• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Batik Toeli.

Perwakilan Pusat Gender dan Kependudukan UM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Batik Toeli di akhir sesi workshop yang berlangsung di Aula Mahkota Laweyan, Surakarta. (Foto: dok UM)

Komunitas Tunarungu Batik Toeli Laweyan Dapat Pelatihan Branding dari PGK UM, Siap Perluas Pasar

Dwi Linda by Dwi Linda
35 seconds ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pusat Gender dan Kependudukan (PGK) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar workshop penguatan branding dan pemasaran bagi Komunitas Tunarungu Batik Toeli di Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui penguatan industri kreatif berbasis budaya.

Workshop bertajuk “Penguatan Branding dan Pemasaran Inklusif untuk Pemberdayaan Komunitas Tunarungu dan Perajin Batik Laweyan” berlangsung di Aula Mahkota Laweyan, Minggu (28/06/2026). Kegiatan merupakan hasil kolaborasi PGK UM dengan Batik Toeli Laweyan Surakarta yang tergabung dalam Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL).

You might also like

Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat Tampil di Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kisah Fikri Menginspirasi

01/07/2026 9:00 PM
Pasar Murah

Pasar Murah Terintegrasi di Tanggul Diminati Warga, Pangan Dijual Lebih Terjangkau

01/07/2026 8:23 PM

Baca Juga: LPPM UM Kampanyekan Makanan Lokal Dorong Ketahanan Pangan, Kebun Rumah Bisa Jadi Solusi Cegah Stunting

Batik Toeli dikenal sebagai salah satu pelaku industri batik yang melibatkan komunitas tunarungu dalam berbagai proses, mulai dari produksi hingga pengembangan usaha. Inisiatif tersebut menjadi alasan PGK UM memilih Batik Toeli sebagai mitra dalam program tanggung jawab sosial (CSR) yang berfokus pada penguatan inklusi sosial dan kesetaraan kesempatan ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Batik Toeli Laweyan.
Para peserta workshop terdiri dari komunitas tunarungu Batik Toeli dan perajin batik Laweyan, menyimak jalannya rangkaian kegiatan dengan antusias. (Foto: dok UM)

Mengusung tema “Bersama Berkarya, Bersama Berdaya: Membangun Industri Kreatif Inklusif Berbasis Budaya melalui Penguatan Branding dan Pemasaran”, workshop diikuti sekitar 15 peserta yang terdiri atas anggota komunitas tunarungu Batik Toeli dan para perajin batik Laweyan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai konsep branding, pembentukan identitas merek, hingga strategi pemasaran dan promosi produk berbasis budaya. Sesi diskusi dan tanya jawab juga menjadi ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha mereka.

Batik Toeli di Laweyan.
Dua orang perwakilan Batik Toeli menampilkan produk unggulan berupa sepatu bermotif batik khas Laweyan lengkap dengan kemasannya di hadapan peserta workshop. (Foto: dok UM)

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga memahami pentingnya membangun identitas merek yang kuat agar mampu memperluas jangkauan pasar. Bagi komunitas Batik Toeli, workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam memasarkan karya sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai bagian dari ekosistem industri kreatif di Kampoeng Batik Laweyan.

Batik Toeli Laweyan Surakarta.
Foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia sebagai penutup rangkaian Workshop Penguatan Branding dan Pemasaran Inklusif di Kampoeng Batik Laweyan. (Foto: dok UM)

PGK UM menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas disabilitas, perajin, dan pelaku usaha menjadi langkah penting dalam menciptakan industri kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, kerja sama serupa diharapkan tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi berkembang menjadi komitmen jangka panjang untuk mendukung pemberdayaan kelompok rentan.

Baca Juga: Darurat Kekerasan Seksual, UM Sosialisasikan Permen PPKS dan Dukung Pengesahan RUU PKS

Program ini juga mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas peserta, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan usaha komunitas, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan dengan membuka akses yang setara bagi penyandang disabilitas, serta SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan kawasan budaya Kampoeng Batik Laweyan sebagai destinasi wisata yang inklusif.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama dan foto seluruh peserta sebagai penanda berakhirnya workshop sekaligus harapan agar ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan untuk mengembangkan usaha Batik Toeli dan para perajin batik Laweyan. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniKampoeng Batik LaweyanKomunitas Tunarungu Batik ToeliKota Malang hari iniPGK UM pelatihan batik
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat Tampil di Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kisah Fikri Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 9:00 PM
0

BOGOR, Tugujatim.id – Sekolah Rakyat menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Nagara Janottama,...

Pasar Murah

Pasar Murah Terintegrasi di Tanggul Diminati Warga, Pangan Dijual Lebih Terjangkau

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 8:23 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat melalui Pasar...

Polije

Alumni Polije Sulap Sampah Jadi Bisnis Bernilai Ekonomi dan Berdampak Sosial

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 8:10 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – Alumni Program Studi Teknologi Industri Pangan, Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije), Ismawati Hasanah, berhasil mengembangkan...

Bus Trans Jatim

Bus Trans Jatim Mengaspal Manis, Angkot Menangis, Komisi C DPRD Kota Malang Dorong Integrasi

by Mochamad Abdurrochim
01/07/2026 5:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Bus Trans Jatim telah mengaspal manis membelah rute strategis di jantung Kota Malang sejak November 2025 lalu....

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID