MALANG, Tugujatim.id – Keluhan masyarakat soal kerusakan akses jalan hingga tak memiliki keranda jenazah menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Keluhan itu belum tertangani lantaran tak masuk dalam program kelurahan setempat.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto menyampaikan bahwa keluhan itu disampaikan masyarakat saat dirinya menggelar kegiatan Serap Aspirasi di Kelurahan Polehan dan Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, pada 21 dan 23 Agustus 2023.
“Jadi di sana ada banyak aspirasi masyarakat. Sebagian besar aspirasi itu disampaikan karena belum diterima di Musrenbangkel (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan), sehingga belum bisa jadi program prioritas,” kata Eko.

Menurutnya, masyarakat di wilayah Polehan dan Jodipan memang banyak yang mengeluhkan adanya kondisi akses jalan gang yang telah rusak. Perbaikan jalan kampung itu terakhir dilakukan pada tiga atau empat tahun lalu.
“Memang karena banyak program paving di jalan kampung yang sudah tiga sampai empat tahun lalu saat ini sudah jeglong, rusak, lepas, dan lainnya. Jalan itu kebutuhan mutlak warga karena merupakan akses untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Jadi ini sangat penting,” ucapnya.
Kemudian soal keluhan masyarakat yang wilayahnya tak memiliki keranda jenazah, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Malang itu mengatakan akan segera menindaklanjuti hal itu.

Dia menyebut akan menggunakan dana pribadi untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat itu. Sebab, jika keluhan itu dianggarkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Malang atau diperjuangkan melalui Pokir DPRD Kota Malang, maka akan lebih lama tertangani.
“Keranda jenazah kalau nunggu penganggaran atau pokir kan lama. Jadi saya akan usaha untuk bantu agar aspirasi warga itu bisa direalisasikan dengan cepat,” ujarnya.
“Insyaallah akan saya eksekusi menggunakan dana pribadi. Tentu ini penting karena dibutuhkan sewaktu-waktu. Jadi ada sekitar tiga wilayah yang membutuhkan keranda itu. Ini akan saya siapkan bertahap tiap bulan,” imbuhnya.
Tak hanya soal akses jalan dan keranda, masyarakat juga menyampaikan aspirasi tentang wilayah rawan bencana akibat plengsengan sekitar sungai ambrol dan berdampak pada permukiman warga. Hal ini menurutnya juga akan menjadi prioritas.
Selanjutnya ada aspirasi soal normalisasi saluran drainase yang kerap memicu masalah banjir. Lalu juga ada aspirasi soal minimnya pengembangan atau pemberdayaan UMKM.
Eko mengatakan akan menginventaris seluruh aspirasi masyarakat agar segera bisa tertangani.(ads)
Reporter: M Sholeh
Editor: Lizya Kristanti








