Tugujatim.id – Cerita dongeng telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Dari generasi ke generasi, cerita dongeng terus diceritakan sebagai hiburan sekaligus sarana pembelajaran.
Kamu mungkin sudah akrab dengan cerita dongeng seperti “Si Kancil dan Buaya”, “Malin Kundang”, atau “Bawang Merah dan Bawang Putih”. Namun, tahukah kamu bahwa cerita dongeng memiliki peran yang lebih besar dalam kehidupan kita?
Jenis-jenis Cerita Dongeng
Cerita dongeng adalah kisah fiksi yang biasanya mengandung pesan moral dan disampaikan dalam bentuk yang menarik. Biasanya, cerita dongeng mengangkat tema tentang kebaikan, kejujuran, keberanian, dan keadilan.
Tak hanya itu, cerita dongeng juga sering kali dihiasi dengan unsur magis, seperti makhluk fantastis, kekuatan ajaib, atau kejadian supranatural.
Ada berbagai jenis cerita dongeng yang berkembang di berbagai budaya di dunia. Beberapa di antaranya adalah:
- Mite (mitos): cerita dongeng yang berkaitan dengan asal-usul dunia atau makhluk gaib, seperti mitos “Nyi Roro Kidul”.
- Legenda: cerita yang berkaitan dengan sejarah suatu tempat atau tokoh terkenal. Misalnya, legenda “Sangkuriang” atau “Danau Toba”
- Sage: cerita dongeng yang mengandung unsur sejarah, tetapi sering kali dibumbui dengan elemen fiksi. Contohnya, kisah “Jaka Tarub dan Nawang Wulan”.
- Fabel: cerita dongeng yang menggunakan hewan sebagai tokoh utama dan memiliki pesan moral. Contohnya, “Si Kancil dan Buaya”.
- Jenaka: cerita dongeng yang bertujuan untuk menghibur dengan humor dan kelucuan, seperti cerita “Pak Belalang”.
- Parabel: cerita yang berisi ajaran moral atau keagamaan yang sering menggunakan perumpamaan, seperti cerita “Si Malin Kundang”.
- Dongeng Biasa: cerita rakyat yang mengandung unsur fantasi dan sering kali menjadi legenda turun-temurun, seperti “Putri Salju”.
Baca juga: 7 Dongeng Sebelum Tidur yang Bikin Tidur Si Kecil Nyenyak dan Mimpi Indah
Manfaat Membaca Cerita Dongeng
Mungkin kamu berpikir bahwa cerita dongeng hanyalah hiburan semata. Padahal, ada banyak manfaat yang bisa kamu dan anak dapatkan dari membaca cerita dongeng:
- Cerita dongeng mengajak anak berpetualang ke dunia yang penuh dengan keajaiban. Ini bisa meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam tahap perkembangan kognitif.
- Setiap cerita dongeng biasanya mengandung pesan moral yang dapat membantu kamu memahami perbedaan antara yang baik dan yang buruk. Misalnya, dalam cerita “Kancil dan Petani”, anak diajarkan bahwa kejujuran adalah nilai yang sangat penting.
- Membaca cerita dongeng sejak kecil bisa membantu anak membangun kebiasaan membaca yang baik. Ini akan sangat berguna ketika anak harus membaca buku yang lebih kompleks di masa depan.
- Cerita dongeng sering kali mencerminkan budaya dan sejarah suatu bangsa. Dengan membaca cerita dongeng dari berbagai daerah, anak bisa lebih memahami.
Cerita Dongeng Nusantara yang Penuh Makna
Cerita dongeng telah menjadi bagian dari budaya Nusantara yang diwariskan turun-temurun. Kisah-kisah ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam.
Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang cerita dongeng khas Indonesia, berikut adalah beberapa kisah legendaris yang patut kamu kenalkan pada si kecil.
Cerita Dongeng Timun Emas
Dahulu kala, ada seorang perempuan tua bernama Mbok Rondo yang sangat menginginkan seorang anak. Suatu hari, ia bertemu dengan raksasa yang memberinya biji mentimun ajaib dengan satu syarat, ketika anak yang lahir dari mentimun itu sudah dewasa, ia harus diserahkan kepada raksasa.
