SURABAYA, Tugujatim.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mengumumkan daftar para Panelis debat Pilgub Jatim 2024. Mereka dipilih berasal dari Tujuh Kampus Ternama di Jawa Timur, dengan pertimbangan keahlian masing-masing.
Debat perdana digelar KPU pada Jumat (18/10/2024) di Graha Unesa Surabaya pukul 19.30 WIB. Debat ini akan disiarkan melalui streaming youtube KPU Jatim, Kompas Tv dan TVRI.
Berikut daftar panelis yang dipilih KPU Jatim untuk debat perdana Pilgub Jatim 2024:
1. Prof. Dr. H. Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag (Ahli Pendidikan Agama UIN Sunan Ampel Surabaya)
2. Prof. Dr. Drs. Ec. H. Muhammad Syarif. M. Si, CMA, CRA (Ahli Mahagemen dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura)
3. Adhitya Wardhono, SE, M.Si, M.Sc, Ph.D (Ahli Ekonomi Pembangunan Universitas Jember)
4. Dr. Sasongko Budisusetyo, CPA, CPMA (Ahli Akuntansi Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya)
5. Dr. Ahmad Imron Rozuli, SE, M.Si (Ahli Sisiologi Ekonomi dan Kelembagaan Fisip Universitas Brawijaya)
6. dr. Hidayatullah, Sp. N (Ahli Kesehatan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo)
7. Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M. Ed (Ahli Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang)
Komisioner KPU Jatim Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Nur Salam mengatakan, pihaknya baru mengumumkan ke publik daftar panelis Pilgub Jatim guna untuk menjaga independensi.
“Kita butuh untuk merilis, meskipun tidak ada kewajiban merilis tetapi kami sampaikan sore ini H-1 karena khawatir akan mempengaruhi kinerja panelis,” katanya pada Kamis (17/10/2024).
Sebelumnya, KPU Jatim juga telah meminta agar tujuh panelis yang berlatar belakang akademisi tersebut menandatangani pakta integritas.
“Dengan pertimbanga-pertimbangan kita, termasuk lokasi sekarang panelis berada kita rahasiakan,” ucapnya.
Sementara itu, untuk tema yang diusung yakni “Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktifitas Sumber Daya Lokal Untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur”.
Untuk sub temanya; daya saing dan nilai tambah ekonomi, pendidikan, kesehatan, demografi; kemiskinan; dan kesenjangan, masyarakat digital, ketahanan sosial, serta penguatan budaya dan identitas lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








