Dalam Sehari, 11 Orang di Kota Malang Meninggal Akibat Covid-19 - Tugujatim.id

Dalam Sehari, 11 Orang di Kota Malang Meninggal Akibat Covid-19

  • Bagikan
Petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 tengah melakukan proses memakamkan pasien Covid-19 di UPT PPU Kota Malang, Kamis (24/6/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 tengah melakukan proses memakamkan pasien Covid-19 di Kota Malang, Kamis (24/6/2021). (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Angka penularan virus corona hingga meninggal dunia di Kota Malang terus melonjak tajam. Hal ini bisa dilihat dari bermunculannya klaster-klaster yang terus bertambah. Selain itu, juga bisa dilihat dari jumlah pemakanan jenazah dengan protokol Covid-19.

Seperti terlihat pada satu hari ini, Kamis (24/6/2021) total ada 11 jenazah yang harus dimakamkan oleh petugas dari UPT Pengelola Pemakaman Umum (PPU) Kota Malang. Jumlah ini termasuk tertinggi kedua. Pada Januari 2021 lalu, pernah sampai 17 jenazah dalam 1 hari.

Hal ini diungkapkan Kepala UPT PPU Kota Malang Takroni Akbar, dalam proses pemakaman protokol jumlah tinggi ini, beruntung tidak ada kendala berarti dari tim pemulasaraan. Meski pernah, kata dia, pihaknya dihadapkan dengan 17 jadwal pemakaman dalam sehari.

”Rekor ada 17 jenazah itu pernah terjadi di bulan Januari kemarin. Paling minim itu 2 jenazah sehari. Tapi dari rata-rata itu beruntung SDM tim kita masih bisa mengatasi,” ungkapnya pada awak media.

Lebih lanjut, belasan jenazah itu kata dia semua positif terpapar virus corona. Hanya 1 jenazah yang probable.

”Tapi hanya 9 yang diroses karena 2 jenazah lain dikubur di luar domisili Kota Malang,” jelasnya.

Melihat lonjakan kasus baru-baru ini, Taqroni juga ikut waspada. Dia pun berencana akan menambah tenaga baru untuk menjaga kebugaran petugas. Dia tidak ingin petugas juga ikut terpapar virus.

Mau gak mau harus rekrut lagi, biar ada gantian. Biar gak capek, bisa istirahat gantian,” tuturnya.

Taqroni pun mengimbau agar masyarakat sadar bahwa pandemi belum berlalu. Sebaiknya waspada dan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

”Saya melihat khawatirnya terjadi seperti di negara tetangga Covid-19 mengganas. Penularannya juga cepat prosesnya,” ujarnya.

  • Bagikan