Dari salah satu mentimun yang tumbuh, lahirlah seorang anak perempuan yang cantik, yang kemudian diberi nama Timun Emas.
Tahun demi tahun berlalu, dan saat Timun Emas mulai beranjak dewasa, raksasa itu datang menagih janjinya. Ketakutan, Mbok Rondo meminta bantuan seorang pertapa yang kemudian memberikan kantong ajaib berisi biji timun, jarum, garam, dan terasi untuk digunakan dalam pelariannya.
Ketika raksasa mengejar, Timun Emas menebarkan biji timun, yang langsung tumbuh menjadi tanaman merambat dan menghambat raksasa. Namun, raksasa tetap bisa melewatinya. Ia lalu menebarkan jarum, yang berubah menjadi bambu runcing dan melukai kaki raksasa.
Raksasa masih mengejar, hingga akhirnya Timun Emas menebarkan garam yang mengubah tanah menjadi lautan. Raksasa pun berusaha berenang, tetapi saat Timun Emas menebarkan terasi, air menjadi mendidih, dan raksasa tenggelam. Akhirnya, Timun Emas kembali ke rumah dan hidup bahagia bersama Mbok Rondo.
Cerita Dongeng Bawang Putih dan Bawang Merah
Bawang Putih adalah seorang gadis baik hati yang tinggal bersama ibu tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah, yang jahat. Setiap hari, Bawang Putih diperlakukan seperti pembantu, sedangkan Bawang Merah hidup bermalas-malasan.
Suatu hari, Bawang Putih menemukan seekor ikan emas yang bisa berbicara. “Tolong rawat aku, dan aku akan membantumu,” kata ikan itu. Bawang Putih dengan senang hati merawatnya, tetapi ketika ibu tiri dan Bawang Merah mengetahui hal itu, mereka malah membunuh ikan tersebut dan membuangnya.
Ketika Bawang Putih mencari ikan kesayangannya, ia bertemu dengan peri yang memberinya labu ajaib. Ketika labu itu dibuka, ternyata isinya emas dan perhiasan! Melihat hal itu, Bawang Merah yang serakah ingin mendapat hal yang sama.
Namun, karena niatnya buruk, labu yang ia dapat malah berisi ular dan hewan berbisa. Ia pun menjerit ketakutan, sementara Bawang Putih akhirnya hidup bahagia.
Cerita Dongeng Malin Kundang
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang ibu dan anak laki-lakinya bernama Malin Kundang. Karena kemiskinan, Malin memutuskan untuk merantau mencari kehidupan yang lebih baik.
Bertahun-tahun berlalu, ia sukses dan menikahi seorang wanita kaya. Suatu hari, ia kembali ke kampung halamannya dengan kapal megah.
Ibunya yang tua berlari menyambutnya. “Malin, anakku!” serunya dengan penuh haru. Namun, Malin yang malu mengakui ibunya yang miskin, membentaknya, “Aku tidak mengenalmu, wanita tua!” Istrinya pun menatap jijik.
Hati sang ibu hancur. Dengan air mata, ia berdoa, “Jika benar dia anakku, hukumlah dia, Tuhan.” Seketika langit menggelap, angin bertiup kencang, dan Malin Kundang berubah menjadi batu.
Baca juga: 9 Cerita Dongeng Pendek Paling Seru dan Penuh Makna untuk Kamu
Cerita Dongeng Kancil dan Buaya
Suatu hari, Si Kancil ingin menyeberangi sungai yang penuh dengan buaya. Ia pun berpikir sejenak dan berkata dengan lantang, “Wahai para buaya, aku membawa kabar baik! Raja ingin mengundang kalian ke pesta besar di istana, tapi aku harus memastikan jumlah kalian terlebih dahulu agar tidak ada yang terlewat.”
Para buaya yang merasa tersanjung segera berkumpul dan bertanya, “Benarkah? Bagaimana caranya agar kau bisa menghitung kami?”
