• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa asal Bukittinggi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Nirwan Siregar (kiri) bersama CEO Tugu Media Group Irham Thoriq (kanan). (Foto: Dokumen)

Demi Mencari Ilmu ke Kota Malang, Kisah Perjuangan Mahasiswa asal Bukittinggi Berbekal Ongkos Rp120 Ribu hingga Jadi Kernet Bus

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kisah mengharukan sekaligus patut mendapat apresiasi dilakukan Nirwan Siregar, 23, mahasiswa semester 8 IAIN Bukittinggi, Sumatera Barat, saat nekat ke Kota Malang untuk menuntut ilmu. Bahkan, untuk ke sana dia hanya berbekal ongkos Rp120 ribu. Bagaimana kisah perjuangan mahasiswa asal Bukittinggi itu hingga bisa sampai di Kota Malang?

Untuk mewujudkan impiannya, dia rela mencari tumpangan hingga menjadi asisten kernet bus selama 4 hari 4 malam hanya untuk bisa mengikuti Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) XXIII PMII Cabang Kota Malang. Pria asli Medan, Sumatera Utara, itu bercerita mulanya untuk sampai ke Kota Malang dia harus membayar tarif bus sekitar Rp750 ribu, belum termasuk konsumsi dengan estimasi perjalanan selama 4 hari 4 malam.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Mahasiswa asal Bukittinggi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nirwan Siregar, mahasiswa asal Bukittinggi, Sumatera Barat. (Foto: Dokumen)

Meski dengan ongkos pas-pasan, Nirwan nekat melobi pihak bus ALS (Antar Lintas Sumatera), mulai dari agen sampai sopir busnya.

“Saya coba lobi agennya, tapi nggak mau. Akhirnya pas datang busnya, saya lobi sopirnya, sekitar setengah jam. Sopirnya membolehkan (menumpang) karena niat saya untuk belajar,” ujar mahasiswa asal Bukittinggi itu pada Senin (28/02/2022).

Hanya saja, dia menambahkan, bus yang dilobi Nirwan malah menuju Solo, bukan ke Malang. Namun, tanpa pikir panjang, dia langsung menyambut uluran tangan sang sopir. Meski selama perjalanan, Nirwan tak duduk di bangku penumpang, tapi menjadi asisten kernet bus.

“Jadi selama di bus saya nggak duduk di bangku penumpang. Saya duduk di depan bantu kernet, bantu angkat paket, setiap istirahat makan saya bantu sopir untuk bersih-bersih sama kernetnya. Dari situ, saya juga dikasih makan,” beber mahasiswa asal Bukittinggi itu.

Mahasiswa asal Bukittinggi. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Nirwan usai mengikuti Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) XXIII PMII Cabang Kota Malang. (Foto: Dokumen)

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sebelum berangkat naik kapal ke Pelabuhan Merak, Banten, Nirwan melihat satu bus dengan trayek menuju ke Malang di depan mata. Sekali lagi, anak dari 6 bersaudara ini memberanikan diri untuk melobi sang sopir di bus tersebut.

“Sopirnya sempat nanyakan nanti saya di Malang gimana, lalu saya jawab nanti sampai di terminal akan dijemput oleh panitia. Lalu sopirnya mengiyakan. Sopir ini minta saya naik bus trayek Malang itu. Jadi, di tengah perjalanan, saya pindah bus sebelum nyeberang ke Pelabuhan Merak,” sambungnya.

Sesampainya di Malang, Nirwan turun di Singosari lalu dijemput oleh panitia PMII Cabang Kota Malang untuk beristirahat sebelum mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan pada 23 Februari-1 Maret 2022 ini.

Nirwan mengakui, bekalnya selama perjalanan hanya keyakinan dan tekadnya untuk menuntut ilmu.

“Cabang saya baru berdiri sejak 2012, belum punya banyak senior. Jadi, saya harus berjuang sendiri untuk bisa survive,” katanya.

Nirwan pun sadar bahwa kader PMII tidak harus menunggu distribusi dari seniornya. Tapi kader terbaik itu harus mendistribusikan dirinya, harus mampu, tangguh, dan mandiri dalam situasi apa pun.

Tags: Aktivis PMIIBerita Kota Malang hari iniIAIN BukittinggiIAIN Bukittinggi Sumatera BaratKota Malangmahasiswa asal BukittinggiPMII Cabang Kota MalangPMII Kota MalangSumatera Barat
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Vaksinasi booster. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

200 PKL di Alun-Alun Kota Batu Jalani Vaksinasi Booster, Kunjungan Wisatawan Meningkat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID