Di Tengah Jadwal Padat, Dr Aqua Dwipayana Kembali Hadir Memotivasi di Jajaran Brigif 4/Dewa Ratna 

  • Bagikan
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana memberikan buku trilogi karyanya kepada Kolonel Inf Endar Setyanto. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana memberikan buku trilogi karyanya kepada Kolonel Inf Endar Setyanto. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

TEGAL, Tugujatim.id – Saat jadwal padat seperti sekarang ini, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana kembali melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi selama dua hari (18-19/03/2021) di Kodam IV/Diponegoro, khususnya di jajaran Brigade Infanteri (Brigif) 4/Dewa Ratna Tegal, Jawa Tengah, yang dipimpin Kolonel Inf Endar Setyanto. Untuk sesi kali ini ada tiga sesi.

“Sekitar 1,5 bulan pada Januari dan Februari 2021, hampir sebagian besar satuan di Kodam IV/Diponegoro mulai dari batalyon, kodim, hingga korem sudah saya datangi. Karena kesibukan di beberapa satuan tersebut sehingga saya belum ke sana untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi,” jelas Dr Aqua.

Kamis hari ini dan Jumat besok, Dr Aqua melanjutkan, kegiatan di Brigif 4/Dewa Ratna dan ketiga Batalyon Infanteri (Yonif)-nya kosong sehingga dapat dilaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Kepastian tentang itu diperoleh Dr Aqua dari Endar pada Minggu (14/03/2021).

Sehari kemudian pada Senin (15/03/2021) di rumahnya di Sleman, Jogjakarta, Dr Aqua ketemu Endar. Sambil silaturahim mereka membicarakan tentang rencana itu di Brigif 4/Dewa Ratna. Ketika itu Endar baru selesai menghadiri acara di Batalyon Infanteri Mekanis 403/Wirasada Pratista Sleman, Jogjakarta yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto.

“Beberapa bulan terakhir ini kegiatan di Brigif 4/Dewa Ratna dan semua Yonifnya padat sekali. Sehingga pelaksanaan acara Sharing Komunikasi dan Motivasinya tertunda. Sekarang ini baru dapat dilaksanakan,” ungkap Endar.

Dr Aqua Dwipayana dan Kolonel Inf Endar Setyanto tengah makan bersama. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Dr Aqua Dwipayana dan Kolonel Inf Endar Setyanto tengah makan bersama. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Dikutip dari Wikipedia, Brigif 4/Dewa Ratna merupakan satuan tempur setingkat brigade yang membawahi 4 satuan, yaitu Mako Brigade dan Detasemen Markas yang lokasinya di Slawi, Tegal, Yonif 405/Surya Kusuma yang berkedudukan di Wangon, Banyumas, dan Cilacap. Yonif 406/Candra Kusuma yang berkedudukan di Purbalingga dan Yonif 407/Padma Kusuma yang berada di Tegal dan Pekalongan. Brigif 4/Dewa Ratna kembali diaktifkan bersamaan diresmikannya 4 Brigif lainnya oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Djoko Santoso pada 12 April 2007 di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sebelumnya Brigif 4/Dewa Ratna dibekukan pada tahun 1984.

Bersamaan dengan peresmian itu terjadi alih status untuk tiga Yonif dari Korem 071/Wijayakusuma ke Satuan Organik Brigif 4/Dewa Ratna. Posisinya langsung di bawah Pangdam IV/Diponegoro.

Memiliki Karakter Kuat

Kepada Dr Aqua, Endar banyak cerita aktivitas yang telah dilakukannya sejak mendapat amanah tahun 2020 lalu memimpin Brigif 4/Dewa Ratna. Fokusnya pada peningkatan sumber daya manusia terutama yang terkait dengan pendidikan.

“Saya yakin sekali bahwa salah satu upaya meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui pendidikan, baik formal maupun informal. Makanya seluruh prajurit dan keluarganya saya motivasi untuk melakukan itu,” lanjut Endar yang memiliki karakter kuat.

Saat mereka ketemu Dr Aqua memberikan buku Trilogi The Power of Silaturahim karyanya kepada Endar. Ketiga buku itu berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”, “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)”, serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Buku yang pertama “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” diluncurkan pada 15 April 2016 bersamaan dengan promosi Doktor Komunikasi Aqua di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Bandung. Awalnya ditulis dan diterbitkan dengan tujuan buat suvenir kegiatan tersebut.

Ternyata pesanan bukunya banyak sekali. Sampai sekarang sudah delapan kali cetak sebanyak 160 ribu eksemplar. Setiap cetak 20 ribu eksemplar. Buku itu masuk kategori super best seller.

Dari buku “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” lahirlah kemudian Gerakan Umrah The Power of Silaturahim (The POS) yang dibiayai dari hasil penjualan buku tersebut. Ketua tetap rombongan umrohnya setiap tahun adalah wartawan senior Nurcholis MA Basyari.

Bergulir sejak 2017, total jamaah The POS yang dipimpin Nurcholis itu hingga kini mencapai 167 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial-budaya, ekonomi, dan pekerjaan/profesi. Perinciannya POS I 2017 sebanyak 35 orang, POS II 2018 (39 orang), POS III 2019 (50 orang), dan POS IV 2020 (43 orang).