Kancil tersenyum licik dan berkata, “Gampang! Kalian hanya perlu berbaris di permukaan sungai dari tepi ini hingga ke seberang. Aku akan melompat di atas punggung kalian satu per satu sambil menghitung. Dengan begitu, aku bisa memastikan jumlah kalian dengan tepat!”
Tanpa curiga, buaya-buaya segera berbaris rapi membentuk jembatan hidup. Dengan lincah, Kancil melompat dari satu buaya ke buaya lainnya sambil berkata, “Satu, dua, tiga… wah, ternyata banyak sekali! Empat, lima, enam… hampir sampai!”
Begitu mencapai seberang sungai, Kancil tertawa terbahak-bahak dan berteriak, “Terima kasih, wahai buaya-buaya yang baik! Tapi sebenarnya, aku hanya menipumu! Aku tidak sedang menghitung kalian, aku hanya ingin menyeberangi sungai ini!”
Para buaya pun geram dan marah karena merasa diperdaya, tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena Kancil sudah berlari jauh meninggalkan mereka.
Buaya-buaya yang serakah segera berbaris di sepanjang sungai. Kancil pun melompat dari satu punggung buaya ke yang lain sambil berpura-pura menghitung. Saat mencapai seberang, ia tertawa, “Hahaha! Aku hanya menipumu!”
Para buaya marah, tetapi Kancil sudah melarikan diri. Kisah ini mengajarkan bahwa kecerdikan bisa menjadi senjata ampuh dalam menghadapi tantangan.
Baca Juga : Si Kabayan dan Kerbau, Cerita sunda pendek yang penuh hikmah !
Cerita Dongeng Si Kancil Pencuri Mentimun
Si Kancil juga terkenal karena kecerdikannya dalam mencuri mentimun di kebun Pak Tani. Setiap malam, ia menyelinap dan menikmati mentimun yang lezat tanpa ketahuan. Namun, Pak Tani yang geram melihat kebunnya terus-menerus dirusak akhirnya memasang perangkap.
Pada suatu malam, saat Kancil dengan santainya melompat ke dalam kebun, tiba-tiba jebakan kayu menjepit kakinya. “Aduh! Apa ini?” seru Kancil panik.
Keesokan paginya, Pak Tani datang dan melihat Kancil sudah terperangkap. Dengan senyum puas, ia berkata, “Akhirnya aku menangkapmu, Kancil licik! Sekarang kau tidak bisa mencuri lagi!”
Namun, Kancil yang cerdik segera menyusun rencana. Ia berpura-pura mati dengan mata tertutup dan tubuh lemas. Pak Tani mengernyit, “Ah, rupanya sudah mati. Kalau begitu, tak ada gunanya aku menyimpannya lagi.” Ia pun membuka perangkap dan melemparkan tubuh Kancil ke tanah.
Begitu menyentuh tanah, Kancil langsung melompat tinggi dan berlari sekencang-kencangnya. “Terima kasih, Pak Tani! Aku akan kembali lain kali!” serunya sambil tertawa.
Pak Tani hanya bisa mengelus dada dan menggelengkan kepala, “Dasar Kancil, selalu saja bisa lolos!”
“Aha! Sekarang aku menangkapmu!” seru Pak Tani.
Namun, Kancil berpura-pura mati. “Ah, percuma, hewan ini sudah mati,” pikir Pak Tani dan melepaskannya. Begitu dilepas, Kancil langsung melompat dan berlari sambil tertawa, “Hahaha, aku menipumu lagi, Pak Tani!”
Pak Tani hanya bisa mengelus dada.
Cerita dongeng seperti Timun Emas, Bawang Putih dan Bawang Merah, Malin Kundang, serta kisah Si Kancil memberikan banyak pelajaran berharga untuk anak.
Dari keberanian, kebaikan hati, hingga pentingnya menghormati orang tua, semua nilai ini masih relevan hingga sekarang.
Dengan memahami cerita dongeng Nusantara, anak bisa lebih menghargai warisan budaya yang penuh makna ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Tiara M