SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil menjadi perbincangan dan viral di media sosial. Dugaan sekolah terpencil di Sidoarjo ini disebut tidak mendapatkan perhatian.
Netti pun memberikan penjelasan melalui keterangan tertulis yang diunggah di akun TikTok @Netti Lastiningsih usai meninjau langsung kondisi sejumlah sekolah, salah satunya SDN Kupang 4 di Kecamatan Jabon.
Dalam unggahannya, Netti menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dengan akses terbatas.
Baca Juga: Fasilitas dan Layanan Stasiun Sidoarjo yang Memudahkan Perjalanan
Menurut Netti, Pemkab Sidoarjo selama ini telah memberikan berbagai bentuk bantuan, mulai dari uang transportasi, buku tulis, hingga bantuan sewa perahu.
Bantuan tersebut diberikan khususnya kepada SDN Gebang 2 di Kecamatan Sidoarjo dan SDN Sawohan 2 di Kecamatan Buduran agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
“Kami terus berupaya memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah yang sulit dijangkau agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” tulis Netti dalam keterangannya, Senin (20/07/2026).
Selain bantuan operasional, dia mengatakan, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan anggaran rehabilitasi untuk sejumlah sekolah. Pada 2026, rehabilitasi SDN Kupang 4 di Kecamatan Jabon dianggarkan sekitar Rp247 juta. Sementara rehabilitasi SDN Sawohan 2 di Kecamatan Buduran telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2027 dengan nilai sekitar Rp846 juta.
Program MBG Koordinasi dengan BGN Sidoarjo
Netti juga menjelaskan dalam tulisannya bahwa seluruh lulusan sekolah dasar di wilayah terpencil tersebut dipastikan dapat langsung diterima di SMP negeri saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Menurut dia, kondisi geografis di sekitar SDN Kupang 4, Kecamatan Jabon, turut memengaruhi jumlah peserta didik sehingga relatif lebih sedikit dibandingkan sekolah di wilayah lain.
“Seluruh lulusan peserta didik di sekolah dasar wilayah terpencil itu nantinya dipastikan 100 persen dapat langsung diterima di SMP negeri,” tulisnya.
Menanggapi belum terlaksananya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah terpencil di Sidoarjo, termasuk SDN Kupang 4 di Kecamatan Jabon, Netti dalam tulisannya menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut dia, saat ini di Kecamatan Jabon baru terdapat satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 11 satuan pendidikan dengan cakupan 1.143 siswa serta 130 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (GTK).
Baca Juga: Pasar Tradisional Sidoarjo yang Masih Jadi Favorit Warga
Sementara itu, tujuh SPPG lainnya masih dalam proses sehingga diharapkan dapat memperluas cakupan penerima manfaat Program MBG di wilayah tersebut.
Menutup keterangannya, Netti menegaskan Pemkab Sidoarjo akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan akses terbatas.
“Kami berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak atas pendidikan yang layak, termasuk melalui peningkatan sarana dan prasarana serta pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik,” tutup Netti dalam tulisannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fauzan
Editor: Dwi Lindawati








