KEDIRI, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) melalui skema Program Pengembangan Entrepreneurship Masyarakat (PPEM) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra Kelompok Tani Perkumpulan Rembulan di Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Program ini difokuskan pada peningkatan nilai tambah dan ketahanan hasil pertanian melalui pemanfaatan teknologi ozon dan cold storage.
Puncak kegiatan ditandai dengan serah terima mesin ozon dan cold storage (ruang pendingin) berukuran 6 x 5 meter pada Minggu, 3 Agustus 2025. Teknologi ini dirancang khusus untuk memperpanjang masa simpan produk pertanian secara higienis, sekaligus mengurangi potensi kerusakan akibat mikroorganisme selama masa penyimpanan dan distribusi.
“Dari hasil uji coba, sayuran yang diberi perlakuan menggunakan mesin ozon menunjukkan kesegaran yang lebih tahan lama, beraroma segar, serta kondisi yang lebih steril dibandingkan dengan sayuran tanpa perlakuan ozon,” terang Hasan Ismail, Spd., M.Sc., Ph.D, Ketua Tim Dosen Lintas Bidang dari Universitas Negeri Malang.
Hal ini menandakan bahwa teknologi ozon berperan efektif dalam mempertahankan kualitas produk hortikultura, sekaligus memperpanjang masa simpannya tanpa menggunakan bahan kimia tambahan. Dengan demikian, produk pertanian menjadi lebih layak untuk memenuhi standar pasar modern yang menuntut kualitas dan higienitas tinggi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Lintas Bidang dari Universitas Negeri Malang, yang diketuai oleh Hasan Ismail, Spd., M.Sc., Ph.D. dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain serah terima alat, dilaksanakan pula pelatihan operasional dan manajemen pemanfaatan teknologi ozon dan cold storage kepada para petani mitra.
BACA JUGA: Berdayakan Masyarakat Trenggalek dengan Olahan Susu Sapi bersama Tim Dosen PKM Universitas Negeri Malang
Program pengabdian ini secara langsung mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 2 (Tanpa Kelaparan) yang mendorong ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, serta SDGs nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dalam rantai pasok pertanian.
Dengan teknologi ini, petani diharapkan dapat menyimpan hasil panen lebih lama, mengatur waktu distribusi dengan lebih fleksibel, serta memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan di pasar. Serah terima ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara UM dan masyarakat tani dalam membangun sistem agrobisnis yang adaptif dan inovatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Fajrus Sidiq
Editor: Darmadi Sasongko








