SURABAYA, Tugujatim.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka program Surabaya Emas pada Sabtu (20/06/2026). Program ini bertujuan untuk mengurangi angka pra stunting yang ada di Kota Pahlawan.
Pra stunting sendiri adalah fase awal terjadinya gangguan pertumbuhan sebelum anak masuk ke kondisi stunting. Fase ini ditandai dengan masalah gizi dan kenaikan berat badan yang tidak sesuai grafik pertumbuhan anak.
Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan melalui program Surabaya Emas ini Pemkot Surabaya bersama sejumlah dinas terkait akan memberikan pendampingan selama 2 bulan kepada para anak-anak yang terindikasi pra stunting.
820 Anak di Surabaya Terindikasi Pra Stunting, dan 302 Anak Derita Stunting
Berdasarkam data Dinas Kesehatan Surabaya, hingga saat ini terdapat 820 anak yang terindikasi pra stunting, dan 302 anak yang menderita stunting. Dengan adanya program Surabaya Emas ini diharapkan dapat memberi intervensi untuk mengurangi angka gizi buruk di Surabaya.
“Jadi pra stunting ini mereka belum stunting ya, tapi kalau dibiarkan terus nanti bisa menjadi stunting. Kita bekerja sama dengan dinas pertanian, kesehatan, dan DP3AAPPKB akan melakukan pendampingan selama 2 bulan,” kata Rini, Sabtu (20/06/2026).
Rini menambahkan selama 2 bulan anak anak yang berada pada kondisi pra stunting akan diberikan perbaikan gizi dan monitoring oleh tim pendamping. Perbaikan gizi ini meliputi pemberian protein, gizi dan vitamin agar kondisi mereka bisa segera membaik.

Orang tua juga diberikan pendampingan bagaimana mengolah bahan makanan dengan baik agar nilai gizinya tetap seimbang.
“Perbaikan gizi ini meliputi pemberian protein seperti telur, susu dan ayam. Kita berikan secara gratis. Nanti kita akan berikan pendampingan dari unsur nakes, PKK dan kader,” tambahnya.
Baca Juga : Kuburan Belanda di Surabaya yang Menyimpan Kisah Masa Kolonial, Awas Merinding
Peran Ayah Sangat Diperlukan untuk Perbaikan Gizi Anak
Tidak hanya sekedar pemberian gizi, Pemkot Surabaya juga menekankan peran ayah dalam program Surabaya Emas. Peran ayah dinilai sangat penting dalam upaya perbaikan gizi anak, karena pola asuh dari ayah juga menjadi indikator keberhasilan program Surabaya Emas.
“Jadi peran ayah dan pola asuh sangat penting sekali untuk kenerhasilan program ini. Oleh sebab itu tim pendamping juga akan memberikan edukasi kepada ayah,” paparnya.
Selain pemberian gizi dan pola asuh, faktor kebersihan juga mendapat perhatian. Bagaimana kebersihan tempat tinggal, pakaian dan perabotan rumah tangga untuk mendukung upaya perbaikan gizi anak.
“Kebersihan juga penting, bagaimana menjaga kebersihan rumah, dan bagaimana orang tua memandikan anaknya,” paparnya.
Diharapkan selama pendampingan 2 bulan orang tua akan terbiasa untuk memperhatikan asupan gizi, pola asuh dan kebersihan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Upaya ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memberikan asupan gizi bagi generasi penerus bangsa.
“Jadi kami harapkan selama 2 bulan itu nantikan jadi kebiasaan. Sehingga untuk jangka panjang orang tua akan semakin memperhatikan tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Husni Habib
Editor: Mochamad Abdurrochim







