Pasuruan, Tugujatim.id – Konflik antar nelayan terjadi di wilayah pesisir Kota Pasuruan. Dalam cekcok antar nelayan di Pasuruan sempat terjadi pembakaran sejumlah perahu.
Beberapa perahu nelayan yang bersandar di Pelabuhan Kota Pasuruan terbakar pada Rabu (4/2) malam. Insiden tersebut diduga diakibatkan sengketa wilayah memancing di lautan.
Kelompok nelayan yang terlibat konflik berasal dari nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan dengan nelayan asal Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Insiden berawal pada pukul 16.00 WIB di perairan Katingan, Tlocor, Sidoarjo. Kala itu sebuah kapal nelayan jaring trawl milik nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kelurahan Panggungrejo, Kota Pasuruan terlalu mendekati pinggir laut ketika sedang mencari ikan.
Di TKP yang sama, terdapat nelayan asal Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, sehingga terjadi cekcok di antara kedua kelompok nelayan itu.
Perahu nelayan asal Ngemplakrejo dan enam anak buah kapal dibawa ke Dusun Kisik, Desa Kalirejo.
Guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan, salah satu warga lantas melaporkan kejadian tersebut pada salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Mashuda Hidayatullah, yang rumahnya berada di Desa Kalirejo.
H. Mashuda Hidayatullah lantas meminta warga agar tak berlaku anarkis dan menyampaikan bahwa persoalan itu akan dikoordinasikan lewat Kepolisian Air dan Udara (Polairud).
Akan tetapi, kondisi di lapangan berkembang di luar kendali. Perahu nelayan Ngemplakrejo yang ada di Dusun Kisik dibakar oleh warga.
Menurut salah satu warga kelurahan Ngemplakrejo, Abdul Halim, pembakaran ini bermula dari perahu milik nelayan Ngemplakrejo yang dibakar warga. Padahal sebenarnya telah dimediasi oleh Polairud dan sudah selesai.
“Sebenarnya urusannya telah selesai dimediasi. Tinggal ambil barang-barang, akan tetapi malah terjadi pembakaran,” ujar Abdul pada Kamis (5/2).
Dua unit mobil Damkar diterjunkan ke TKP untuk memadamkan kebakaran. Selama beberapa waktu petugas berjibaku hingga berhasil memadamkan api dan tak merembet ke perahu lainnya.
Pasca pembakaran perahu nelayan yang berada di pelabuhan, malam itu juga ratusan massa dari Kelurahan Ngemplakrejo sempat hendak melakukan serangan balasan ke Dusun Kisik, Desa Kalirejo. Massa tidak terima jika perahu mereka dibakar.
Beruntungnya, aksi massa untuk balas dendam tersebut berhasil diantisipasi oleh aparat gabungan TNI dan Polri, sehingga bentrokan bisa dicegah.
Sebagai langkah penyelesaian, tokoh masyarakat dari Kelurahan Ngemplakrejo dan Desa Kalirejo kembali didudukkan bersama pada mediasi yang digelar di Kantor Kecamatan Panggungrejo.
Hadir dalam mediasi tersebut, Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, dan Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly. Mediasi menyepakati bahwa permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah, semua permasalahan ini sudah sepakat diselesaikan secara kekeluargaan, karena kita semuanya bersaudara,” ujar Adi Wibowo, Walikota Pasuruan.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly menyatakan situasi di Kota Pasuruan telah kondusif.
“Masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Guna menjaga keamanan, satu kompi Brimob didatangkan ke TKP yang terdiri atas dua pleton yakni Brimob Medaeng dan Brimob Porong. Pengamanan juga ditambah dengan bantuan personil Polres Probolinggo Kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Lohk Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








