• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi orang tua dan anaknya. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Ilustrasi orang tua dan anaknya. (Foto: Pixabay)

Dekan FPK UINSA: “Sandwich Generation” Itu Bentuk Bakti pada Orang Tua

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyak hal yang dapat dibahas dari “sandwich generation“. Situasi menjalankan kewajiban hidup untuk mencukupi kebutuhan generasi di atas dan generasi di bawah. Di samping itu, subjek yang terjepit dalam situasi demikian rentan tertekan, depresi, frustrasi, dan “burnout“. Namun, dalam perspektif agama, justru “sandwich generation” merupakan bentuk mengabdi pada orang tua, hal yang wajib dijalankan.

Tugu Jatim berupaya mengulik pembahasan “sandwich generation” dalam perspektif psikologi agama dan psikologi Islam hingga pemaknaan “sandwich generation” sebagai bentuk kewajiban anak untuk mengabdi pada orang tua.

You might also like

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

05/06/2026 3:16 PM
Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

05/06/2026 2:30 PM

Lebih jauh, Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Dr dr Hj Siti Nur Asiyah MAg menegaskan, dengan ikhtiar lahir-batin dan menjalin komunikasi sehat dengan keluarga, situasi “sandwich generation” dapat diatasi dengan baik.

Atasi “Sandwich Generation” dengan Ikhtiar, Tawakal, dan Persiapkan Masa Depan dengan Baik

“Cara meredam rantai (sandwich generation, red) adalah dengan memaksimalkan ikhtiar lahir dan batin (solusi perspektif psikologi agama dan psikologi Islam, red) untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik, selebihnya tawakal kepada Allah,” terangnya pada Tugu Jatim, Sabtu (26/06/2021).

Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy SAg MA PhD (kiri) dan Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UINSA Dr dr Hj Siti Nur Asiyah Mag (kanan) dalam Wisuda Ke-95 UINSA. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy SAg MA PhD (kiri) dan Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UINSA Dr dr Hj Siti Nur Asiyah Mag (kanan) dalam Wisuda Ke-95 UINSA. (Foto: Dokumen)

“Bila sudah telanjur terjadi (sandwich generation, red), maka perlu ada komunikasi yang intens kepada semua anggota keluarga, baik orang tua, istri atau suami, anak untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman, sambil terus berikhtiar untuk bisa mengatasi persoalan dengan baik,” imbuhnya.

Di sisi lain, Dr Asiyah menegaskan, sandwich generation diistilahkan sebagai situasi “antara”. Di satu sisi, sambungnya, individu harus menanggung kewajiban atas rumah tangganya dan sisi lain memenuhi kehidupan orang tuanya.

“Sandwich generation adalah posisi ‘antara’, di satu sisi individu harus menanggung kewajiban atas keluarga barunya, di sisi lain dia juga harus menanggung kewajiban atas kehidupan orang tua (keluarga yang ada di generasi atasnya, red),” terangnya.

“Sandwich Generation” Itu Dinamika Alami dalam Hidup

Dr Asiyah menyebut, posisi “sandwich generation” merupakan hal alamiah yang terjadi dalam dinamika kehidupan, memang perlu disiapkan oleh sebagian orang. Tapi, Dr Asiyah melanjutkan, ini justru dianggap sebagai beban oleh sebagian orang.

“Faktor penyebabnya, bisa karena kondisi orang tua (atau keluarga lain, red) yang memang tidak terlalu beruntung dalam banyak hal. Meski mungkin sudah berikhtiar dengan maksimal. Kondisi keluarga yang tidak optimal dalam mempersiapkan masa depannya, baik masa depan orang tua maupun anaknya,” sambungnya.

Anggap “Sandwich Generation” Bukan Beban, Dampak Psikologis Kecil

Berikutnya, Dr Asiyah juga menyoroti soal dampak psikologis dari generasi ini, yakni adanya keputusasaan, stres, konflik interpersonal antar anggota, terlebih krisis akidah. Hal itu, Dr Asiyah menjelaskan, terjadi karena sebagian orang menganggap “sandwich generation” menjadi beban. Padahal, tidak selalu demikian.

“Dampak psikologis yang bisa terjadi adalah keputusasaan, stres, konflik interpersonal antar anggota keluarga dan yang lebih ekstrem lagi adalah krisis akidah,yang berakibat pada goyahnya keimanan seseorang,” tegasnya.

“Sandwich Generation” Bentuk Berbakti pada Kedua Orang Tua

Kemudian, pengajar dan psikolog dari FPK UIN Sunan Ampel Surabaya Nur Eko Kiswanto MPsi Psikolog memberikan tanggapan ringkasnya bahwa “sandwich generation” merupakan bentuk berbakti pada orang tua.

“Tapi, kalau saya boleh menanggapi. ‘Sandwich generation’ itu merupakan bentuk berbakti kepada orang tua. Jadi, buat saya pribadi, tidak masalah,” ujarnya.

Tags: Kota SurabayapsikologiSandwich GenerationUINSA
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

by Dwi Linda
05/06/2026 3:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Proses seleksi yang panjang akhirnya menentukan tiga kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Ketiga calon...

Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:30 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Bau menyengat dari limbah industri tahu, meresahkan warga di sepanjang aliran sungai Kecamatan Jogoroto dan sekitarnya, Kabupaten...

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan catatan atas momen libur panjang...

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Next Post
Polres Gresik peringati Hari Bhayangkara ke-75 dengan menjalankan program "Serbuan Vaksinasi Covid-19" pada Sabtu (26/06/2021).(Foto: Polrestabes Surabaya/Tugu Jatim)

Peringati Hari Bhayangkara Ke-75, Polres Gresik Sukseskan Program "Serbuan Vaksinasi Covid-19"

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID