Damkar Tuban Evakuasi Sarang Tawon Ndas Sebesar Galon Air Mineral, Warga Laporkan 4 Kasus Per Hari

Sarang tawon ndas. (Foto: dok. Damkar Tuban/Tugu Jatim)
Petugas Damkar Tuban mengevakuasi sarang lebah tawon ndas dari atap rumah warga Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Jatim, Rabu (23/11/2022). (Foto: dok. Damkar Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Warga menemukan sarang tawon ndas hingga membuat Pemadam Kebakaran (Damkar) Tuban kembali mengevakuasinya pada Rabu malam (23/11/2022). Sebab, sarang hewan dengan nama latin Vespa affinis sebesar galon air mineral itu menempel di antara atap dan plafon milik Musarofah, warga Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Jatim.

Untuk mengevakuasi sarang tawon ndas, lima personil damkar diterjunkan. Mereka membawa peralatan berupa tabung gas elpiji dan alat pembakaran. Peralatan itu digunakan untuk memusnahkan serangga yang hidup berkoloni ini.

“Saya menerima laporan Rabu pagi (23/11/2022). Malamnya kami ke sana untuk mengevakuasi. Kami memilih malam hari karena hewan ini cenderung kembali ke sarangnya. Kemungkinan tipis mereka menyerang balik,” ucap Waris, ketua Regu Damkar Tuban.

Dia juga mengungkapkan, hampir beberapa bulan terakhir Damkar Tuban menerima laporan setidaknya rata-rata dalam satu hari 3-4 kasus. Bahkan, ada warga yang diserang hewan ini sampai masuk UGD dan ada yang meninggal dunia.

“Hari ini saja, kami dapat laporan ada empat titik untuk meminta evakuasi sarang tawon ndas,” ucapnya.

Sarang tawon ndas. (Foto: dok. Damkar Tuban/Tugu Jatim)
Proses evakuasi sarang tawon ndas oleh Petugas Damkar Tuban di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Jatim, Rabu (23/11/2022). (Foto: dok. Damkar Tuban)

Sementara itu, Musarofah, pemilik rumah saat dikonfimasi mengatakan, awalnya salah satu tetangga menyampaikan ada satu sarang lebah yang jatuh dari atap rumahnya. Dia menganggap lebah itu menghasilkan madu sehingga akan dibiarkan terlebih dulu sampai waktunya panen.

Namun, dari tetangga lainnya memberikan info bahwa sarang lebah yang berada di atap rumah itu merupakan jenis hewan yang berbahaya dan mematikan. Seketika itu pihaknya melapor ke pos damkar untuk meminta tolong evakuasi.

“Setelah ada info itu, saya langsung telepon pos Damkar Tuban, Mas. Khawatir nanti kalau tidak dimusnahkan, akan menimbulkan korban,” terangnya.