Cerita dan Tips Berbisnis Sepatu Sneakers Impor

  • Bagikan
Sepatu sneakers.

Sneakers bisa jadi peluang besar untuk bisnis. Sebab, salah satu fashion dengan model yang simple ini banyak digandrungi kalangan mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua. Nah, selama kurang lebih 7 tahun ini, Badrutamam menjalani bisnis sneakers di tengah kesibukan kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan swasta. Mau tahu bagaimana ceritanya?

Badrutaman bercerita bahwa bisnis tersebut bermula ketika harus membiayai kuliah sendiri di tahun 2014. Meskipun tengah bekerja di sebuah perusahaan swasta,  dia merasa jika gaji yang diperoleh kurang mencukupi.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Saat itu kuliah semester 4 saya berfikir gaji yang saya dapat harus bisa berkembang akhirnya terpikirkan untuk memulai usaha kecil-kecilan seperti kaos kaki. Namun, kerabat saya menyarankan untuk berjualan sepatu akhirnya saya mulai usaha tersebut dengan tempat yang selalu berpindah,” ujarnya.

Di tengah usaha yang sudah mulai berkembang dia harus berhenti berjualan lantaran menyelesaiakan tugas akhir kuliah. Namun, pada tahun 2018 dia mulai usaha lagi dengan sepatu yang tidak banyak dan variatif karena keterbatasan modal saat itu.

Tamam, sapaan akrabnya mengatakan dengan adanya kemajuan teknologi serta tersedianya market place, dia memilih menggunakan sosial media sebagai sarana untuk mengembangkan usaha. Sebelum membuka usaha melalui market place dia lebih dulu mempelajari melalui akun youtube, bergabung dengan grup pedagang dan aktif mengupdate ilmu informasi baik secara berbayar atupun free.

“Alhamdulillah, 2019 mulai berjualan menggunakan salah satu market place dengan akun Rumaisha.Aflah menjual  sepatu yang lebih beragam dari segi kuantitas maupun kualitas. Saat ini, sepatu yang saya jual beberapa import dari salah satu negara,” ucap pria 27 tahun.

Menurutnya, menggeluti, bisnis sneakers memiliki peluang jangka panjang yang cukup baik.

Dalam perjalanan merintis usaha dia menyebutkan jika menjalani bisnis memiliki waktu tersendiri yang kadang ramai pembeli bahkan sepi. Terlebih dengan kondisi pandemi yang cukup berimbas pada daya beli masyakarat khususnya di bidang fashion seperti sepatu.

” Ya, namanya usaha pasti ada naik turun nya, tetapi itu hal yang lumrah bahkan dalam kondisi seperti ini bukan hanya saya yang terdampak. Jadi, saya tetap fokus  mempertahankan bisnis ditengah pandemi dengan usaha sendiri dan waktu yang fleksibel saya manfaatkan itu,” bebernya.

Tamam juga membagikan tips bagi pembaca yang ingin menjalani bisnis diantaranya harus selalu up to date terhadap perkembangan zaman. Harus tetap konsisten terhadap bisnis yang kita dijalani, tetap semangat dan terus mencari inovasi agar bisnis yang dijalani tetap bertahan.

“Bisnis itu cukup cair jadi jika kita sendiri tidak mengembangkan diri tentu kita akan berjalan lambat dan mungkin berhenti. Juga seperti yang saya katakan sebelumnya ada waktu bisnis itu naik turun,”tandas owner.

Sementara itu, dalam menjalani bisnis hingga sukses sampai sekarang dia selalu berprinsip pada rasa syukur. Menurutnya, sedikit atau banyak itu sebetulnya hanya ukuran yang kita buat sendiri, karena sejatinya rasa syukur yang mencukupkan kita.

 

Reporter: Rezza Do’a
Editor: Gigih Mazda

  • Bagikan