MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 60 guru IPA SMP yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Batu mendapat pendampingan dari tim dosen Departemen Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis budaya. Program pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung sepanjang Mei 2026.
Pendampingan ini bertujuan membantu para guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dengan mengaitkan materi IPA dan budaya lokal, sehingga proses belajar menjadi lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari peserta didik.
Kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan guru sebelum dilanjutkan workshop Culturally Responsive Teaching (CRT). Pada tahap ini, para peserta memperoleh penguatan konsep sekaligus praktik menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalam materi IPA.
Setelah workshop, para guru menerapkan perangkat yang telah disusun melalui Lesson Study dengan tahapan plan, do, dan see. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua siklus, yakni LS 1 di SMPN 1 Kota Batu dan LS 2 di SMPN 6 Kota Batu.
Baca Juga : Dosen UM Latih Guru Asy-Syadzili Malang Membuat Tes Interaktif Bahasa Arab Berbasis AI
Dalam setiap siklus, guru bersama tim dosen UM menyusun rancangan pembelajaran, melaksanakan open class, kemudian melakukan refleksi bersama untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan perangkat ajar yang telah dikembangkan.

Pendampingan Dimulai dari Workshop CTR
Ketua tim pengabdian, Dr. Yayuk Mulyati, S.Si., M.Si., mengatakan pendekatan pembelajaran berbasis budaya dapat membantu peserta didik memahami materi IPA melalui lingkungan yang sudah mereka kenal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal bukan hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kaya. Ketika materi IPA dikaitkan dengan kehidupan dan budaya yang akrab bagi peserta didik, proses belajar akan menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman selama pendampingan dapat menjadi bekal bagi para guru untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran di sekolah masing-masing.
“Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi bekal bagi guru untuk terus mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan begitu, budaya lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat karakter peserta didik,” tambahnya.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas Negeri Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan IPA di Kota Batu melalui penguatan kompetensi guru. Di sisi lain, kolaborasi dengan MGMP IPA Kota Batu diharapkan terus berlanjut untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