Jamaah POS IV sedianya berangkat ke Tanah Suci April 2020. Namun, keberangkatan jamaah POS IV terhadang oleh pandemi Covid-19 sehingga tertunda entah sampai kapan. Semoga saja pandemi ini cepat berakhir sehingga jamaah POS IV dapat segera menunaikan umrah ke Tanah Suci Makkah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Madinah.

Segera Cetak Ulang

Sedangkan dua buku lainnya terbitnya bersamaan. Efektif mulai diedarkan awal Januari 2021.

Buku “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” memuat kisah jalinan persahabatan dua anak manusia dari latar belakang yang jauh berbeda, baik suku, agama, ras, dan golongan atau strata sosial-ekonominya. Dr Aqua seorang muslim dari suku Minangkabau yang lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, dari keluarga sederhana pasangan Ayah-Bunda Syaifuddin-Asmi Samad. Sedangkan Ventje seorang Tionghoa Katholik kelahiran Surabaya, Jawa Timur, dari keluarga pengusaha pasangan Papi-Mami Rudy Suardana-Susianawati Harlim.

Yang satu sampai mengenyam pendidikan S-3 hanya di tingkat lokal/nasional, sedangkan satu lainnya kuliah di Amerika Serikat. Terlepas dari banyak perbedaan di antara mereka, kedua tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut mampu menjalin persahabatan bahkan hingga tingkat seperti saudara kandung. Dan, persaudaraan itu bukan hanya antarmereka berdua, tapi juga keluarga besar kedua belah pihak.

Guru Besar dan Dekan ke-9 Fikom Unpad Prof Deddy Mulyana MA PhD membubuhkan kata pengantar yang sangat apik dan relevan di buku Humanisme Silaturahim. Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo juga menyampaikan kata pengantar untuk buku setebal 237 halaman yang diterbitkan oleh Media Baca Mandiri ini.

Buku “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama” berkisah tentang kiprah sosial kakak-beradik Alira-Ero Dwipayana. Di usia yang cukup muda –masih kepala dua, Alira-Ero telah menorehkan prestasi yang menjadi idaman semua orang tua.

Prestasi itu tidak hanya mereka ukir dalam kaitannya dengan capaian pendidikan atau lingkungan kampus. Di luar itu, yang tentu membuat kedua orang tua mereka bahagia dan sangat bersyukur ialah Alira-Ero telah menorehkan karya dalam kiprah mereka di bidang sosial-kemanusiaan.

Kepedulian sosial terhadap sesama itu dilakukan di tengah kesibukan kakak-beradik itu bersekolah di SMA Regina Pacis Bogor, Jawa Barat, dan sesudahnya. Saat Alira kemudian kuliah di Korea University Business School dan bekerja di perusahaan farmasi terkemuka Daewoong di Korsel, dia terus melanjutkan kiprah sosialnya. Hal yang sama juga dilakukan Ero yang kini mahasiswa semester VII Fikom Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kiprah mereka selengkapnya tersaji di buku setebal 293 yang dibubuhi kata pengantar oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana/Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo ini.

Kedua buku itu dicetak masing-masing 20 ribu eksemplar. Totalnya 40 ribu eksemplar. Pemasarannya dilakukan secara langsung ke konsumen. Belum dijual di toko-toko buku.

Sampai sekarang telah terjual lebih dari 20 ribu eksemplar. Setiap hari selalu ada tambahan pesanan bukunya. Jumlahnya beragam mulai dari puluhan eksemplar hingga ribuan eksemplar.

Kesuksesan kedua buku itu atas dukungan penuh dua editor andal yakni penulis banyak buku Nurcholis MA Basyari dan mantan Wakil pemimpin redaksi harian Jawa Pos Fuad Ariyanto yang akrab dipanggil Cak Fu. Selain itu, juga mantan copy editor Jawa Pos Yarno Wiryo yang bantuannya sangat besar.

Melihat banyaknya pesanan kedua buku itu, Dr Aqua optimistis dalam waktu dekat akan cetak ulang. Jumlahnya sama dengan cetakan pertama masing-masing 20 ribu eksemplar sehingga totalnya 40 ribu eksemplar.

Kedua buku tersebut dan buku sebelumnya, yakni “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” memang layak dirangkaikan sebagai karya trilogi The Power of Silaturahim. Tulisan dan kisah-kisah yang termuat di dalamnya merefleksikan kisah sukses yang ditopang oleh kekuatan silaturahim.

Endar senang mendapatkan buku Trilogi The Power of Silaturahim itu. Apalagi langsung diberikan oleh penulisnya. Bapak tiga anak yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, itu yang selama ini hobi membaca akan menuntaskan baca ketiga buku tersebut.

“Saya insya Allah mengoptimalkan tiga sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi di Brigif 4/Dewa Ratna dan ketiga Yonifnya yang dipimpin Kolonel Inf Endar Setyanto. Tujuannya agar semua peserta mendapatkan manfaat yang maksimal dan memberi pengaruh positif pada satuan tempat mereka bekerja,” ujar Dr Aqua. (*/ln)

  • Bagikan