Dipesan Khofifah, Pengusaha Rental Mobil di Kota Batu Jadi Pengusaha Masker Beromzet Rp 150 Juta

  • Bagikan
Proses produksi usaha masker milik Edi Febri. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Proses produksi usaha masker milik Edi Febri. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Kejayaan usaha rental mobil di Kota Wisata Batu mulai meredup akibat adanya pandemi Covid-19. Bahkan, Edi Febri, salah satu pengusaha rental mobil, harus beralih ke usaha lain karena usahanya merugi di tengah pandemi.

Tak kehabisan akal, Febri yang juga memiliki usaha agen properti itu menemukan peluang pada usaha pembuatan masker. Di mana permintaan masker di tengah pandemi Covid-19 sangat besar.

BANNER DONASI

Usaha rental mobil yang dia bangun sejak 2014 itu akhirnya harus terhenti pada April 2020. Karena itu, dia akhirnya mulai menekuni usaha pembuatan masker hingga bisa mempekerjakan 8 karyawan.

Tak hanya itu, tempat usahanya yang bernama Dewi Sartika Convection itu kini juga dilirik oleh sektor pendidikan. Tempat usaha pembuatan maskernya kini juga membina 4 siswa SMK yang sedang praktik kerja.

Berkat kerja kerasnya, kini usaha masker milik Febri yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, itu sudah berkembang pesat. Bahkan, penjualannya sudah hampir seluruh kota di Indonesia. Selain itu, dia juga men-supply permintaan masker negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.

“Instansi-instansi di Kota Batu juga sudah mulai banyak yang pesan, bahkan Pemkot Batu pernah pesan 3 ribu masker di sini,” ucapnya.

“Paling berkesan bahkan sampai ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga pesan. Kadang kami diundang ke pameran di Grahadi, Surabaya. Kalau beliau ke Malang selalu mengontak kami untuk masalah masker,” imbuhnya.

Kini dalam sebulan, usaha masker milik Febri bisa memproduksi sekitar 25 ribu masker. Dia sengaja memproduksi dalam jumlah besar karena harus punya persediaan masker untuk penjualan secara online. Sementara maskernya bisa berhasil terjual sekitar 12.500 masker dalam sebulan.

“Harga masker kami bervariasi, mulai dari Rp 5.500-Rp 35 ribu. Tapi, yang paling ramai yang sekitar harga Rp 15 ribu. Omzetnya per bulan hingga sekitar Rp 150 juta. Itu omzet kasar, belum untuk biaya produksi dan lain-lainnya. Profitnya mungkin sekitar 40 persennya,” bebernya. (Mokhammad Sholeh/ln)

  • Bagikan