Tugujatim.id – Aset kripto belakangan mulai dikenal secara luas oleh masyarakat. Hingga akhirnya muncul istilah airdrop kripto. Bagaimana cara kerjanya?
Selain dikenal oleh pelaku ritel, perlahan aset kripto juga diadopsi oleh lembaga-lembaga papan atas, bahkan lembaga besar seperti Fidelity Investments, HSBC dan Commerzbank, Goldman Sachs, BlackRock, PostFinance hingga DBS Bank.
Nah, untuk mendapat aset kripto, selain membeli langsung melalui bursa (exchange), terdapat beberapa metode lain seperti menambang atau mining menggunakan perangkat mahal nan canggih, hingga mengikuti aktivitas pemasaran (marketing) melalui program airdrop.
Baca Juga: Tiga Aset Kripto Cetak Rekor ATH Baru Jelang Akhir November 2024
Airdrop kripto merupakan aktivitas pemasaran yang melibatkan pemberian aset kripto secara gratis kepada individu atau komunitas. Airdrop kripto juga merupakan salah satu fitur yang tersedia dalam jaringan aset kripto.
Airdrop kripto sendiri bertujuan meningkatkan kesadaran akan sebuah aset kripto. Selain itu, adanya airdrop untuk meningkatkan sirkulasi token atau koin baru. Adanya airdrop juga membantu proyek baru saat memperkenalkan token yang baru hadir kepada komunitas kripto.
Kehadiran airdrop juga diiringi dengan pemberian insentif kepada pengguna yang setia atau aktif dalam proyek tersebut. Selain bertujuan juga untuk meningkatkan adopsi platform atau ekosistem proyek, airdrop kripto juga sering memberikan atau mendistribusikan token gratis ke komunitas bila ada jaringan baru.
Cara Kerja Airdrop Kripto
Setelah proyek diluncurkan, airdrop biasanya berjalan apa adanya, sambil melihat sejauh mana pengguna dapat aktif atau tidak. Setelah proyek aktif beberapa waktu, biasanya airdrop berlanjut dengan pengambilan snapshot untuk mendata semua pengguna token yang aktif pada blockchain tertentu.
Setelah snapshot rampung, pemilihan penerima airdrop dilakukan berdasarkan beberapa kriteria, termasuk jumlah token yang diterima saat snapshot diambil dan lamanya token disimpan oleh pengguna aktif. Selain itu, distribusi token baru kepada pengguna tersebut seringkali berdasarkan saldo yang tercatat dalam snapshot.
Jenis Airdrop Kripto
Airdrop kripto sendiri mempunyai beberapa jenis, di antaranya:
1. Airdrop Standar
Seperti namanya, airdrop ini adalah airdrop paling standar dan sederhana. Umumnya, airdrop standar ini mempunyai jumlah token terbatas. Tak hanya itu, proses distribusinya bersifat tetap. Guna mendapatkan token secara gratis, pengguna hanya perlu memberikan alamat dompet kripto serta informasi dasar.
2. Holder Airdrop
Jenis kedua airdrop kripto adalah Holder Airdrop. Dalam airdrop ini, pengguna harus menyimpan token dalam jumlah tertentu dalam dompet kripto agar mendapatkan token gratis. Jumlah token yang nanti akan didapatkan tergantung pada banyaknya koin yang dimiliki dan lamanya waktu penyimpanan token.
3. Exclusive Airdrop
Tak seperti jenis airdrop sebelumnya, airdrop eksklusif ini mengharuskan masyarakat harus diundang secara eksklusif oleh tim atau mitra proyek. Agar mendapatkan undangan tersebut, syarat yang dikenakan bervariasi, seperti kontribusi hingga reputasi pengguna proyek.
4. Bounty Airdrop
Airdrop bounty sendiri bisa didapatkan oleh pengguna proyek yang telah menyelesaikan tugas. Tugas yang dimaksud biasanya berupa tugas untuk menulis ulasan, membagikan konten di media sosial, mengikuti akun-akun media sosial, dan sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








