SURABAYA, Tugujatim.id – Kasus gagal ginjal pada anak cukup masif diperbincangkan di publik. Kasus di Surabaya sendiri, tercatat setidaknya setiap hari terdapat 20 anak yang melakukan cuci darah akibat gagal ginjal.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Erwin Astha Triyono mengatakan sejumlah kasus gagal ginjal pada anak sudah terjadi pada 2022 lalu. “Kasusnya sudah 2022,” kata Erwin.
Sejauh ini, langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur tengah mengkaji lebih dalam dengan ahli terkait untuk menilisik penyebab tingginya kasus gagal ginjal pada anak.
“Kita akan kaji dulu apa penyebab anak ini gagal ginjal dengan para ahlinya. Tapi kesimpulannya saya akan kordinasi dengan expertnya,” ucapnya.
Menurutnya, peran orangtua sangatlah penting dalam menjaga kualitas dan pola makan anak-anak. Dia menyarankan agar makanan untuk anak-anak diolah sendiri dari rumah sehingga lebih terjaga kebersihan dan gizinya.
“Pada prinsipnya peran orang tua sangat penting memberikan makanan sehat yang diolah sendiri di rumah dengan cara masak yang benar,” jelasnya.
Orangtua pun juga harus memperhatikan kandungan gizi dalam setiap menu atau bahan masakan yang akan diolah untuk anak-anak mereka. Sebaiknya, anak-anak diberi makan yang mereka butuhkan dibandingkan mereka inginkan.
“Kualitas itu penting harus perhatikan komposisi yang lengkap. Sayur dan buah bukan tren lagi untuk anak-anak untuk di konsumsi,” terangnya.
Untuk menjaga kualitas makanan yang beredar dan dijual oleh masyarakat, Dinkes Jatim akan berkoordinasi dengan BPOm
“Kami akan kordinasi dengan BPOM yang punya tool yang cek bahan yang ada dalam makanan dan minuman,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








