TUBAN, Tugujatim.id – Kelangkaan LPG 3 Kg atau gas melon masih terus terjadi di Kabupaten Tuban. Hingga kini, warga masih kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut, bahkan harus rela berburu dari satu pangkalan ke pangkalan lain.
Antrean panjang pun masih terlihat di sejumlah titik distribusi. Salah satunya di pangkalan milik Sukardi di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, yang setiap hari dipadati warga.
Bagi sebagian orang, kondisi ini bukan lagi hal baru dalam beberapa hari terakhir. Namun bagi pelaku usaha kecil, kelangkaan ini mulai terasa berat.
Alex, pedagang nasi goreng, mengaku sudah hampir sepekan berkeliling mencari gas melon. Dalam sehari, ia membutuhkan dua tabung LPG 3 kilogram untuk menunjang aktivitasnya.
“Sudah muter-muter cari gas hampir seminggu. Setiap hari butuh dua tabung, satu buat rumah, satu lagi buat jualan,” ujarnya.

Ia mengaku, jika tidak mendapatkan gas, terpaksa harus mengurangi aktivitas berjualan. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada penghasilannya.
Fenomena langkanya gas melon ini tidak hanya terjadi di Tuban. Di sejumlah daerah lain di Jawa Timur, kondisi serupa juga sempat dikeluhkan warga.
Stok LPG di Jawa Timur Masih Aman
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pangkalan LPG di Surabaya. Dalam sidaknya, ia menemukan adanya ketidaksesuaian stok di tingkat pangkalan.
Bahkan, Mantan Bupati Trenggalek ini juga menerima keluhan warga terkait sering terjadinya kekosongan LPG di lokasi tersebut.
Meski demikian, Emil memastikan bahwa secara umum stok LPG di Jawa Timur masih aman. Ia menekankan pentingnya kelancaran distribusi agar tidak terjadi kelangkaan di tingkat masyarakat.
“Saya harap distribusi bisa lancar. Kalau ada kekosongan di pangkalan, harus segera disuplai dari agen atau SPBE,” tegasnya.
Di tengah kondisi ini, warga berharap distribusi LPG 3 kilogram bisa segera normal kembali. Sebab, gas melon menjadi kebutuhan utama, terutama bagi masyarakat kecil.
Selama pasokan belum stabil, warga tampaknya masih harus bersabar—dan siap berburu dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya demi mendapatkan satu tabung gas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








