• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat UM bersama BKKBN menyebarkan media edukasi pencegahan stunting di Kediri. Foto: dok UM

Mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat UM bersama BKKBN menyebarkan media edukasi pencegahan stunting di Kediri. Foto: dok UM

Cegah Stunting, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Sebar Media Edukasi di Kediri

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
2 years ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Dewasa ini, stunting masih menjadi problema kesehatan yang disorot di Indonesia, bahkan menjadi isu prioritas nasional. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada usia balita yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Dampak dari stunting adalah kurangnya perkembangan yang optimal pada otak anak dan dalam jangka panjang akan mengurangi kapasitas untuk berpendidikan lebih baik. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menurunkan angka stunting adalah peran orang tua itu sendiri.

You might also like

UM.

Pasca Perpanjang Kerja sama dengan BRIN, UM Bidik Pusat Kolaborasi Riset dan Degree by Research

18/07/2026 1:19 PM
Chatour Travel.

Chatour Travel Pastikan Keberangkatan Umrah Tetap Lancar, Ribuan Jemaah Berangkat dan Pulang selama Juni-Juli 2026

18/07/2026 11:37 AM

Pola asuh ibu yang erat kaitannya dengan pengetahuan yang dimiliki para ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita.

Berdasarkan data yang diperoleh, Desa Wonorejo di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah mencapai angka stunting yang cukup tinggi, yaitu sebesar 12 persen.

Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena berdasarkan hasil obervasi yang dilakukan, masih banyak para calon ibu dan ibu balita yang belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait stunting dan bagaimana penanganannya.

Selain itu, para ibu masih memiliki persepsi yang negatif terhadap posyandu sehingga enggan membawa anaknya untuk melakukan penimbangan rutin. Hal tersebut perlu ditindaklanjuti agar kejadian stunting di Desa Wonorejo dapat dideteksi dan ditekan perkembangannya.

Melalui kegiatan MBKM Peduli Stunting, mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) yang bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berupaya untuk memberikan edukasi, khususnya kepada para calon ibu dan ibu balita di wilayah tersebut.

Pemberian edukasi ini dikemas dengan publikasi media promosi kesehatan di tempat yang sering dijangkau oleh para calon ibu dan ibu balita. Media tersebut telah disebar ke pondok bersalin desa (Polindes) Wonorejo dan tujuh posyandu yang aktif pelaksanaannya setiap bulan di Desa Wonorejo.

WhatsApp Image 2024 01 26 at 05.01.56
Mahasiswa jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat UM bersama BKKBN menyebarkan media edukasi pencegahan stunting di Kediri. Foto: dok UM

Program ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi terkait stunting dengan perantara media X-banner dan poster. Media tersebut menerangkan gambaran umum tentang penyakit stunting (pengertian, penyebab, bahaya stunting), cara mencegah stunting pada anak, dan pesan persuasif untuk tidak menghiraukan permasalahan stunting yang dapat terjadi pada anak.

Pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para ibu serta memberikan kesadaran bahwa pencegahan stunting penting untuk dilakukan dan tidak dihiraukan begitu saja.

Selain itu, diharapkan melalui pemberian edukasi ini, persepsi negatif para ibu tentang posyandu dapat berubah sehingga para ibu menyadari posyandu sangat besar manfaatnya untuk tumbuh kembang anak dan deteksi dini kejadian stunting.(ads)

Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Kediriberita Kediri hari iniKediristuntingUniversitas Negeri Malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

UM.

Pasca Perpanjang Kerja sama dengan BRIN, UM Bidik Pusat Kolaborasi Riset dan Degree by Research

by Dwi Linda
18/07/2026 1:19 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) mulai menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional...

Chatour Travel.

Chatour Travel Pastikan Keberangkatan Umrah Tetap Lancar, Ribuan Jemaah Berangkat dan Pulang selama Juni-Juli 2026

by Dwi Linda
18/07/2026 11:37 AM
0

Tugujatim.id – Biro perjalanan ibadah Chatour Travel memastikan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia masih berjalan normal meski situasi geopolitik...

Pemkab Jember.

JFC 2026 Digelar 24-26 Juli, Pemkab Jember Siapkan Sederet Event Besar Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

by Dwi Linda
18/07/2026 9:18 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan rangkaian agenda berskala nasional hingga internasional sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Salah...

Gus Fawait

Beasiswa Cinta Bergema Jember Berlanjut, Gus Fawait Siapkan Rp59 Miliar untuk 4.200 Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 9:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember kembali melanjutkan program Beasiswa Cinta Bergema sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus...

Next Post
Mengenal Hari Ulang Tahun Garuda Indonesia, Diperingati Tiap 26 Januari

Mengenal Hari Ulang Tahun Garuda Indonesia, Diperingati Tiap 26 Januari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID