga simbol keindahan yang abadi. Tren ini menunjukkan bagaimana kreativitas dapat mengubah sesuatu yang sederhana menjadi karya seni bernilai estetika tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








