DPRD Kota Malang Alihkan Anggaran Dinas Rp 10,3 Miliar untuk Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah dan Asmualik.(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rimzah dan Asmualik.(Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Setelah wacana kantor DPRD Kota Malang disiapkan jadi rumah isolasi kasus Covid-19, kini anggota dewan sepakat melakukan refocusing anggaran. Ada sekitar Rp 10,350 miliar anggaran DPRD Kota Malang yang siap dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Malang.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK, pasca Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Malang, Rabu (14/07/2021). Pihaknya mendorong Pemkot Malang agar melakukan penanganan cepat kasus Covid-19.

“Kami sudah bahas dan siap refocusing anggaran DPRD sebesar Rp 10,3 miliar. Anggaran perjalanan dinas, reses, dan pengadaan mobil dinas, kami geser untuk penanganan Covid-19,” tegasnya.

Artinya, anggota DPRD Kota Malang saat ini ikut fokus pada penanganan Covid-19. Made menyebut, pihaknya berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak virus Covid-19 ini. Bahkan, jika PPKM Darurat diperpanjang hingga Agustus 2021, pihaknya juga siap melakukan refocusing anggaran serupa pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Meski saat ini, anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kota Malang masih terpakai sekitar Rp 54 miliar.

“Habiskan saja untuk masyarakat. Tapi, kami juga mendorong masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Kebijakan penyekatan itu kami dukung, pemenuhan kebutuhan warga oleh pemerintah juga kami dorong,” kata pria yang juga menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini.

Sementara Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, pihaknya sudah berjibaku melakukan penanganan kasus Covid-19. Mulai tindakan preventif, pemenuhan vaksinasi, hingga penanganan kasus isolasi akibat Covid-19.

“Kami juga mohon maaf terkait vaksinasi memang ada kendala ketersediaan, karena itu tergantung dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sutiaji melanjutkan, saat ini ketersediaan bed di Kota Malang mencapai 1.007 unit dan kuota itu digunakan warga Kota Malang dan luar Malang. Pemkot Malang juga akan menambahkan bed di sejumlah rumah sakit rujukan dan rumah isolasi. Saat ini BTT yang disalurkan Pemkot Malang juga sudah berjalan efektif. (*)

  • Bagikan