MALANG, Tugujatim.id – Masa remaja merupakan fase transisi kritis yang rentan terhadap tantangan kesehatan fisik dan psikososial. Di lingkungan perkotaan, remaja sering kali terpapar faktor risiko seperti kurangnya aktivitas fisik, pola tidur buruk, dan stres. Masalah ini diperburuk oleh minimnya pendidikan kesehatan terstruktur di sekolah. Guna mengatasi kesenjangan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Malang (UM) hadir untuk mengintegrasikan literasi gaya hidup sehat dengan kesadaran dini kesehatan reproduksi bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Langkah preventif ini krusial untuk mencegah penurunan kehadiran dan performa akademik siswa akibat gangguan kesehatan yang sebenarnya dapat dimodifikasi.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang hubungan gaya hidup dengan kesehatan reproduksi. Secara spesifik, aksi nyata ini ditargetkan untuk mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) khususnya Target 3.7 mengenai jaminan akses universal terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi serta integrasinya ke dalam program nasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) pada Target 4.5 demi menghapuskan disparitas gender dan menjamin akses setara di semua tingkatan pendidikan, serta SDG 5 (Kesetaraan Gender) khususnya Target 5.6 untuk menjamin akses universal terhadap kesehatan reproduksi melalui penguatan literasi inklusif tanpa mengeksklusikan peran remaja putra sebagai sistem pendukung.
Baca Juga : Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar
Edukasi Interaktif Sasar 302 Siswa SMKN 2 Malang
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2026 di SMKN 2 Malang dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI dari berbagai kompetensi keahlian. Kegiatan ini dipimpin oleh Rizqie Putri Novembriani, sebagai ketua tim, dengan didukung oleh dosen FK UM lainnya, yaitu Alifia Candra Puriastuti, Dessy Amelia, dan Nina Rini Suprobo.
Metode yang diterapkan menggabungkan pendekatan edukasi inklusif lintas gender berbasis media interaktif. Kegiatan ini sukses menjaring keterlibatan 302 siswa (215 perempuan dan 87 laki-laki), dengan mayoritas berasal dari Jurusan LPKC (99 siswa). Tahapan kegiatan diawali dengan pengisian instrumen pengetahuan umum, dilanjutkan dengan paparan materi terstruktur mengenai gaya hidup dan kesehatan reproduksi melalui media visual interaktif dan diskusi terarah.
Hasil survei awal menunjukkan dua data kuantitatif penting: tingkat pemahaman siswa sudah tinggi terkait dampak stres pada fisik (67,2% menjawab benar), namun pengetahuan mereka masih sangat rendah mengenai bahaya sedentary behavior atau terlalu lama duduk diam, di mana hanya 23,5% siswa yang menjawab benar.
Pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan edukasi dari FK UM. Penyampaian materi yang aplikatif membuat siswa antusias dan mudah paham. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut secara berkala untuk mendukung peningkatan mutu siswa.
Data Baseline Jadi Acuan Program Kesehatan Sekolah Berkelanjutan
Edukasi ini berhasil menjaring baseline data penting mengenai peta literasi dan kebutuhan kesehatan di sekolah. Data dari 302 siswa tersebut diserahterimakan kepada pihak Bimbingan Konseling (BK) dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMKN 2 Malang untuk menjadi acuan dasar dalam menyusun program promosi kesehatan sekolah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tantangan utama dalam aksi ini adalah menyelaraskan durasi intervensi dengan padatnya jadwal kurikulum praktik di sekolah kejuruan. Guna menjaga efektivitas jam pelajaran utama, evaluasi pascakegiatan dioptimalkan secara bertahap melalui sistem asinkron, tanpa mengorbankan waktu belajar tatap muka siswa.
Sebagai rekomendasi keberlanjutan, pemantauan status kesehatan remaja dan penguatan literasi ini dapat diintegrasikan ke dalam layanan rutin BK atau UKS menggunakan instrumen digital sederhana seperti Google Form. Melalui pemanfaatan teknologi yang mudah diakses ini, pihak sekolah dapat melakukan skrining kesehatan berkala secara mandiri saat jam perwalian atau kegiatan mading sehat tanpa mengganggu jalannya kegiatan belajar-mengajar. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








