KOTA BLITAR, Tugujatim.id – Hari pertama WFH ASN Kota Blitar mulai terasa, dengan sekitar 75 persen dari jumlah total 3.329 pegawai bekerja dari rumah. Suasana Kantor Wali Kota tampak lebih lengang dari biasanya, Jumat (10/04/2026).
Aktivitas perkantoran tetap berjalan, namun tidak seramai hari kerja biasa saat seluruh pegawai bekerja dari kantor. Sejumlah ruang kerja terlihat tidak terisi penuh, seiring penerapan kebijakan work from home (WFH) yang dijalankan sesuai arahan pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Blitar, Ika Hadi Wijaya, mengatakan kebijakan ini dijalankan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Kalau di lingkungan Pemerintah Kota Blitar, sebenarnya budaya kerja teman-teman itu tinggi. Banyak yang ingin tetap masuk atau WFO, tapi karena ini kebijakan pusat dan surat edaran wali kota, maka tetap kami jalankan WFH dengan penjadwalan,” ujarnya.
Ia mencontohkan di BKPSDM, tingkat pelaksanaan WFH telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
Layanan Publik Tetap Berjalan
Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, layanan publik dipastikan tetap berjalan normal. Sejumlah OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap bekerja dari kantor.
Di antaranya rumah sakit, puskesmas, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Satpol PP, hingga Damkar.
“OPD yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat tetap masuk, jadi pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kota Blitar mencapai 3.329 orang, termasuk CPNS, PPPK, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan.
Efisiensi dan Evaluasi Berkala
Sementara itu, Wali Kota Blitar menyebut kebijakan WFH merupakan bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, sekaligus mendukung konsep smart city.
Selain itu, kebijakan ini juga dinilai mampu memberikan efisiensi, termasuk penghematan bahan bakar minyak sekitar 1 hingga 2 liter per hari.
“Meski bekerja dari rumah, kami meminta ASN tetap menjalankan tugas secara optimal dan mematuhi aturan yang berlaku,” tambahnya.
Pemerintah Kota Blitar juga akan melakukan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas penerapan WFH, setidaknya satu kali dalam sebulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Moch. Luki Azhari / Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








