Dirjen Bimas Islam Lantik 2 Pejabat Kemenag Tuban sebagai Penyuluh Agama Islam - Tugujatim.id

Dirjen Bimas Islam Lantik 2 Pejabat Kemenag Tuban sebagai Penyuluh Agama Islam

  • Bagikan
Pelantikan kedua pejabat Kemenag Tuban oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin pada Selasa (27/07/2021). (Foto: Humas Kemenag Tuban/Tugu Jatim)
Pelantikan kedua pejabat Kemenag Tuban oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin pada Selasa (27/07/2021). (Foto: Humas Kemenag Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Dua pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban dilantik secara virtual dari jabatan Kasi PD Pontren Achmad Badrus Sholeh dan Kasi PAIS Abdul Karim sebagai Penyuluh Agama Islam oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin, Selasa (27/07/2021).

Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin dalam sambutannya mengatakan, setelah diangkat dengan jabatan barunya akan taat kepada bangsa dan negara.

“Setelah dilantik akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, mengutamakan kepentingan umum dan bermanfaat untuk orang lain,” katanya.

Menurut dia, Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak dan garda bangsa terdepan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban Sahid usai acara mengatakan, hal ini sesuai KMA No 648 Tahun 2020 tentang Inpassing Penyuluh Agama.

Acara pelantikan kedua pejabat Kemenag Tuban oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin secara virtual. (Foto: Humas Kemenag Tuban)
Acara pelantikan kedua pejabat Kemenag Tuban oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin secara virtual. (Foto: Humas Kemenag Tuban)

“Saya mengucapkan selamat kepada saudara yang baru dilantik dan dikukuhkan, segera berkoordinasi dengan Kelompok Kerja Penyuluh, Seksi Bimas Islam, dan KUA setempat. Semoga bisa menyesuaikan diri di tempat yang baru,” ujarnya.

Ada 163 orang se-Indonesia yang dilantik secara virtual, termasuk di antaranya 2 orang dari Kabupaten Tuban. Dia menambahkan, dengan diangkatnya 2 pejabat ini otomatis jabatan kepala seksi sementara menjadi kosong.

“Karena terhitung sejak dilantik hari ini, harus melaksanakan tugas yang baru,” sambungnya.

Menurut dia, jabatan penyuluh merupakan jabatan penghormatan dari pemerintah, maka harus dijalani dengan benar dan penuh amanah demi pelayanan publik yang maksimal.

Para pejabat yang dilantik sebelumnya telah menjalani ujian penyetaraan. Pelantikan ini juga merupakan proses penyederhanaan birokrasi yang sudah dilakukan sejak 2019.

Pelantikan pejabat fungsional ini didasarkan pada amanat Pasal 87 PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat fungsional wajib dilantik dan diambil sumpah/janji menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Bagikan