• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
puasa di belanda tugu jatim

Mohammad Mahpur (paling kanan) bersama muslimah Belanda: Devi Pramitha, Jamilah, dan Lotte, di depan Masjid Utrecht, Belanda. Foto: dok Moh Mahpur

Cerita Dosen UIN Malang Menjalani Puasa di Belanda

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Bulan Ramadan sebagai salah satu bulan dalam kalender Hijriah niscaya dialami oleh umat Muslim di seluruh belahan dunia. Tak hanya Indonesia, umat Muslim yang berdomisili di negara-negara lainnya turut pula melaksanakan ibadah puasa. Meski durasi puasanya bisa berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain.

Seperti yang dialami oleh Dr Mohammad Mahpur MSi. Dosen asal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu sedang melakukan penelitian kolaboratif di Belanda. Meski demikian, karena bertepatan dengan bulan Ramadan, Mahpur, sapaan akrabnya, tetap harus berpuasa meski sedang berada di negeri minoritas Muslim itu.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Berpuasa di negara minim penduduk Muslim, mau tak mau, Mahpur harus punya tips tersendiri agar ibadah puasa dapat berjalan lancar. Apalagi jam puasa di Belanda terbilang lebih lama daripada jam puasa di Indonedia.

“Puasa pas di sini (Belanda) hampir 15 jam. Waktu imsak sekitar pukul 05.05 waktu setempat dan buka puasa pada jam 20.20 waktu setempat,” kata Mahpur, pada Minggu (9/4/2023).

Maka, Mahpur menyiasati untuk menyimpan persediaan makanan untuk buka dan sahur. Pasalnya, tak seperti di Indonesia yang punya banyak toko kelontong, di Belanda mayoritas toko sudah tutup sejak pukul 8 malam waktu setempat.

“Simpan persediaan makanan untuk berbuka maupun sahur. Karena jam 8 malam toko-toko di sini sudah mulai tutup. Tetapi masih ada sedikit toko yang buka sampai jam 9 malam. Intinya bagi pendatang sementara diusahakan memasak ala kadarnya dengan belanja bahan makanan di sekitar tempat tinggalnya,” imbuhnya.

Bagi Mahpur, puasa di negeri orang menuntut kemandirian, mulai dari urusan makanan untuk berbuka dan sahur hingga menyetel alarm untuk berbuka dan sahur karena tidak terdengar suara adzan. “Kami harus tahu sendiri dan memasang alarm untuk tanda berbuka puasa dan sahur. Karena tidak terdengar adzan. Jadi, harus mandiri,” imbuh dosen Psikologi itu.

Selain itu, menjalani puasa di negeri Belanda dilakukan oleh Mahpur dengan tinggal di dekat komunitas Muslim. Dengan komunitas tersebut, pria kelahiran Tulungagung itu cukup terbantu untuk mendapatkan informasi bagaimana menjalani Ramadan di Belanda. Meski demikian, butuh kejelian untuk mengenali masjid di Belanda karena bangunannya yang tampak seperti ruko atau bangunan rumah biasa.

“Kebetulan kami tinggal dekat dengan masjid. Biasanya ada buka bersama di situ. Selain itu, kami bisa mencari informasi tentang Ramadan juga,” beber Mahpur.

Uniknya, Mahpur menjalani puasa di Belanda saat musim dingin. Baginya, musim tersebut tak terlalu membuatnya haus. “Saat musim dingin ini, tidak terlalu terasa di kerongkongan. Padahal kami harus banyak jalan ke sana kemari,” pungkasnya.

Tags: belandadosen uin malangUIN Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
batu tugu jatim

Pencari Bambu di Batu Ditemukan Tewas Terseret Arus Sungai

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID