JEMBER, Tugujatim.id – Tidak pernah terbayang bagi Aviza Maharani, mahasiswi Universitas Jember (Unej), bahwa langkah kecilnya di kampus bisa membawanya hingga ke Vietnam.
Aviza Maharani adalah mahasiswi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember atau FISIP Unej. Dia memperoleh pengalaman menjadi relawan global yang memperkaya wawasan dan menantangnya keluar dari zona nyaman melalui program volunteer global di Vietnam.
Keberangkatan Aviza Maharani ke Vietnam merupakan pengalaman volunteer pertama baginya selama berkuliah. Pengalaman Aviza ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswi Unej memiliki peluang luas untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di kancah internasional, khususnya melalui program volunter global.
Baca Juga: Pengawas UTBK SNBT 2025 di UNEJ Diminta Tegas Namun Humanis Kepada 13.403 Peserta
Program volunter global ini dilaksanakan pada 12 Februari-24 Maret 2025. Selama sekitar 6 minggu, Aviza terlibat aktif dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di negeri tetangga itu.
“Melakukan program volunteer di Vietnam membuka banyak pengalaman berharga bagi saya,” katanya,
Beberapa aktivitas yang dilakukan, Aviza menambahkan, yakni mengelola aktivitas mengajar dan kegiatan promosi di tempat pengabdian, berinteraksi dengan masyarakat lokal, hingga memahami budaya dan merasakan keseharian masyarakat sekitar.
“Saya juga berkesempatan membangun relasi dengan mahasiswa lokal untuk membangun kerja sama program pertukaran di masa depan,” sambungnya.
Pengalamannya di Vietnam tidak hanya sebatas proyek sosial, namun juga menjadi perjalanan penemuan diri.
“Tantangan yang saya hadapi di sana menguatkan rasa percaya diri dan kemandirian saya. Saya juga belajar untuk lebih menghargai setiap momen dan menyadari bahwa kontribusi sekecil apa pun dari seorang mahasiswi Unej bisa memberikan dampak positif bagi komunitas global,” imbuh dia.

Dia pun berbagi tips dan cara mendaftar program volunteer global. Tips pertama, perbanyak relasi dan informasi mengenai platform yang menyediakan pertukaran pelajar atau volunteer global.
Kemudian, aktif membaca informasi terkait timeline pelaksanaan program, alur pendaftaran dan persyaratan.
“Jangan ragu dan malu menghubungi narahubung yang tersedia atau siapa pun yang terkait dan memiliki pengalaman untuk menambah insight dan yang terpenting ialah berani serta memiliki keinginan untuk menantang diri dan memperkaya pengalaman untuk mengembangkan global mindset,” jelas Aviza.
Peserta Peluang Mengenal Budaya Luar
Menurut Aviza, mengikuti program volunteer global tidaklah mudah, mahasiswa tidak hanya sekadar berkeinginan mengikuti dan menjalani alur seleksinya. Mereka harus siap untuk lebih mengenal budaya luar serta kemampuan beradaptasi yang baik.
“Tantangan terbesar dalam mengikuti program ini adalah beradaptasi dengan budaya baru, bahasa asing, serta dituntut beradaptasi di lingkungan yang tidak familier. Namun, proses adaptasi ini bisa lebih mudah dengan adanya dukungan dari komunitas yang suportif,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal itu, Aviza membagikan perihal persiapan ketika akan mengikuti program volunteer global. Aviza melakukan riset dan menyeleksi negara tujuan serta memahami tujuan atau kontribusi seperti apa yang ingin dicapai. Kemudian, penting untuk memperhatikan setiap persyaratan pendaftaran dan rutin memeriksa informasi lanjutan.

“Saat wawancara, penting untuk melakukan riset terkait negara tujuan, informasi tentang proyek, serta memahami bagaimana mempersiapkan diri untuk tinggal di luar negeri dan menjadi sukarelawan,” imbuhnya.
Melalui program volunter global, Aviza mendapatkan pemahaman mendalam tentang budaya Vietnam, memperluas perspektifnya, dan mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya sebagai kompetensi penting bagi mahasiswa Unej di era globalisasi ini. Dia juga berharap agar hal ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil langkah serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








