• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu warga terdampak gempa di Kabupaten Malang sedang meratapi rumahnya yang hancur. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Salah satu warga terdampak gempa di Kabupaten Malang sedang meratapi rumahnya yang hancur. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

Dilema Warga Korban Gempa Malang yang Rumahnya Harus Dirobohkan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Warga Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang rumahnya harus dirobohkan karena rusak cukup parah akibat gempa Malang 6,1 Magnitudo itu kini semakin penuh dilema. Sebab, meski tersiar kabar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mau membantu membangun kembali rumah mereka, tapi belum tahu kapan akan terealisasi.

“Kalau Pemkab Malang mau membangun, ya alhamdulillah kami tunggu secepatnya karena tidak mungkin kami terus tinggal di tenda,” terang Yonathan Priagung, salah satu warga yang rumahnya rusak cukup parah, saat dikonfirmasi pada Rabu (14/04/2021).

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Yohanes sendiri mengaku bingung apakah rumahnya harus dirobohkan atau tidak. Namun, dia berkeyakinan jika rumahnya masih bisa diperbaiki.

“Kalau dirobohkan, kami juga gak tahu kapan dibangun, nanti malah sudah dirobohkan gak ada bantuan dan kami harus membangun sendiri,” ucapnya.

“Rencananya dari 4 rumah (yang harus dirobohkan). Kalau rumah saya mau dibenahi sendiri biar beberapa keluarga bisa tidur di dalam rumah,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan tidak ingin direlokasi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini lebih memilih tinggal di tenda darurat di depan teras rumahnya.

“Kalau dipindahkan jangan dulu karena warga sini sudah masuk ke tenda-tenda depan rumah masing-masing. Kalau warga lebih memilih tinggal di tenda daripada relokasi di tempat lain,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menceritakan jika bantuan yang disalurkan kepada para korban juga tidak dibagikan secara merata kepada setiap warga terdampak gempa Malang.

“Kayaknya semua (korban) sudah didata, tapi kalau untuk bantuan kayaknya belum semua merata karena banyak yang belum dapat di sini,” tuturnya.

“Kalau bantuan ada, tapi sebagian ya gak dapat. Bantuan masih berupa sembako, tapi kami gak tahu dari mana itu, tapi gak semua dapat. Saya saja belum pernah dapat sama sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Malang Muhammad Sanusi mengatakan, pihaknya berencana membangun rumah sementara untuk korban gempa Malang.

“Pak Sekda sudah berencana membangun rumah sementara layak huni. Tapi, bukan rumah gedong, tapi klenengan,” ujarnya.

Rumah tersebut rencananya akan memiliki luas 6×8 meter yang dilengkapi fasilitas kamar mandi dan dapur.

“Rumah tersebut sudah dikerjakan mulai hari ini dan insya Allah akan selesai dalam 10 hari,” ucapnya.

Selain itu, Sanusi juga mengatakan akan mengalokasikan Rp 50 juta untuk rumah sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat.

“Dananya ini diambil dari belanja tidak terduga (BTT). Jadi, warga akan dibantu Rp 50 juta, jika dihitung itu cukup untuk membangun rumah sementara,” ujarnya.

Tags: Akibat gempaGempa MalangKabupaten MalangKorban gempaRumah dirobohkan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Pintu masuk Masjid Perut Bumi. (Foto:Rochim/Tugu Jatim)

Masjid Perut Bumi Tuban, Masjid Gua dengan 1.001 Keunikan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID