Tugujatim.id – Dunia pendidikan abad ke-21 menuntut siswa untuk punya keterampilan lebih dari sekadar menghafal teori. Empat keterampilan utama yang dikenal dengan 4C critical thinking, communication, collaboration, dan creativity menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman. Sayangnya, kenyataannya kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia masih belum sesuai harapan.
Hasil tes internasional PISA 2022 menunjukkan posisi Indonesia di peringkat 66 dari 81 negara. Skor siswa menurun di semua bidang dan salah satu titik lemahnya adalah pelajaran Fisika. Materi fluida dinamis bahkan menjadi salah satu yang paling sulit dipahami.
Padahal, konsep fluida dinamis dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari bagaimana air mengalir di pipa rumah, cara kerja semprotan nyamuk, sampai mengapa pesawat bisa terbang dengan prinsip Bernoulli. Sayangnya, banyak siswa merasa fluida dinamis rumit, abstrak, dan butuh keterampilan berlapis untuk benar-benar bisa dipahami. Mereka juga sering kurang terlibat aktif dalam proses belajar, sehingga semakin sulit untuk menghubungkan teori dengan praktik nyata.
Dalam lima tahun terakhir, banyak upaya dilakukan untuk mengatasi hal ini. Misalnya dengan menerapkan Problem Based Learning (PBL), pendekatan STEM, hingga media kreatif seperti simulasi virtual atau bahan ajar inovatif. Hasilnya cukup baik, tapi masih ada celah yakni teknologi pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal, terutama pada materi fluida dinamis.

Nah, di sinilah hadir inovasi baru bernama “Class of Dynamic Fluid” berbantuan MilleaLab. Media ini berbasis Virtual Reality (VR) dan dirancang khusus untuk membuat pembelajaran fluida dinamis jadi lebih nyata. Dengan VR, siswa bisa masuk ke dunia fluida dinamis secara virtual mengamati aliran fluida, mencoba prinsip Bernoulli, hingga memahami konsep yang biasanya hanya ada di buku.
Lebih menarik lagi, media ini tidak berjalan sendiri. Ia dipadukan dengan model pembelajaran PBL-STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Melalui kombinasi ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mencari solusi kreatif untuk masalah sehari-hari.
Tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga mempraktikkan bagaimana fisika benar-benar bekerja di sekitar mereka. Keunggulan lain, Class of Dynamic Fluid mudah diakses. Siswa cukup menggunakan smartphone mereka untuk mengikuti pembelajaran. Praktis, interaktif, dan pastinya lebih seru dibanding sekadar mendengar penjelasan di kelas.

Harapannya, media ini bisa membantu siswa Indonesia meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, terutama dalam materi fluida dinamis yang selama ini dianggap sulit. Kalau inovasi seperti ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin kualitas pendidikan kita bisa lebih baik dan mampu bersaing di tingkat global.
Hal tersebut dilakukan pula oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dari Program Studi Pendidikan Fisika, Irgi Aditya, bersama dengan dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Parno, M.Si, CRA. Melalui sebuah penelitian berjudul Pengembangan Class of Dynamic Fluid Berbantuan MilleaLab dalam Pembelajaran PBL-STEAM untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Fluida Dinamis.
Mereka berhasil menciptakan sebuah media pembelajaran Class of Dynamic Fluid Berbantuan MilleaLab yang dikembangkan dalam model pembelajaran PBL dikolaborasikan dengan unsur STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Kegiatan penelitian ini juga melibatkan dosen lain, yaitu Dr. Sujito, S.Pd., M.Si.
Inovasi pembelajaran ini tengah diterapkan di SMA Negeri 1 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya di kelas yang memilih peminatan fisika dalam rangka meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi fluida dinamis. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu Maret s.d Oktober 2025 melibatkan sebanyak 57 siswa kelas XI dengan 29 siswa di kelas eksperimen yang dengan perlakuan berupa media pembelajaran Class of Dynamic Fluid dengan model PBL-STEAM dan 33 siswa di kelas kontrol diberikan perlakuan berupa pembelajaran konvensional.
Belajar fluida dinamis kini tak lagi membosankan. Melalui Class of Dynamic Fluid berbantuan MilleaLab, siswa bisa merasakan pengalaman belajar interaktif berbasis PBL-STEAM dengan teknologi virtual reality (VR). Aplikasi ini dapat diunduh di Android maupun iOS. Setelah login dengan akun Gmail dan memasukkan kode kelas dari guru, siswa bisa langsung menjelajahi materi dengan tiga pilihan mode: VR (menggunakan VR box), gyro (menggerakkan smartphone), atau non-gyro. Dengan berbagai pilihan tampilan ini, fisika bukan lagi sekadar teori di buku, tetapi hadir lebih hidup, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Pengembangan media Class of Dynamic Fluid berbantuan MilleaLab mendapat penilaian sangat tinggi dari para ahli. Uji validitas oleh ahli media memperoleh skor 95,96%, sementara ahli materi memberikan 93,33%. Secara keseluruhan, media ini meraih rata-rata 97,97% dengan kategori sangat baik.
Hasil ini menunjukkan bahwa Class of Dynamic Fluid layak digunakan sebagai media pembelajaran berbasis PBL-STEAM untuk membantu siswa memahami fluida dinamis sekaligus melatih kemampuan pemecahan masalah.
Penggunaan media Class of Dynamic Fluid berbantuan MilleaLab dalam pembelajaran PBL-STEAM terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen meraih skor n-gain 0,85 (kategori tinggi), lebih baik dibanding kelas kontrol yang hanya 0,68 (kategori sedang).
Temuan ini didukung analisis ahli yang menilai media tersebut “sangat layak”, praktis digunakan tanpa revisi, serta efektif dalam membantu siswa memahami materi fluida dinamis. Dengan hasil ini, Class of Dynamic Fluid dinilai mampu menjadikan pembelajaran fisika lebih interaktif sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Meskipun demikian, penelitian selanjutnya perlu untuk meninjau dampak jangka panjang penggunaan media pembelajaran Class of Dynamic Fluid berbantuan MilleaLab dalam pembelajaran PBL-STEAM untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko







