Cerita Adhisty Cahya Ramadhanti, Siswa SMAN Punung Pacitan Raih Best Make Up Jatim

Cerita Adhisty Cahya Ramadhanti, Siswa SMAN Punung Pacitan Raih Best Make Up Jatim

  • Bagikan
Adhisty Cahya Ramadhanti (tengah berbaju putih) saat menerima penghargaan Best Make Up dan saat bermake up dengan kebaya hitam. /tugu jatim
Adhisty Cahya Ramadhanti (tengah berbaju putih) saat menerima penghargaan Best Make Up dan saat bermake up dengan kebaya hitam. (Foto: Adhisty Cahya Ramadhanti)

PACITAN, Tugujatim.id – Pandemi ternyata tidak menghambat seseorang untuk berkarya dan berprestasi. Itulah yang dibuktikan Adhisty Cahya Ramadhanti, siswa SMAN Punung Pacitan. Dia berhasil meraih Best Make Up dalam Pelatihan Usaha yang digelar UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Dinas Pendidikan Jawa Timur.  Pelatihan ini digelar selama 12 hari mulai 11 hingga 22 Oktober 2021 di Surabaya yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah se-Jawa Timur.

Tugujatim.id sempat berbincang dengan Adhisty, sapaan akrab Adhisty Cahya Ramadhanti, tentang prestasinya tersebut. Dia menceritakan motivasi ketertarikannya pada make up. Menurutnya, berawal dari hobi dandan ketika pentas seni kemah di sekolah.

“Waktu aku masih MTs kan sering banget ada kemah. Nah pastinya ada pentas seni. Berhubung kalau make up pentas harus mendatangkan perias yang harganya juga lumayan, dari situ aku tertarik buat belajar make up biar agak irit pengeluaran gitu. Kan masih minta orang tua juga, dari situ aku mulai beli-beli alat make up yang murah dulu buat belajar,” kata dia.

“Setiap ada pensi aku pasti dandan sendiri sama dandanin temen-temenku, terus berlanjut jadi hobi sampek sekarang,” imbuh Adhisty saat diwawancarai melalui sambungan Whatsapp, Kamis (21/10/2021).

Hobi putri dari pasangan Rismawati dan Muhamad Amin itu ternyata mendapat dukungan dari program Double Track yang ada di SMAN Punung Pacitan, tempat dia belajar. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan ITS Surabaya. Selama mengikuti kelas Tata Kecantikan, Adhisty mengaku senang bisa banyak belajar tentang beragam tata cara make up.

“Aku belajar banyak banget di kelas, mulai dari merias make up wisuda, pengantin, dan lainnya. Yang paling menarik, sering diadakan praktik untuk rias pengantin adat, misalnya adat Jawa dan Sunda. Jadi kami lebih mengerti tentang hal itu,” tutur remaja asal Dusun Kedung Menjangan, Desa Sooka, Kecamatan Punung itu.

Kesempatan belajar tata rias di program DT itu tidak disia-siakan oleh Adhisty. Ia belajar dengan sungguh-sungguh untuk mengasah keterampilannya. Terlebih dia dan teman-temannya dibimbing oleh Nanik Kenjanarti, salah satu guru SMAPUN yang menjadi trainer kecantikan program Double Track di sekolah tersebut. Adhisty pun mengungkapkan bahwa Nanik banyak memberi pelajaran berharga kepadanya.

“Saya senang sekali diajari Bu Nanik soalnya setiap mengajari make up atau pemasangan kostum, selalu dijelaskan arti-arti dari penggunaan tersebut. Bu Nanik juga mengajarkan agar kami tidak manja. Saya ingat ketika ada problem, pasti beliau selalu berkata “Bagaimana caranya supaya?”, seolah-olah membiarkan kami berimajinasi dan berpikir sendiri, supaya terbiasa untuk menyelesaikan suatu persoalan,” kata dia.

Kesungguhannya belajar dalam mengasah keterampilan make up, mengantarkan Adhisty menjadi delegasi mewakili SMAN Punung untuk mengikuti Pelatihan Usaha pada jurusan Tata Rias yang digelar UPT PKK Jatim. Remaja kelahiran 2004 ini sempat dilema karena durasi pelatihan yang lama dan harus jauh dari orangtua. Tetapi, dia teringat bahwa kesempatan itu tidak akan datang dua kali dan dirinya harus berangkat agar mendapat banyak ilmu dan bisa sukses membahagiakan orangtua.

Saat ditanya soal kegiatannya dalam pelatihan tersebut, Adhisty menjelaskan bahwa dirinya mendapat pelatihan-pelatihan tentang tata rias baik teori maupun praktik. Dia bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan mendapat penilaian dari instruktur. Proses inilah yang mengantarkannya meraih Best Make Up pada Pelatihan Usaha Tata Rias tersebut. Lebih dari itu, dia mengaku sangat senang bisa mengikuti acara ini, sebab banyak sekali fasilitas yang diberikan.

“Pelatihan ini luar biasa sekali. Saya dan teman-teman difasilitasi dari tempat tidur, makan 3 kali sehari, snack 2 kali sehari. Jadi kami tinggal enak. Yang luar biasa lagi, saya mendapat ilmu, pengalaman, relasi baru, dan keterampilan yang sangat berharga,” jelas siswa kelas XII MIPA tersebut.

Yang tak kalah menariknya, make up memiliki makna tersendiri bagi Adhisty.

Make up itu bukan tentang harus menor, bukan tentang harus kelihatan wah di mata orang-orang. Karena make up itu bisa menjadikan saya mengetahui mana kurang lebihnya diri saya melalui korektif wajah saya sendiri,” kata dia.

Terakhir, Adhisty berharap agar program Double Track di SMAN Punung, semakin diminati oleh para siswa, karena menurutnya banyak peluang di luar untuk berkarya.

  • Bagikan